3 Dampak Abu Vulkanik bagi Kesehatan, dari Pernapasan Sampai Iritasi Kulit

Florence Febriani Susanto | Beautynesia
Senin, 07 Sep 2026 07:00 WIB
Abu Vulkanik Dapat Mengganggu Pernapasan
Mengganggu Pernapasan/Foto: Magnific

Abu vulkanik Anak Krakatau tengah menjadi perhatian setelah aktivitas erupsi menerus di Selat Sunda. Abu dari erupsi tersebut dilaporkan telah menyebar ke sejumlah wilayah, termasuk kawasan Jabodetabek, sehingga masyarakat perlu lebih memperhatikan kondisi udara dan lingkungan di sekitarnya.

Lantas, apa saja dampak abu vulkanik bagi kesehatan yang perlu kamu waspadai?

Apa Itu Abu Vulkanik?

Abu Vulkanik/Foto: Magnific

Kalau mendengar kata “abu”, kamu mungkin langsung membayangkan sisa pembakaran yang ringan dan mudah dibersihkan. Padahal, abu vulkanik berbeda. Melansir dari The International Volcanic Health Hazard Network, material ini terdiri dari pecahan batuan vulkanik yang ukurannya sangat kecil, bahkan kurang dari 2 milimeter.

Saat erupsi terjadi, partikel tersebut dapat terlontar ke udara dan terbawa angin hingga wilayah yang cukup jauh dari gunung api. Warnanya pun bisa beragam, mulai dari abu-abu terang hingga hitam. Ukurannya juga bisa terasa seperti butiran pasir sampai sangat halus menyerupai bedak.

Nah, di sinilah masalahnya. Partikel yang sangat halus dapat terhirup, masuk ke mata, atau menempel pada kulit. Abu yang baru saja jatuh juga dapat memiliki lapisan asam yang berpotensi menyebabkan iritasi pada paru-paru dan mata.

Meski begitu, abu vulkanik tidak selalu berdampak buruk. Dalam jangka panjang, endapan abu dapat bercampur dengan tanah dan membantu membuat wilayah vulkanik menjadi subur. Namun, untuk abu yang baru terpapar setelah erupsi, kamu tetap perlu lebih berhati-hati.

Abu Vulkanik Dapat Mengganggu Pernapasan

Mengganggu Pernapasan/Foto: Magnific

Salah satu dampak abu vulkanik yang paling perlu diperhatikan berkaitan dengan sistem pernapasan. Partikel yang sangat halus dapat ikut masuk ketika kamu menghirup udara yang sudah terkontaminasi abu.

Pada paparan tinggi, bahkan orang yang sebelumnya sehat dapat mengalami rasa tidak nyaman di dada, batuk, atau iritasi. Keluhannya bisa berupa hidung berair, tenggorokan terasa sakit, batuk kering, sampai napas yang terasa tidak nyaman.

Bagi kamu yang memiliki asma atau bronkitis, kondisinya perlu lebih diperhatikan. Paparan abu dapat memperparah batuk, mengi, produksi dahak, maupun sesak napas dan keluhannya bisa bertahan beberapa hari setelah paparan.

Jadi, kalau udara di sekitar rumah sedang dipenuhi abu, jangan menunggu sampai batuk atau sesak muncul baru mulai berhati-hati. Semakin sedikit paparan yang kamu terima, semakin baik.

Paparan Abu Membuat Mata Perih dan Iritasi

Membuat Mata Perih/Foto: Magnific

Pernah merasa mata seperti kemasukan debu kecil yang tidak kunjung hilang? Sensasi tersebut bisa muncul ketika mata terkena abu vulkanik.

Partikel abu dapat membuat mata terasa gatal, perih, merah, atau terus mengeluarkan air mata. Pada kondisi tertentu, butiran yang lebih kasar bahkan dapat menggores permukaan kornea.

Paparan juga dapat menyebabkan konjungtivitis akut, dengan gejala seperti mata merah, sensasi terbakar, dan lebih sensitif terhadap cahaya. Karena itu, jangan asal mengucek mata ketika terasa mengganjal setelah berada di area yang terkena abu.

Buat kamu yang menggunakan lensa kontak, risikonya juga perlu diperhatikan. Abu yang terjebak di antara lensa dan permukaan mata dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya iritasi atau goresan.

Abu Dapat Menyebabkan Iritasi Kulit

Penyebab Iritasi Kulit/Foto: Magnific

Tidak hanya mata dan hidung yang bisa terdampak. Kulit juga dapat mengalami reaksi ketika bersentuhan dengan abu vulkanik, meskipun iritasi kulit bukan keluhan yang paling umum.

Beberapa orang dapat mengalami kulit kemerahan dan terasa iritasi, terutama jika abu yang menempel memiliki sifat asam. Rasa tidak nyaman tersebut mungkin membuat kamu ingin terus menggaruk area yang terkena.

Padahal, menggaruk justru dapat membuat kulit terluka dan meningkatkan risiko terjadinya infeksi sekunder. Jadi, setelah beraktivitas di area yang terkena abu, jangan lupa memperhatikan kebersihan kulit juga.

Beauties, kalau lingkunganmu mulai terkena abu vulkanik Anak Krakatau, jangan tunggu sampai tubuh memberikan peringatan dulu. Kurangi paparan dan tetap perhatikan kondisi pernapasan, mata, maupun kulitmu! Stay safe dan tetap jaga kesehatan, ya, Beauties!

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.