Wajibkah Memberi Uang Lebaran ke Ponakan? Ini Penjelasan dan Etikanya

Nindya Putri Hermansyah | Beautynesia
Minggu, 15 Mar 2026 11:00 WIB
Bagi Rata sebagai Bentuk Keadilan
Ilustrasibagi rata/studioarabiya.com

Lebaran selalu identik dengan momen berkumpul bersama keluarga besar. Di tengah suasana hangat tersebut, muncul satu kebiasaan yang hampir selalu dinantikan anak-anak, yakni menerima uang Lebaran dari om, tante, atau kerabat yang lebih dewasa. Tradisi ini sering kali dilakukan spontan sebagai bentuk berbagi kebahagiaan, namun dalam praktiknya tak jarang berubah menjadi tekanan sosial bagi sebagian orang.

Beauties, banyak yang akhirnya bertanya-tanya: apakah memberi uang Lebaran kepada ponakan itu sebuah kewajiban yang harus dilakukan, atau hanya bentuk kebaikan yang sifatnya sukarela? Jika kondisi keuangan sedang terbatas, apakah wajar jika tidak memberi? Lalu, bagaimana etika yang tepat agar tradisi ini tetap bermakna tanpa menimbulkan rasa tidak enak di antara anggota keluarga? Simak selengkapnya di sini, yuk!

Sukarela dan Bukan Kewajiban

Ilustrasi sukarela/https://scoopempire.com: Al Bilad Press

Dalam perspektif Islam, memberi hadiah saat hari raya bukanlah kewajiban yang mengikat. Para ulama di Dar Al-Ifta’ menjelaskan bahwa pemberian hadiah, termasuk uang Lebaran, merupakan bentuk muamalah sosial yang dianjurkan karena dapat mempererat silaturahmi, namun tidak pernah ditetapkan sebagai kewajiban agama.

Dalam kajian mereka tentang praktik memberi hadiah di hari raya, dijelaskan bahwa tidak ada dalil Al-Qur’an maupun hadis sahih yang mewajibkan seseorang memberi uang kepada anak-anak atau kerabat tertentu saat Lebaran. Pemberian tersebut dipandang sebagai kebiasaan baik yang boleh dilakukan selama tidak diyakini sebagai bagian dari ibadah wajib.

Artinya, kamu tidak perlu merasa bersalah atau berdosa jika suatu waktu tidak mampu memberi uang Lebaran kepada ponakan. Tradisi ini seharusnya tetap berada dalam koridor sukarela, bukan menjadi target sosial yang memaksa atau memberatkan.

Sesuaikan dengan Kemampuan

Ilustrasi memberi uang saku Lebaran/https://www.iloveqatar.net

Meta desc: Pemberian uang Lebaran sebaiknya dilakukan sesuai kondisi keuangan masing-masing agar tidak menimbulkan beban finansial maupun tekanan batin.

Etika memberi dalam Islam dan budaya global selalu menekankan prinsip kemampuan. Ketika seseorang memberi di luar kemampuannya, nilai kebaikan justru bisa berubah menjadi tekanan psikologis.

Pandangan ini sejalan dengan prinsip Islam yang menekankan bahwa sedekah atau pemberian terbaik adalah yang dilakukan tanpa menyulitkan diri sendiri. Islam tidak mendorong umatnya untuk memaksakan pemberian hingga menimbulkan kesulitan ekonomi, terlebih jika masih memiliki tanggungan lain yang lebih mendesak.

Bagi kamu yang sudah berkeluarga, memiliki cicilan, atau sedang menata ulang keuangan, menyesuaikan nominal uang Lebaran dengan kemampuan pribadi adalah hal yang sangat wajar. Tidak ada standar nominal yang benar atau salah, karena nilai utama dari tradisi ini bukan terletak pada jumlah uangnya, melainkan niat dan ketulusan di baliknya.

Bagi Rata sebagai Bentuk Keadilan

Ilustrasibagi rata/studioarabiya.com

Meta desc: Membagi uang Lebaran secara relatif adil dapat menjaga keharmonisan keluarga dan mencegah rasa iri di antara anak-anak.

Aha! Parenting menjelaskan bahwa anak sangat peka terhadap perlakuan yang tidak seimbang, terutama dalam konteks hadiah. Perbedaan perlakuan yang mencolok bisa memicu rasa cemburu, iri, bahkan konflik kecil antar saudara atau sepupu.

Dalam konteks keluarga besar, membagi uang Lebaran secara relatif merata dapat membantu menjaga suasana tetap harmonis. Bukan berarti jumlahnya harus persis sama, tetapi setidaknya tidak menunjukkan perbedaan yang ekstrem tanpa alasan yang jelas. Prinsip ini juga selaras dengan nilai keadilan sosial yang dijunjung tinggi dalam ajaran Islam.

Alternatif Lain

Ilustrasi hadiah/studioarabiya.com

Memberi uang bukan satu-satunya cara untuk menunjukkan kasih sayang saat Lebaran. Psychology Today menyebutkan bahwa perhatian emosional sering kali lebih diingat anak dibandingkan hadiah materi. Anak akan mengingat siapa yang meluangkan waktu, berbicara dengan hangat, dan menunjukkan ketulusan, bukan hanya siapa yang memberi uang paling banyak.

Jika kamu tidak bisa memberi uang Lebaran, masih banyak alternatif lain yang bermakna. Memberi makanan buatan sendiri, membawakan kue khas Lebaran, atau sekadar meluangkan waktu bermain dan bercengkerama dengan ponakan juga merupakan bentuk perhatian yang sangat berharga. Dalam banyak budaya internasional, hadiah non-materi justru dianggap lebih personal dan bermakna.

Beauties, tradisi memberi uang Lebaran seharusnya menjadi sumber kebahagiaan, bukan tekanan. Dengan memahami bahwa praktik ini bersifat sukarela, dilakukan sesuai kemampuan, dijaga keadilannya, dan bisa digantikan dengan bentuk perhatian lain, kamu bisa merayakan Lebaran dengan lebih tenang dan bermakna. 

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE