4 Cara Memasak Daging Empuk Tanpa Presto, Bikin Sajian Lebaran Lebih Enak!

Nindya Putri Hermansyah | Beautynesia
Kamis, 19 Mar 2026 09:00 WIB
1. Gunakan Metode Perebusan 5-30-7
Ilustrasi memasak daging/Freepik: KamranAydinov

Memasak daging sering kali jadi tantangan tersendiri bagi banyak orang. Sudah dimasak lama, tapi hasilnya masih keras dan susah dikunyah.

Akhirnya, banyak orang langsung berpikir bahwa panci presto adalah satu-satunya solusi agar daging bisa empuk dan lembut. Padahal, tanpa alat khusus pun kamu tetap bisa memasak daging yang empuk dan enak jika tahu caranya. Dengan teknik yang tepat dan bahan dapur sederhana, daging bisa matang sempurna tanpa alot.

Lalu, bagaimana cara memasak daging empuk tanpa presto yang bisa kamu coba sendiri di rumah?

1. Gunakan Metode Perebusan 5-30-7

Ilustrasi memasak daging/Freepik: KamranAydinov

Metode perebusan 5-30-7 dikenal luas sebagai cara memasak daging tanpa presto yang mengandalkan panas bertahap dan waktu istirahat. Caranya adalah merebus daging selama lima menit hingga mendidih, mematikan api dan mendiamkannya selama tiga puluh menit dalam panci tertutup, lalu merebus kembali selama tujuh menit.

Teknik ini memungkinkan panas meresap perlahan ke dalam serat daging tanpa membuat protein otot mengerut secara ekstrem. Prinsip ini sejalan dengan penjelasan Harold McGee, penulis buku On Food and Cooking. Dalam bukunya, ia menjelaskan bahwa protein otot akan mengeras jika dipanaskan secara agresif, tetapi akan melunak jika diberi waktu untuk beradaptasi dengan suhu panas. 

Dengan metode 5-30-7, kamu bisa memanfaatkan panas sisa untuk melunakkan jaringan ikat daging. Teknik ini sangat cocok untuk daging sapi atau kambing yang memiliki serat padat, karena kolagen akan mulai berubah menjadi gelatin tanpa kehilangan terlalu banyak cairan alami.

2. Marinasi dengan Bahan Alami

Ilustrasi marinasi dengan bahan alami/Freepik: bublikhaus

Marinasi bukan hanya bertujuan memperkaya rasa, tetapi juga berperan besar dalam mengempukkan daging. Bahan marinasi alami seperti nanas, pepaya, yogurt, atau air lemon mengandung enzim dan asam yang dapat memecah struktur protein pada permukaan daging. Proses ini membantu melemahkan serat otot sehingga daging lebih mudah empuk saat dimasak.

Dalam laman Food Quality & Safety Magazine, Dr. Kantha Shelke menyebutkan bahwa enzim alami seperti bromelain pada nanas dan papain pada pepaya bekerja langsung memecah ikatan protein otot. Ia menekankan bahwa marinasi efektif jika dilakukan dengan durasi yang tepat.

Selanjutnya, marinasi yang terlalu lama justru bisa merusak tekstur daging karena protein terurai berlebihan. Oleh karena itu, kamu disarankan merendam daging maksimal dua jam untuk bahan asam kuat, dan hingga delapan jam untuk bahan yang lebih ringan seperti yogurt. Dengan cara ini, daging menjadi empuk tanpa kehilangan struktur alaminya.

3. Potong Melawan Arah Serat dan Iris Tipis

Memotong daging melawan arah serat dan mengirisnya tipis membuat serat otot lebih pendek sehingga daging lebih mudah dikunyah.

Ilustrasi memasak/ Foto: unsplash.com/Jason Briscoe

Teknik pemotongan sering diabaikan, padahal berpengaruh besar pada tekstur akhir daging. Daging terdiri dari serat-serat panjang yang jika dipotong searah akan terasa lebih keras saat dikunyah. Sebaliknya, memotong melawan arah serat akan memendekkan serat tersebut sehingga daging terasa lebih empuk di mulut.

Melalui The New York Times Cooking, dijelaskan bahwa arah serat otot menentukan resistensi saat dikunyah, dan memotong melintang serat adalah cara termudah untuk meningkatkan keempukan tanpa mengubah metode masak.

Selain arah, ketebalan irisan juga berpengaruh. Irisan tipis memungkinkan panas masuk lebih cepat dan merata, sehingga daging matang tanpa perlu dimasak terlalu lama. Teknik ini sangat efektif untuk daging yang akan ditumis atau dimasak cepat setelah direbus, karena meminimalkan risiko tekstur keras.

4. Masak dengan Lambat (Slow Cooking)

Ilustrasi marinasi daging/Freepik: freepik

Terakhir, cara mengempukkan daging alami adalah memasaknya dengan lambat menggunakan api kecil. Teknik slow cooking memungkinkan kolagen dalam daging berubah menjadi gelatin secara bertahap, menciptakan tekstur lembut dan juicy tanpa membuat daging kering.

Harvard Health Publishing menyebut bahwa pemanasan bertahap mencegah kontraksi protein otot secara drastis. Suhu tinggi yang tiba-tiba justru membuat daging keras meski dimasak lama. Dengan api kecil dan kesabaran, kamu bisa memasak daging selama satu hingga tiga jam di panci biasa. Hasilnya adalah daging yang empuk alami tanpa perlu tekanan tinggi.

Itu dia sederet teknik memasak daging sapi empuk tanpa presto. Daging yang empuk tentu akan membuat sajian lebaranmu lebih enak ya, Beauties! Tertarik mencobanya langsung?

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE