Setelah seharian menahan lapar dan haus, momen berbuka puasa sering terasa seperti hal yang sangat dinanti di penghujung hari. Tenggorokan kering, energi menurun, kepala mulai terasa berat. Rasanya ingin segera minum apa saja dalam jumlah banyak.
Tapi hati-hati, Beauties. Cara kita minum saat berbuka ternyata sangat berpengaruh pada kondisi tubuh setelahnya. Bukannya segar, beberapa kebiasaan justru membuat tubuh terasa lebih cepat lemas, mengantuk, bahkan pusing.
Sebelum terlambat, ketahui 4 kebiasaan minum saat berbuka yang bisa membuat tubuh cepat kehilangan energi.
1. Minum Terlalu Banyak dalam Satu Waktu
|
Minum terlalu banyak/ Foto: Freepik.com/azerbaijan_stockers |
Rasa haus setelah puasa sering membuat kita ingin langsung menghabiskan satu atau dua gelas besar dalam sekali teguk. Secara psikologis, ini adalah respons alami setelah menahan diri berjam-jam, yakni tubuh memberi sinyal untuk 'membalas dendam'.
Namun, minum terlalu banyak sekaligus bisa membuat lambung terasa kaget. Perut yang kosong seharian tiba-tiba menerima volume cairan besar dalam waktu singkat. Akibatnya, muncul rasa kembung, begah, bahkan tidak nyaman.
Selain itu, ketika perut terasa terlalu penuh oleh cairan, kita cenderung cepat merasa kenyang dan akhirnya makan terburu-buru atau justru terlalu banyak setelahnya. Kombinasi ini bisa membuat energi naik cepat lalu turun drastis, sehingga tubuh terasa lemas.
Lebih baik minum secara bertahap. Mulai dengan satu gelas, beri jeda beberapa menit, lalu lanjutkan setelah tubuh terasa lebih stabil.