4 Cara Simpan Takjil yang Benar Biar Nggak Mubazir dan Tetap Aman Dikonsumsi
Beli takjil saat kondisi lagi lapar-laparnya memang suka bikin kalap. Hal ini sangat sering terjadi bagi setiap orang oleh sebab rasa lapar yang memengaruhi keinginan untuk beli lebih dari yang dibutuhkan. Association for Psychological Science pernah melakukan eksperimen yang menyimpulkan bahwa orang yang sedang lapar cenderung ingin memperoleh lebih banyak hal dan membelinya dalam jumlah lebih besar dibanding mereka yang tidak lapar.
Meski alasan beli takjil banyak saat lapar ini punya dasar biologis yang valid, tak bisa disangkal bahwa hasil belanjaanmu juga akan menumpuk di meja makan. Banyak menu yang akhirnya tidak tersentuh karena perut sudah tak sanggup lagi menampung makanan usai buka puasa. Sudah kadung keluar banyak uang buat membelinya, masa iya harus berakhir di tong sampah? Mending simpan kelebihan takjil dengan cara-cara ini supaya nggak mubazir.
1. Simpan Takjil Sesuai Jenisnya
Menyimpan makanan sisa / Foto: pexels.com/Sarah Chai
Tidak semua takjil butuh perlakuan yang sama. Pilah dulu mana yang harus masuk kulkas dan mana yang aman di suhu ruang.Â
Buah-buahan
Buah yang tidak cepat busuk seperti pisang dan jeruk bisa dibiarkan di suhu ruang jika akan segera dikonsumsi. Sebaliknya, buah yang mudah rusak seperti stroberi dan anggur perlu langsung masuk kulkas. Untuk buah yang sudah dipotong, simpan dalam wadah kedap udara sebelum dimasukkan ke lemari pendingin.
Makanan bersantan
Jenis ini sangat mudah basi di suhu ruang, jadi langsung simpan dalam wadah tertutup dan masukkan ke kulkas.
Gorengan
Baiknya memang dimakan selagi hangat. Kalau ada sisa, tempatkan dalam wadah tertutup dan panaskan ulang sebelum dikonsumsi kembali.
Minuman manis
Simpan dalam lemari pendingin. Khusus untuk es buah yang isi dan kuahnya masih terpisah, simpan keduanya secara terpisah agar lebih awet.
Secara umum, makanan matang sebaiknya disimpan di kulkas dan habis dalam 2–3 hari, atau di freezer jika ingin disimpan lebih lama. Saat memanaskan ulang, pastikan makanan benar-benar panas hingga mendidih atau mengeluarkan uap, lalu habiskan saat itu juga. Mengutip NHS Forth Valley, sebisa mungkin hindari memanaskan makanan lebih dari sekali.
2. Simpan Takjil di Wadah Terpisah, Bersih, dan Tertutup
Menyimpan makanan di wadah terpisah / Foto: pexels.com/www.kaboompics.com
Punya takjil yang sudah dipilah dengan rapi akan jadi percuma kalau wadah penyimpanannya bermasalah. Gunakan wadah yang bersih dan terpisah untuk setiap satu jenis makanan supaya tidak ada kontaminasi silang.
Tutup rapat sebelum masuk kulkas, dan taruh makanan paling mudah basi di rak bagian atas yang suhunya lebih stabil. Tak lupa, tempelkan tanggal penyimpanan agar tahu kapan harus segera dihabiskan.
3. Pakai Sistem FIFO agar Takjil Tidak Basi di Kulkas
Menghangatkan makanan / Foto: pexels.com/FOX ^.ᆽ.^= ∫
Bila ingin menyantap sisa takjil di lain waktu, prioritaskan makanan yang mengandung bahan mudah rusak, seperti santan, susu, atau telur. Terapkan juga sistem FIFO (first in, first out) di mana makanan yang pertama masuk kulkas harus pertama kali dikonsumsi, supaya tidak ada makanan yang terbuang karena basi kelamaan di penyimpanan.
4. Takjil Sudah Terlanjur Basi? Lakukan Cara Anti-Mubazir Ini!
Sisa makanan / Foto: pexels.com/Alexander Grey
Kalau kondisi makanan sudah tidak meyakinkan, lebih baik tidak perlu dikonsumsi. Hindari juga memakan makanan yang tidak habis setelah dihangatkan. Agar tidak mubazir, Food and Agriculture Organization (FAO) menyarankan untuk mengompos sisa makanan. Alternatif lebih praktisnya, kamu bisa mengubur sisa makanan dalam tanah supaya tidak menimbulkan bau.Â
Cara seperti ini sangat berdampak dalam mengurangi limbah sisa makanan sekaligus bantu menyuburkan tanah. Kalau langkah tersebut terasa merepotkan, putus saja rantai penyebabnya dari awal, misal dengan masak bahan makanan secukupnya atau beli takjil seperlunya.
Beauties, menjalankan ibadah puasa Ramadan bukan cuma menahan diri dari lapar, tapi juga menahan diri untuk tidak berlebih-lebihan. Mengenai mubazir atau tidaknya takjil sudah semestinya dimulai dari keputusan sebelum membeli. Tapi kalau sudah terlanjur beli banyak, tips di atas diharapkan bisa jadi penyelamat.
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!