Tingkat KDRT di Inggris Meningkat saat Piala Dunia 2026, Apa Penyebabnya?

Riswinanti Pawestri Permatasari | Beautynesia
Sabtu, 25 Jul 2026 10:30 WIB
Mengapa Hal Ini Terjadi?
Pelaku Umumnya Mengalami Puncak Emosi Akibat Pertandingan/Foto: Magnific.com

Piala Dunia FIFA 2026 diikuti lebih banyak peserta, dengan total 48 negara dan 104 pertandingan. Dengan berbagai kejutan tak terduga, ajang yang diselenggarakan di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko ini diakhiri dengan kemenangan Spanyol sebagai juara dunia.

Sayangnya, di balik euforia pertandingan yang digelar empat tahunan ini, ada satu hal mengkhawatirkan yang menghantui masyarakat. Melansir BBC, pihak otoritas di Inggris justru kembali meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi lonjakan kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) selama turnamen berlangsung.

Crown Prosecution Service (CPS), selaku lembaga terkait, memperkirakan adanya peningkatan kasus KDRT seiring berlangsungnya pertandingan Piala Dunia 2026. Bukan tanpa dasar, fenomena ini adalah pola yang hampir selalu terjadi di setiap penyelenggaraan ajang akbar seperti Piala Dunia.

Sebenarnya kenapa momen turnamen Piala Dunia dikaitkan dengan meningkatnya kasus KDRT? Simak penjelasannya berikut ini!

Fenomena Peningkatan Kasus KDRT saat Inggris Bertanding

Ilustrasi Kekerasan dalam Rumah Tangga/Foto: Magnific.com
Ilustrasi Kekerasan dalam Rumah Tangga/Foto: Magnific.com

Piala Dunia 2026 telah resmi berakhir pada 19 Juli 2026 lalu, dan berbagai pihak kini sedang dalam masa siaga untuk menghadapi potensi peningkatan kasus KDRT. Kekhawatiran ini bukan muncul tanpa alasan. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Research in Crime and Delinquency, melansir The Guardian, menganalisis data laporan KDRT di wilayah Lancashire, Inggris, selama Piala Dunia FIFA 2002, 2006, dan 2010.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah laporan KDRT meningkat sekitar 26 persen ketika tim nasional Inggris bertanding dibandingkan hari-hari biasa. Angka tersebut bahkan meningkat menjadi sekitar 38 persen ketika Inggris mengalami kekalahan. Sementara itu, ketika Inggris memenangkan pertandingan atau bermain imbang, peningkatan kasus tetap terjadi, meski tidak sebesar saat tim mengalami kekalahan.

Kekhawatiran serupa juga muncul saat Euro 2024. Dewan Kepala Kepolisian Nasional Inggris, melansir BBC, mencatat sekitar 300 laporan KDRT diterima dalam periode yang berdekatan dengan penyelenggaraan turnamen, sehingga aparat kembali meningkatkan kewaspadaan setiap kali kompetisi sepak bola besar berlangsung.

Mengapa Hal Ini Terjadi?

Pelaku Umumnya Mengalami Puncak Emosi Akibat Pertandingan/Foto: Magnific.com

CPS menilai hasil pertandingan bukan satu-satunya penyebab. Namun, pertandingan dengan tensi tinggi dapat memicu ledakan emosi, terutama ketika dipadukan dengan konsumsi alkohol, konflik rumah tangga yang telah berlangsung lama, atau hubungan yang memang sudah tidak sehat.

Selama turnamen besar seperti Piala Dunia, banyak orang menghabiskan waktu menonton pertandingan bersama keluarga atau teman. Ketika hasil pertandingan tidak sesuai harapan, sebagian orang dapat mengalami ledakan emosi, frustrasi, hingga kemarahan. Kondisi tersebut terkadang diperparah oleh konsumsi minuman beralkohol atau konflik yang telah terjadi sebelumnya di dalam rumah tangga.

Meski demikian, penelitian tersebut menunjukkan adanya pola yang konsisten dari waktu ke waktu sehingga menjadi perhatian serius berbagai pihak. Intinya, bukan pertandingan sepak bola yang menciptakan pelaku kekerasan, namun, momen tersebut dapat menjadi pemicu bagi pelaku yang memang telah memiliki perilaku abusif.

Aparat dan Layanan Perlindungan Korban Tingkatkan Kesiagaan

Aparat Siaga Menghadapi Kemungkinan Peningkatan Laporan/Foto: Magnific.com/DC Studio

Mengantisipasi kemungkinan meningkatnya laporan selama Piala Dunia 2026, CPS menyatakan telah bekerja sama dengan kepolisian dan berbagai lembaga pendukung korban untuk memastikan setiap laporan dapat ditangani dengan cepat.

Masyarakat juga diimbau untuk tidak menganggap KDRT sebagai masalah pribadi yang harus disembunyikan. Korban maupun orang-orang di sekitarnya didorong untuk segera mencari bantuan apabila mengalami atau menyaksikan tindak kekerasan.

Di sisi lain, sejumlah organisasi perlindungan perempuan turut memanfaatkan momentum Piala Dunia untuk meningkatkan kampanye kesadaran mengenai KDRT. Salah satunya melalui kampanye The Other Kick Off yang diinisiasi Women's Aid. Kampanye tersebut, melansir The Guardian, mengingatkan bahwa ketika banyak orang menghitung mundur waktu menuju kick-off pertandingan, sebagian korban justru dihantui kecemasan karena khawatir kekerasan akan terjadi setelah peluit pertandingan dibunyikan.

Melalui kampanye itu, Women's Aid juga menekankan bahwa olahraga tidak pernah menjadi penyebab KDRT. Fokus utama harus tetap diarahkan kepada pelaku yang memilih melakukan kekerasan. Mereka berharap masyarakat memahami bahwa di balik kemeriahan pertandingan, masih ada sebagian orang yang justru menghadapi ancaman kekerasan di rumah.

Piala Dunia memang menghadirkan kegembiraan bagi jutaan penggemar sepak bola. Namun, di balik setiap sorak sorai di stadion maupun ruang keluarga, ada sebagian orang yang justru hidup dalam ketakutan. Saatnya bersikap waspada dan jangan sampai hal seperti ini diabaikan apalagi dinormalisasi.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE