4 Kebiasaan Minum Saat Berbuka yang Diam-diam Bikin Tubuh Cepat Lemas

Shinta Khoiru Nikmah | Beautynesia
Jumat, 27 Feb 2026 17:30 WIB
3. Minum Terlalu Dingin Saat Perut Kosong
Minuman terlalu dingin/ Foto: Freepik.com/topntp26

Setelah seharian menahan lapar dan haus, momen berbuka puasa sering terasa seperti hal yang sangat dinanti di penghujung hari. Tenggorokan kering, energi menurun, kepala mulai terasa berat. Rasanya ingin segera minum apa saja dalam jumlah banyak.

Tapi hati-hati, Beauties. Cara kita minum saat berbuka ternyata sangat berpengaruh pada kondisi tubuh setelahnya. Bukannya segar, beberapa kebiasaan justru membuat tubuh terasa lebih cepat lemas, mengantuk, bahkan pusing.

Sebelum terlambat, ketahui 4 kebiasaan minum saat berbuka yang bisa membuat tubuh cepat kehilangan energi.

1. Minum Terlalu Banyak dalam Satu Waktu

Minum terlalu banyak dalam satu waktu saat berbuka bisa membuat lambung “kaget” setelah seharian kosong, sehingga muncul rasa begah dan tidak nyaman. Alih-alih langsung segar, tubuh justru bisa terasa lebih cepat lemas karena sistem pencernaan bekerja ekstra menyesuaikan diri.
Minum terlalu banyak/ Foto: Freepik.com/azerbaijan_stockers

Rasa haus setelah puasa sering membuat kita ingin langsung menghabiskan satu atau dua gelas besar dalam sekali teguk. Secara psikologis, ini adalah respons alami setelah menahan diri berjam-jam, yakni tubuh memberi sinyal untuk 'membalas dendam'. 

Namun, minum terlalu banyak sekaligus bisa membuat lambung terasa kaget. Perut yang kosong seharian tiba-tiba menerima volume cairan besar dalam waktu singkat. Akibatnya, muncul rasa kembung, begah, bahkan tidak nyaman.

Selain itu, ketika perut terasa terlalu penuh oleh cairan, kita cenderung cepat merasa kenyang dan akhirnya makan terburu-buru atau justru terlalu banyak setelahnya. Kombinasi ini bisa membuat energi naik cepat lalu turun drastis, sehingga tubuh terasa lemas.

Lebih baik minum secara bertahap. Mulai dengan satu gelas, beri jeda beberapa menit, lalu lanjutkan setelah tubuh terasa lebih stabil.

2. Langsung Minum Minuman Manis

Minuman manis/ Foto: Freepik.com/stockking

Es sirup, teh manis pekat, minuman bersoda, atau minuman kekinian sering jadi pilihan utama saat berbuka. Rasanya yang manis dan dingin memberikan sensasi segar seketika.

Masalahnya, minuman dengan kadar gula tinggi dapat menyebabkan lonjakan gula darah secara cepat. Tubuh memang terasa lebih bertenaga di awal, tetapi efeknya tidak bertahan lama. Setelah lonjakan tersebut, gula darah bisa turun kembali dengan cepat sehingga memicu tubuh menjadi lemas.

Fenomena ini sering disebut sebagai “sugar crash”. Tubuh biasanya bereaksi dengan merasa mengantuk, kurang fokus, bahkan ingin makan lebih banyak lagi.

Tidak sepenuhnya menghindari manis, kamu sebaiknya awali berbuka dengan air putih atau air hangat terlebih dahulu. Setelahnya, kamu bisa konsumsi minuman manis dalam porsi kecil agar kadar gula darah tidak melonjak terlalu drastis.

3. Minum Terlalu Dingin Saat Perut Kosong

Minuman terlalu dingin/ Foto: Freepik.com/topntp26

Sensasi es yang menyentuh tenggorokan memang terasa menyegarkan setelah seharian haus. Tetapi minuman yang terlalu dingin bisa membuat pembuluh darah di saluran pencernaan menyempit sementara.

Pada sebagian orang, hal ini bisa memicu rasa tidak nyaman di perut, kram ringan, atau bahkan pusing. Tubuh yang sedang dalam kondisi adaptasi setelah puasa memerlukan transisi yang lebih lembut.

Minuman bersuhu normal atau sedikit hangat cenderung lebih ramah bagi sistem pencernaan. Selain membantu tubuh beradaptasi, minuman hangat juga bisa membuat kita minum lebih perlahan.

Jika ingin minum dingin, sebaiknya tidak langsung dalam jumlah besar dan beri jeda sebelum mengonsumsi makanan berat.

4. Kurang Minum Air Putih

Kurang minum air putih/ Foto: Freepik.com/fabrikasimf

Saat berbuka, pilihan minuman sering kali lebih beragam daripada biasanya. Ada sirup, jus, teh manis, susu, hingga minuman berperisa lainnya. Tanpa sadar, air putih justru terabaikan.

Padahal setelah puasa seharian, tubuh terutama membutuhkan cairan yang benar-benar membantu proses hidrasi, yaitu air putih. Minuman berperisa memang menyumbang cairan, tetapi kandungan gula atau zat tambahan lainnya bisa membuat tubuh tetap merasa haus atau cepat lelah.

Strategi sederhana yang bisa diterapkan adalah membagi waktu minum. Satu gelas saat berbuka, satu gelas setelah makan, dan beberapa gelas lagi sebelum tidur serta saat sahur. Dengan begitu, kebutuhan cairan lebih terpenuhi tanpa membebani lambung sekaligus.

Beauties, berbuka puasa bukan hanya tentang menghilangkan rasa lapar dan haus, tetapi juga tentang bagaimana kita memperlakukan tubuh setelah seharian menahan diri. Jadi, lebih perhatikan kebiasaan minum saat berbuka puasa agar tubuh tidak mudah lemas, ya.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(sim/sim)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE