Tradisi Lebaran di 4 Negara yang Mayoritas Muslim
Dalam merayakan Hari Raya Idulfitri, negara-negara yang mayoritas Muslim punya tradisi tersendiri untuk merayakannya. Misalnya, orang Indonesia ada tradisi Lebaran Halal Bihalal, yang mana mereka saling door to door ke rumah sanak keluarga dan tetangga. Tujuannya tentu untuk menyambung tali silaturahmi dan saling memaafkan satu sama lain.
Jika di Indonesia ada tradisi Halal Bihalal, bagaimana dengan negara-negara lain di dunia? Apakah mereka punya tradisi yang jauh lebih unik?
1. Turki
Ilustrasi tradisi berbagi permen saat Lebaran/Foto: Freepik.com/freepik
Tradisi Lebaran di negara Sekuler satu ini sedikit berbeda dengan Indonesia. Di Turki, saat malam Idulfitri tidak ada takbir, mayoritas perempuan di sana tidak turut salat Eid di masjid. Selain itu, ada tradisi unik lain yang dinamakan seker bayram.
Menurut penuturan Wardah Jamilah, seorang pelajar Indonesia di Sivas, Turki, tradisi seker adalah momen di mana anak-anak berkunjung ke rumah-rumah untuk mendapatkan permen atau makanan manis lain.
“Hanya di Idulfitri, anak kecil itu mendatangi satu rumah ke rumah yang lain untuk mendapatkan seker. Seker itu permen. Jadi, ada beberapa yang sama (permen) tapi ada yang berbeda juga,” ujar Wardah pada CNN Indonesia.
2. Uni Emirat Arab
Gambaran firework display di Dubai/Foto: Instagram.com/abcnews
Selanjutnya tradisi Lebaran di Uni Emirat Arab. Di negara ini, masyarakat lokal merayakan Idulfitri dengan menyajikan makanan khas budaya termasuk biryani, mandhi, koshari, mansaf, atau yang paling populer hidangan ouzi.
Merujuk Grazia Magazine, ouzi adalah hidangan Idulfitri populer di UEA yang terbuat dari daging yang dimarinasi dan dimasak perlahan selama berjam-jam. Daging tersebut dicampur dengan nasi dan dihiasi dengan kacang pinus yang digoreng.
Selain menyajikan hidangan khas, tradisi Lebaran yang sangat di gemari di UEA adalah pertunjukan kembang api. Setiap tahun, warga berkumpul di tempat populer seperti Bluewaters, Dubai dan Yas Bay di Abu Dhabi untuk menyaksikan pesta kembang api.
Acara ini biasanya diiringi suasana seperti karnaval, termasuk kios makanan, tempat belanja, dan live entertainment.
3. Afganistan
Potret adu telur di Afganistan/Foto: Afganistan Analysts Network
Afganistan tidak kalah unik dalam merayakan Idulfitri. Masyarakat di sana memiliki tradisi adu pecah telur rebus (Tokhm Jangi). Permainan ini dimainkan oleh anak-anak hingga orang dewasa.
Ternyata, tradisi Tokhm Jangi bukan sekadar permainan atau hiburan belaka, melainkan melambangkan keberuntungan dan ketahanan. Telur siapa yang mampu bertahan alias tidak pecah sampai akhir permainan dianggap sebagai simbol kekuatan si pemain dalam menjalani hidup.
4. Pakistan
Ilustrasi sheer khurma/Foto: Times of India
Berada di bagian selatan Benua Asia bersama Afganistan, Pakistan juga mempunyai tradisi Lebaran berupa membuat sheer khurma. Pada pagi hari tepat Hari Raya Idulfitri, warga lokal menyiapkan sheer khurma, sebuah pudding bihun yang kaya rasa yang dimasak dengan susu, kurma, kacang-kacangan, dan gula.
Sheer Khurma merupakan hidangan utama dalam perayaan Idulfitri dan dibagikan kepada keluarga, teman, dan tetangga yang berkunjung sepanjang hari. Tindakan berbagi sheer khurma mewujudkan semangat kemurahan hati dan keramahan yang mendefinisikan perayaan Idulfitri, melansir Times of India.
Itu dia beberapa tradisi lebaran di berbagai negara yang unik namun tetap memberikan nilai. Kalau tradisi Lebaran versi Beauties ada tidak, nih?
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiwa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!