Tumpeng bukan sekadar hidangan khas Indonesia yang sering hadir dalam acara syukuran atau perayaan penting. Nasi berbentuk kerucut dengan aneka lauk-pauk ini telah menjadi bagian dari tradisi masyarakat Nusantara selama bertahun-tahun. Di balik tampilannya yang menggugah selera, tumpeng menyimpan filosofi yang mengajarkan banyak nilai kehidupan.
Tak heran jika tumpeng masih menjadi pilihan utama dalam momen spesial, mulai dari ulang tahun, peresmian, hingga perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia. Dilansir dari detikFood, setiap unsur dalam tumpeng memiliki makna simbolis yang berkaitan dengan rasa syukur, kebersamaan, serta hubungan manusia dengan Tuhan dan sesama. Mulai dari nama, bentuk, cara memasak, lauk-pauk, hingga prosesi memotongnya tidak dibuat tanpa alasan. Inilah yang membuat tradisi tumpengan tetap lestari hingga sekarang.
Nah, berikut ini penjelasan mengenai filosofi tumpeng. Yuk, simak selengkapnya.