3 Perbedaan Mendasar Diet dan Defisit Kalori yang Harus Kamu Ketahui
Beauties, apakah kamu berpikir kalo diet itu artinya menahan lapar seharian? Menurunkan  berat badan  kini hampir menjadi tujuan banyak perempuan baik untuk hidup sehat maupun tampil lebih percaya diri dengan body goals impian.Â
Namun, masih banyak orang yang salah kaprah menyamakan diet dan defisit kalori dalam program penurunan berat badan. Padahal keduanya memiliki konsep dasar yang cukup berbeda, lho!Â
Lantas manakah yang paling efektif untuk menurunkan berat badan? Simak penjelasan berikut agar program penurunan berat badanmu tidak sia-sia, Beauties!Â
Gaya Hidup Vs Matematika Tubuh
Gaya Hidup VS Matematika Tubuh/Foto:Pexels/www.kaboompics.com
Perbedaan yang mendasar antara diet dan defisit kalori terletak pada definisi. Melansir dari Healthline, diet berkaitan dengan gaya hidup yang mengatur pola makan mengikuti pedoman nutrisi tertentu. Diet tidak melulu mengurangi makan, ada diet untuk kesehatan jantung, diet untuk penderita diabetes, diet berbasis tumbuhan, dan lain sebagainya.
Sementara defisit kalori adalah hukum utama dari penurunan berat badan. Dilansir dari WebMD, defisit kalori adalah kondisi matematis dimana kalori yang kamu makan lebih sedikit daripada kalori yang kamu bakar setiap harinya.
Jenis Makanan dan Jumlah Energi
Jenis Makanan dan Jumlah Energi/Foto: Pexels/Vanessa Loring
Beauties, saat berbicara tentang diet, umumnya berfokus pada apa yang boleh dan tidak boleh dimakan. Contohnya, diet keto (membatasi karbo), diet vegan (menghindari produk hewani), atau clean eating (membatasi gula atau pengawet buatan).
Sebaliknya, defisit kalori sendiri tidak melarang jenis makanan tertentu, melainkan berkaitan dengan berapa banyak energi yang masuk ke dalam tubuh. Defisit kalori bisa menjadi langkah efektif untuk menurunkan berat badan dan menjaga kesehatan, namun penerapannya harus disesuaikan dengan kebutuhan kalori harian masing-masing individu.
Aturan Ketat Vs Bebas Asal TerukurÂ
Aturan Ketat VS Bebas Asal Terukur/Foto: Pexels/Cats ComingÂ
Banyak metode diet memiliki aturan yang kaku dan seringkali menyiksa, seperti jam makan hanya 4 jam atau dilarang makan nasi putih sama sekali. Cara seperti ini membuat banyak pelaku diet merasa tertekan dan gagal di tengah jalan
Sementara itu, pendekatan defisit kalori memungkinkan kamu untuk makan apa saja atau jauh lebih fleksibel, selama total kalori harianmu di bawah angka TDEE (Total Daily Energy Expenditure). Meski demikian, usahakan makananmu tetap memiliki gizi yang seimbang, ya Beauties.
Dari penjelasan di atas, keduanya memang saling berkaitan dalam program penurunan berat badan. Diet bisa dijadikan 'kendaraannya', sementara defisit kalori adalah bahan bakar untuk membawamu menuju pada tubuh yang sehat dan ideal.
Nah, Bagaimana? Kamu sudah mendapatkan insight baru untuk memulai program diet yang lebih sehat, Beuaties?
---
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!