Kabut asap dan polusi udara akhir-akhir ini memang menjadi topik pembicaraan yang hangat di Indonesia. Terbaru, negara tetangga Indonesia, Singapura, mendeteksi adanya total 51 titik api kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatra, Indonesia, selama akhir pekan kemarin.
Hal tersebut membuat Singapura mewanti-wanti masyarakat akan risiko cuaca berkabut asap dalam beberapa waktu ke depan menyusul peningkatan titik api karhutla di Sumatra.
Menurut Badan Lingkungan Hidup Nasional (National Environment Agency/NEA), ada 23 titik api yang terdeteksi pada Minggu (3/9) dan 28 titik api di hari sebelumnya, sebagaimana dilansir dari CNN Indonesia. Sebagian besar titik api itu berada dari wilayah selatan Sumatra.
Selain itu, musim kemarau juga diprediksi akan tetap berlangsung dalam beberapa pekan ke depan di selatan dan tengah Sumatra sehingga titik api dikhawatirkan akan terus bertambah.
"Hal ini dapat meningkatkan situasi hotspot dan kabut asap di sana, dan menimbulkan risiko berkabut yang mempengaruhi Singapura," demikian unggahan NEA, seperti dikutip CNN Indonesia dari Channel News Asia.