Viral Tren "Unboxing Mahar" Lecehkan Perempuan, Stop Candaan Seksis!

Riswinanti Pawestri Permatasari | Beautynesia
Senin, 23 Feb 2026 07:00 WIB
Viral Tren Unboxing Mahar Lecehkan Perempuan, Stop Candaan Seksis!/Foto: TikTok

Dengan kisaran pengguna mencapai 5,24 miliar, menurut data Digital 2025 yang dirilis We Are Social, media sosial jelas punya kekuatan besar untuk menciptakan tren dalam hitungan hitungan jam. Namun sayang, segelintir orang justru memanfaatkan hal ini dengan kurang bijak. Salah satunya adalah para pengguna yang baru-baru ini mengunggah konten terkait “Unboxing Mahar”.

 “Unboxing Mahar” belakangan ramai diperbincangkan di platform-platform media sosial, seperti TikTok, karena dianggap mengandung unsur humor yang melecehkan perempuan. Pengunggahnya mungkin mengungkap bahwa ini hanya candaan, namun banyak pihak yang menyikapinya sebagai tindakan yang menormalisasi humor seksis dalam ruang digital. Seperti apa fenomenanya? Kenapa konten-konten ini dinilai berbahaya? Berikut penjelasannya!

Sekilas tentang Tren Unboxing Mahar


Salah Satu Unggahan Tren Unboxing Mahar di TikTok/Foto: TikTok
Format konten ini mengambil istilah unboxing dari video membuka produk populer, tetapi kemudian dikaitkan dengan mahar dan tubuh perempuan secara intim. Banyak konten menunjukkan reaksi pria yang kemudian dipandang sebagai bentuk sikap merendahkan martabat perempuan./Foto: Dok. TikTok

Fenomena ini menampilkan video berisi sudut pandang (POV) pria yang sedang melakukan “unboxing” setelah membayar mahar dengan nilai fantastis. Tren ini pada dasarnya mengadaptasi format video membuka produk yang biasa dipakai untuk membuka barang baru dari hasil belanja online. Hanya saja, konten-konten kali ini kemudian dialihkan pada konteks pernikahan dan merujuk pada kondisi organ intim perempuan.

Video-video yang banyak beredar di TikTok tersebut biasanya dibuka dengan teks seperti “PoV (Point of View) unboxing mahar 500 juta” atau nominal mahar lain, lalu diikuti oleh adegan dari sudut pandang seorang pria yang mengarahkan kamera ke arah tubuh pasangannya dengan ekspresi wajah yang seolah menilai atau ‘mengomentari’ apa yang dilihatnya.

Beberapa konten menunjukkan ekspresi pria dengan ekspresi jijik atau tindakan yang dianggap merendahkan. Meski demikian, beberapa juga menampilkan wajah kagum dan puas dengan hasil “unboxing” yang dilakukannya.

(naq/naq)