5 Fakta Menarik Wagashi, Kue Tradisional Khas Jepang

Gita Welastiningtias | Beautynesia
Jumat, 06 Nov 2026 18:30 WIB
4. Kaitannya dengan Wabi-sabi
Kaitannya dengan wabi-sabi/foto: Hakone Japan

Wagashi adalah istilah untuk menggambarkan kue tradisional Jepang yang disesuaikan dengan budaya minum teh, kehidupan masyarakat setempat, serta perubahan musim setiap tahunnya. Negara ini memiliki banyak varian wagashi yang unik, lezat, dan bentuknya menarik yang cocok dijadikan santapan bersama atau oleh-oleh.

Wagashi ini tidak hanya dikenal oleh masyarakat Jepang saja, bahkan masyarakat global yang ingin mempelajari budaya negara tersebut. Simak beberapa fakta unik wagashi Jepang di sini, yuk!

1. Pengertian Wagashi

Pengertian wagashi/foto: matcha-jp

Mengutip dari Matcha-JP, wagashi adalah camilan manis yang sudah dikonsumsi masyarakat Jepang sejak dulu dan dibuat dengan cara tradisional. Setiap daerah memiliki varian wagashi yang berbeda-beda yang menjadi ciri khas tempat tersebut.

Makanan ini dibentuk artistik sedemikian rupa untuk menggambarkan keindahan alam dan musim di Jepang. Adapun arti kata wagashi sendiri berasal dari kata (wa) yang berarti Jepang atau sesuatu yang bersifat Jepang, sedangkan (kashi) artinya kudapan manis.

2. Contoh Wagashi yang Terkenal

Contoh wagashi yang terkenal/foto: Hakone Japan

Ada banyak wagashi yang terkenal yang bisa Beauties coba kalau sedang berwisata ke Jepang, yakni:

  • Monaka: Camilan dari tepung beras mochi yang dicampur dengan air, diuleni, dimasukkan ke cetakan, lalu dipanggang. Setelah dipanggang biasanya diberi isian anko (pasta kacang merah). Ada juga yang menambahkan isian berupa es krim vanila untuk rasa yang lebih beragam. Monaka umumnya berbentuk bulat tapi ada juga yang berbentuk anime, kereta, dan sebagainya.
  • Uiro: Camilan dari Prefektur Aichi ini adalah makanan dari tepung beras biasa dan beras mochi yang dicampur dengan air hangat dan gula untuk membentuk tekstur kenyal. Makanan ini kemudian dicetak lalu dikukus yang menghasilkan beragam rasa seperti kacang azuki, chestnut, dan matcha. Resep camilan uiro sendiri sudah tersebar di Jepang lebih dari 130 tahun lalu.
  • Yatsuhashi: Ada juga camilan asal Kyoto yang memiliki aroma kayu manis dan rasa lezat. Camilan ini disajikan dengan cara dipanggang dan memiliki beragam bentuk seperti hewan atau karakter tertentu.

3. Sejarah Wagashi

Sejarah wagashi/foto: Hakone Japan

Wagashi memiliki sejarah panjang yang menjadi bentuk keragaman kuliner Jepang. Mengutip dari Hakone Japan, asal usul wagashi dari periode Nara (710-794) ketika Jepang mulai terpengaruh oleh budaya Tiongkok termasuk cara membuat kue.

Namun seiring berjalannya waktu, teknik pembuatan wagashi mengalami perubahan. Dulu, wagashi disajikan untuk kaum bangsawan saja dan bagian dari upacara minum teh. Tetapi sejak munculnya kelas samurai pada periode Edo (1603 – 1868), wagashi mulai dikonsumsi masyarakat umum.

Selama periode Edo, para pembuat wagashi terus mengasah kemampuan mereka hingga menghasilkan beragam manisan yang disesuaikan dengan musim dan keindahan alam Jepang. Dari sinilah terbentuk wagashi sebagai seni pembuatan kue yang berfokus pada kesederhanaan, keanggunan, dan menggunakan bahan alami seperti pasta kacang manis, buah-buahan, dan tepung beras.

4. Kaitannya dengan Wabi-sabi

Kaitannya dengan wabi-sabi/foto: Hakone Japan

Jepang memiliki filosofi wabi-sabi yang juga dikaitkan dengan wagashi yang menekankan kesederhanaan, keindahan pedesaan, dan fokus terhadap hal fana. Makna wagashi adalah mempererat hubungan sosial antarmanusia.

Bentuk wagashi melambangkan rasa terima kasih, persahabatan, dan keramahan dalam budaya Jepang yang biasa dinikmati saat perayaan keagamaan, upacara minum teh, dan kegiatan musiman lainnya.

5. Hari Wagashi

Hari wagashi/foto: blogdejima.store

Fakta terakhir adalah ada Hari Wagashi yang dirayakan setiap tahun pada 16 Juni, seperti yang dikutip dari Blog Dejima.store. Penentuan tanggal ini berasal dari periode Heian yang dijelaskan dalam buku harian tentang Shōyūki.

Buku harian tersebut menjelaskan bahwa Kaisar Junna memberikan manisan pada bangsawan di istana pada tanggal 16 Januari (kalender lama) dan sesuai dengan 16 Juni untuk kalender modern.

Itulah sekilas tentang fakta wagashi yang merupakan kudapan manis khas Jepang. Semoga bermanfaat ya, Beauties!

___

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI! 

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE