5 Kebiasaan yang Dianggap Sehat, tapi Bikin Cepat Lapar di Usia 40-an Menurut Ahli Nutrisi

Aqida Widya Kusmutiarani | Beautynesia
Selasa, 18 Aug 2026 07:30 WIB
Memilih Makanan Diet Rendah Lemak
Memilih makanan rendah lemak atau rendah kalori sebagai pilihan yang lebih sehat/Foto: pexels.com/Vanessa Loring

Memasuki usia 40-an, urusan lapar bisa terasa sedikit berbeda. Kamu mungkin sudah merasa menjalani pola makan yang sehat, mulai dari memilih makanan rendah lemak, mengurangi karbohidrat, sampai sengaja melewatkan sarapan. 

Namun, bukannya kenyang lebih lama, kamu malah jadi cepat lapar dan rasanya ingin ngemil terus. Ternyata, beberapa kebiasaan yang selama ini dianggap sehat justru bisa membuat kamu lebih mudah lapar di usia 40-an. Menurut ahli nutrisi Emma Bardwell yang dikutip Hello Magazine, perubahan hormon saat memasuki masa premenopause dan menopause juga bisa memengaruhi nafsu makan dan rasa kenyang.

Nah, ternyata ada beberapa kebiasaan yang terlihat sehat, tapi justru bisa bikin kamu lebih cepat lapar di usia 40-an. Lantas, apa saja kebiasaan tersebut?

Melewatkan Sarapan

Melewatkan sarapan bikin cepat lapar
Melewatkan sarapan/Foto: pexels.com/Piotr Arnoldes

Salah satu kebiasaan yang bisa bikin kamu lebih cepat lapar di usia 40-an adalah melewatkan sarapan. Banyak orang hanya mengandalkan kopi sampai siang atau sarapan seadanya seperti pisang dan sereal. Akibatnya, rasa lapar bisa datang lebih cepat dan keinginan untuk ngemil pun meningkat.

Menurut ahli nutrisi Emma Bardwell, sarapan yang terlalu banyak mengandung karbohidrat dan minim protein serta serat biasanya nggak membuat kenyang bertahan lama. Jadi, kamu nggak perlu sarapan dalam porsi besar, tapi pastikan ada protein, serat, dan lemak sehat di dalamnya.

Kamu bisa mencoba telur rebus dengan roti gandum, oatmeal dengan pisang dan chia seed, atau nasi dengan telur dan sayuran agar kenyang lebih lama. 

Memilih Makanan Diet Rendah Lemak

Memilih makanan rendah lemak atau rendah kalori sebagai pilihan yang lebih sehat/Foto: pexels.com/Vanessa Loring

Banyak dari kita masih menganggap makanan rendah lemak atau rendah kalori sebagai pilihan yang lebih sehat. Nggak heran kalau yogurt rendah lemak, biskuit rendah kalori, atau snack bar sering jadi pilihan saat ingin menjaga pola makan.

Masalahnya, makanan seperti ini belum tentu bikin kenyang. Menurut Emma, protein, serat, dan lemak sehat membantu memperlambat pencernaan sehingga rasa kenyang bisa bertahan lebih lama. Kalau kandungannya terlalu sedikit, kamu justru bisa terus mencari camilan sepanjang hari.

Daripada hanya mengandalkan makanan berlabel light atau diet, kamu bisa memilih camilan yang lebih mengenyangkan, seperti apel dengan selai kacang, ubi kukus dengan telur, edamame, atau kacang panggang. Kalorinya mungkin sedikit lebih tinggi, tetapi bisa membuat kamu kenyang lebih lama.

Mengurangi Karbohidrat

Karbohidrat sering dianggap sebagai penyebab berat badan naik/Foto: pexels.com/Ivan S

Karbohidrat sering dianggap sebagai penyebab berat badan naik, terutama saat memasuki usia 40-an dan menopause. Oleh karena itu, banyak orang mulai mengurangi roti, pasta, kentang, bahkan kacang-kacangan. Padahal, karbohidrat yang kaya serat justru bisa membantu membuat kamu kenyang lebih lama.

Oat, buah, kacang-kacangan, kentang, dan biji-bijian utuh mengandung serat serta energi yang dilepas secara perlahan. Kalau dipadukan dengan protein dan lemak sehat, makanan tersebut bisa membantu mengurangi rasa lapar dan keinginan ngemil.

Terlalu membatasi karbohidrat juga bisa menjadi bumerang. Kamu mungkin merasa sudah makan sehat sepanjang hari, tapi akhirnya malah lapar berat dan banyak ngemil di malam hari.

Terlalu Sering Minum Smoothie

Terlalu sering minum smoothie bikin cepat lapar karena /Foto: pexels.com/cottonbro studio

Smoothie memang bisa menjadi bagian dari pola makan sehat, tapi belum tentu bikin kamu kenyang lebih lama. Karena berbentuk cair, smoothie biasanya nggak senyaman makanan padat untuk membuat perut terasa kenyang. Apalagi, kalau isinya lebih banyak buah, madu, kurma, atau selai kacang, tapi minim protein.

Bukan berarti kamu harus menghindari smoothie. Kuncinya adalah membuatnya lebih seimbang dengan menambahkan protein dan serat, misalnya yogurt, susu tinggi protein, oatmeal, atau chia seed.

Selain itu, jangan langsung meneguknya sampai habis. Nikmati smoothie secara perlahan dan anggap sebagai bagian dari waktu makan, bukan sekadar minuman.

Menahan Makan Sepanjang Minggu

Menahan lapar sepanjang minggu membuat kamu makan lebih banyak saat malam hari atau akhir pekan/Foto: pexels.com/cottonbro studio

Salah satu kebiasaan yang justru bisa bikin kamu makin sering lapar di usia 40-an adalah terlalu menahan makan sepanjang minggu. Banyak orang berusaha makan sesedikit mungkin dari Senin sampai Jumat dengan mengandalkan kemauan untuk menahan lapar. Namun, pada akhirnya rasa lapar bisa menumpuk dan membuat kamu makan lebih banyak saat malam hari atau di akhir pekan.

Menurut Emma, rasa lapar bukan berarti kamu kurang disiplin. Tubuh memang memberi sinyal saat membutuhkan asupan. Di usia 40-an, fokus sebaiknya bukan sekadar mengurangi kalori, tapi memastikan makanan yang dikonsumsi cukup mengenyangkan dan memberi energi.

Cobalah mengatur pola makan yang lebih teratur dengan makanan yang mengandung protein, serat, dan lemak sehat. Dengan begitu, kamu nggak perlu terus-menerus menahan lapar atau merasa bersalah saat ingin makan.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI

(dmh/dmh)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.