Viral di Medsos Kakek Penjual Es Kue Jadul Dituduh Pakai Bahan Spons, Ternyata Tidak Terbukti dan Layak Konsumsi

Nadya Quamila | Beautynesia
Selasa, 27 Jan 2026 15:30 WIB
Viral di Medsos Kakek Penjual Es Kue Jadul Dituduh Pakai Bahan Spons, Ternyata Tidak Terbukti dan Layak Konsumsi
Viral di Medsos Kakek Penjual Es Kue Jadul Dituduh Pakai Bahan Spons, Ternyata Tidak Terbukti dan Layak Konsumsi/Foto: Dok. Istimewa/tangkapan layar

Viral di media sosial seorang kakek pedagang es jadul dituduh menggunakan bahan spons. Video yang beredar luas itu memperlihatkan dua oknum yang diduga aparat menuding kakek tersebut menjual es dari bahan spons. Tapi ternyata hal tersebut tidak terbukti, Beauties.

Dua aparat tersebut terlihat menjelaskan menjelaskan penemuan es jadul berbahan spons. Kakek penjual tersebut tampak diam saja saat melihat dagangannya diperiksa. Kejadian ini berlokasi di Kemayoran, Jakarta Pusat.

Kedua aparat tersebut lantas berusaha membuktikan bahwa es berbahan spons dengan membakar dan memeras es kue. Hal itu dilakukan untuk membuktikan bahwa bahas es terbuat dari spons. Es kue jadul tersebut terlihat meleleh.

"Ini kita dapat penjual es kue jadul yang dulu pernah kita makan. Harap hati-hati bagi orang tua, karena ini sudah direkayasa dengan bahan bukan kue lagi atau pudding tapi bahan spons ya pak Babinsa. Nah ini bisa dilihat ini bahannya spons," ujar seorang aparat.

Lalu, salah seorang aparat meminta kakek penjual untuk mencoba es jadul dagangannya. "Makan ini, makan, habisin, yang modar biar kamu jangan anak-anak ya," ucap aparat itu sambil menyodorkan es kue ke kakek pedagang.

Tuduhan Tidak Terbukti, Es Kue Jadul Layak Dikonsumsi

Viral Isu Es Kue Berbahan Spons, Begini Asal-usul Es Kue yang Melegenda

Ilustrasi es kue/Foto: Site Culinary/Visual

Polisi lalu menyelidiki lebih lanjut terkait penemuan es kue jadul yang disebut dua aparat di dalam video viral tersebut diduga terbuat dari bahan spons. 

Dari pemeriksaan langsung oleh Tim Keamanan Pangan (Security Food) Dokpol Polda Metro Jaya, seluruh sampel es kue, es gabus, agar-agar, dan cokelat dipastikan aman dan laik dikonsumsi. Roby memastikan tidak ada bahan berbahaya di dalamnya. Maka, tuduhan es kue jadul terbuat dari bahan spons tidak terbukti.

"Tim Dokkes telah melakukan pemeriksaan menyeluruh dan hasilnya jelas. Produk tersebut layak dikonsumsi atau tidak mengandung zat berbahaya. Namun untuk menjamin ketenangan publik dan memastikan hasil yang lebih pasti dan ilmiah, kami juga mengirim sampel ke Dinas Kesehatan dan Laboratorium Forensik (Labfor) Polri untuk hasil resmi masih menunggu proses uji," jelas Roby, dikutip dari detikNews.

Tak hanya itu, tim penyidik dari Krimsus juga melakukan penelusuran ke tempat pembuatan es yang berlokasi di Depok. Roby memastikan tidak ada penggunaan spons pada es tersebut seperti yang dinarasikan di media sosial.

"Hasilnya tetap konsisten tidak ada penggunaan bahan berbahaya maupun material spons sebagaimana isu yang beredar luas di media sosial," ujarnya.

Setelah seluruh pemeriksaan dinyatakan aman, kakek penjual es jadul bernama Suderajat dipulangkan kembali ke rumahnya di Kota Depok. Polisi juga memberikan penggantian uang atas barang dagangan yang sempat diamankan untuk pemeriksaan.

"Kami memahami bahwa pedagang kecil sangat bergantung pada hasil jualan hariannya. Karena itu, sebagai wujud empati, kami mengganti kerugian atas barang dagangan yang harus diuji. Kami ingin memastikan masyarakat terlindungi, tetapi juga tidak ada pihak yang dirugikan," kata Roby.

Aksi dua aparat di video yang viral di media sosial itu menuai kecaman tajam dari netizen, Beauties. Netizen menyayangkan aksi penuduhan tanpa disertai pemeriksaan yang lebih mendalam. Netizen juga ramai bersimpati kepada kakek penjual es jadul tersebut.

"Sakit hati banget ngeliat Bapaknya digituin. Apalagi pas tuh oknum maksa nyuapin, “Abisin. ABISIN! Yang modar biar kamu. Jangan anak-anak kecil.” Lagian kalo itu beneran makanan berbahaya, KALIAN GAK PUNYA KOMPETENSI UNTUK MERIKSA!!! Minta maaf nggak kalian berdua," tulis seorang netizen.

"Agaknya mereka mereka yang turun dan bersinggungan dengan masyarakat perlu semacam pelatihan untuk ngomong dengan masyarakat dengan cara yang santun," ucap netizen lainnya.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE