Viral Warga China Berunjuk Rasa Sambil Memegang Kertas Putih Kosong, Apa Maksudnya?

Nadya Quamila | Beautynesia
Selasa, 29 Nov 2022 20:00 WIB
Viral Warga China Berunjuk Rasa Sambil Memegang Kertas Putih Kosong, Apa Maksudnya?/Foto: Getty Images/Kevin Frayer

Pada umumnya, demonstrasi diwarnai dengan pengunjuk rasa memegang kertas atau spanduk yang bertuliskan protes atau apa yang diperjuangkan. Namun, pemandangan berbeda justru terjadi di China, di mana warga yang berunjuk rasa mengacungkan kertas putih kosong. Apa yang terjadi?

Aksi protes tersebut terjadi di berbagai kota di China, mulai dari Beijing hingga Shanghai. Protes pecah karena warga frustasi terhadap kebijakan lockdown akibat COVID-19 yang begitu ketat dari pemerintah.

Dilansir dari The Guardian, ramai warga berkumpul menyalakan lilin dan melakukan aksi protes. Di beberapa tempat, seperti Wuhan, warga menerobos batas lockdown. Di Shanghai, warga bentrok dengan polisi. Tak hanya menyalakan lilin, mereka juga menyalakan mengaktifkan lampu di ponsel, memegang kertas kosong, dan menyerukan protes untuk mengakhiri kebijakan lockdown COVID-19 yang terlampau ketat.

Protes di China, warga acungkan kertas putih kosong/ Foto: Getty Images/Kevin Frayer

Aksi protes karena rasa frustasi terkait kebijakan nol-Covid dan lockdown ketat ini telah berlangsung cukup lama. Ketika negara lain telah berusaha kembali ke kehidupan normal sebelum adanya pandemi, warga di China justru masih menjadi sasaran penguncian.

Pada bulan September lalu, sebuah bus yang membawa orang ke pusat karantina Guizhou pada malam hari mengalami kecelakaan, menewaskan 27 orang. Sementara itu bulan Oktober lalu di Zhengzhou, ribuan pekerja di pabrik Apple iPhone bentrok dengan polisi dan merobohkan barikade, sebagian karena lockdown Covid.

Ketika daftar insiden bertambah, warga semakin diliputi amarah dan bersikap skeptis. Namun, protes warga tersebut berusaha disensor oleh pemerintah. Dilansir dari CNN Indonesia, China memang menerapkan sensor ketat di berbagai jejaring sosial. Segala bentuk protes terhadap pemerintah yang dituangkan di jagat maya akan hilang dalam sekejap.

Protes di China, warga acungkan kertas putih kosong/ Foto: Anadolu Agency via Getty Images/Anadolu Agency

Sensor serupa juga diterapkan ketika demonstrasi menjalar di berbagai kota di China sepanjang akhir pekan lalu. Demonstrasi ini dipicu oleh tewasnya 10 orang dalam kebakaran gedung di Urumqi, Xinjiang, yang telah alami lockdown selama sekitar 100 hari. Warga menganggap korban berjatuhan karena petugas pemadam kebakaran terlambat tiba di lokasi lantaran terhambat lockdown Covid-19 yang terlampau ketat.

Pada Sabtu (26/11), warga protes dan meneriakkan agar partai Komunis Tiongkok dan pemimpin Xi Jinping mundur. Pada hari Minggu (27/11), gelombang demonstrasi yang mengungkapkan solidaritas dengan Urumqi dan rasa frustrasi lokal telah menyebar ke kota-kota termasuk ibu kota Beijing, Shanghai, Chengdu, Wuhan, Lanzhou, Nanjing, dan lusinan kampus universitas.

(naq/naq)