4 Tipe Respons Stres yang Perlu Kamu Tahu
Beauties, pernahkah kamu merasa jantung berdebar keras saat sedang bertengkar? Atau mungkin kamu tiba-tiba ingin kabur dari situasi sulit?
Bahkan, ada kalanya kita merasa seolah-olah membeku dan tidak bisa bereaksi sama sekali. Tenang, semua itu adalah cara alami tubuhmu merespons ancaman atau stres.
"Empat F, yaitu fight (lawan), flight (lari), freeze (membeku), dan fawn (tunduk) adalah respons otomatis dari sistem saraf saat kita merasakan adanya ancaman," ungkap Caitlyn Oscarson, seorang terapis pernikahan dan keluarga berlisensi, dikutip dari HuffPost.
Reaksi ini sudah mendarah daging dan bisa muncul dalam situasi traumatis, stres sehari-hari, hingga saat kita merasa sangat kewalahan. Fight, flight, freeze, dan fawn adalah cara otak melindungi diri ketika merasa dalam bahaya. Mari kita bahas satu per satu tipe respons stres ini!
Fight Response
Tipe Respons Stres yang Perlu Kamu Tahu/Foto: Freepik.com/ stockking
Respons fight atau "melawan" adalah cara tubuhmu menghadapi ancaman secara agresif. Saat tubuh merasa terancam tapi yakin bisa mengalahkan ancaman tersebut, kamu akan masuk ke mode bertarung, dikutip dari WebMD. Otak akan mengirim sinyal agar fisikmu siap untuk berhadapan langsung dengan masalah.
Dalam konteks modern, respons ini tidak selalu berarti perkelahian fisik, Beauties. Bisa saja muncul dalam bentuk adu argumen, menjadi sangat defensif, atau rasa marah yang meledak-ledak.
Mengutip dari HuffPost, respons ini sering terlihat seperti berteriak, menyalahkan orang lain, atau mendadak galak. Biasanya, pola ini terbentuk kalau sejak kecil seseorang terbiasa menghadapi konflik dan merasa bahwa melawan adalah satu-satunya cara untuk tetap aman, menurut Maria Pash, seorang konselor profesional.
Flight Response
Tipe Respons Stres yang Perlu Kamu Tahu/Foto: Freepik
Berbeda dengan melawan, flight response atau "lari" berarti tubuh mendorongmu untuk menjauh dari bahaya. Jika tubuh merasa tidak bisa menang tapi bisa menghindar, kamu akan masuk ke mode ini. Adrenalin yang melonjak akan memberimu tenaga ekstra untuk menjauh secepat mungkin.
Dalam kehidupan sehari-hari, respons lari bisa terlihat seperti menghindari percakapan sulit, mendadak meninggalkan ruangan saat suasana tegang, atau menarik diri secara emosional. Orang dengan tipe ini biasanya lebih nyaman mundur daripada harus menghadapi konflik secara langsung. Mereka mungkin sering membuat alasan untuk pergi saat merasa terancam atau tidak nyaman, dikutip dari Simply Psychology.
Freeze Response
Tipe Respons Stres yang Perlu Kamu Tahu/Foto: Freepik.com/rawpixel.com
Respons freeze atau "membeku" membuatmu merasa terjebak di tempat. Ketika melawan tidak mungkin dan kabur pun tidak aman, tubuh akan memilih untuk diam sebagai cara menghemat energi di tengah rasa tidak berdaya. Ini adalah mekanisme perlindungan agar ancaman melewatkan kita, mirip seperti berpura-pura mati di depan pemangsa.
Menurut Maria Pash, respons membeku sering berkembang sejak kecil jika seseorang menghadapi ancaman yang tidak bisa dilawan atau dihindari. Orang sekitar mungkin melihatmu seperti sedang melamun, tidak fokus, atau sangat pendiam saat sedang stres. Penting untuk diingat bahwa membeku bukan tanda kelemahan, melainkan cara otak melindungimu saat merasa sangat kewalahan.
|
Baca Juga : 5 Cara Pulih dari Burnout Menurut Psikolog
|
Fawn Response
Tipe Respons Stres yang Perlu Kamu Tahu/Foto: Pexels.com/Liza Summer
Fawn response atau "mengalah" mungkin adalah istilah yang paling jarang terdengar. Ini muncul dalam bentuk perilaku yang terlalu ingin menyenangkan orang lain atau mengabaikan kebutuhan sendiri demi menjaga perdamaian, menurut Dr. Neha Varma, dikutip dari HuffPost. Intinya, kamu mencoba menenangkan "ancaman" tersebut agar tidak terjadi konflik atau bahaya yang lebih besar.
Respons ini sering ditemukan pada orang yang tumbuh dengan orang tua yang dominan atau narsistik. Membantu dan selalu setuju menjadi cara untuk bertahan hidup saat kecil.
Tandanya bisa berupa terlalu sering minta maaf (over-apologizing), setuju pada hal yang sebenarnya tidak disukai, hingga kehilangan identitas karena terlalu fokus menyenangkan orang lain. Meski niatnya baik untuk menjaga kedamaian, pola ini bisa membuatmu kehilangan batasan diri yang sehat, Beauties.
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiwa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!