5 Kebiasaan yang Dilakukan Orang saat Cemas Tanpa Disadari

Florence Febriani Susanto | Beautynesia
Sabtu, 10 Oct 2026 12:30 WIB
Mengecek Hal yang Sama Berulang Kali
Mengecek Hal yang Sama Berulang Kali/Foto: Magnific

Pernah tiba-tiba memainkan rambut terus, bolak-balik ke kamar mandi sebelum presentasi, atau baca ulang chat sampai lima kali sebelum dikirim? Kalau iya, tenang, Beauties. Kebiasaan seperti ini ternyata cukup umum terjadi saat seseorang sedang merasa cemas.

Menurut psikolog Dr. Julie Smith, beberapa kebiasaan ini sering berkembang sebagai cara tubuh mencari rasa aman atau kontrol ketika menghadapi tekanan. Dilansir dari Your Tango, karena sempat memberikan rasa lega, perilaku tersebut bisa menjadi otomatis dan muncul lagi setiap kali stres datang.

Tentu saja, kebiasaan yang dilakukan orang saat cemas bukan berarti langsung menunjukkan seseorang memiliki gangguan kecemasan. Namun, kebiasaan-kebiasaan ini bisa menjadi petunjuk bahwa pikiran sedang bekerja lebih keras dari biasanya.

Terus Memainkan Rambut

Memainkan Rambut/Foto: Magnific

Pernah tanpa sadar memutar-mutar ujung rambut, menyelipkannya ke belakang telinga berkali-kali, atau mengusapnya ke pipi? Gerakan kecil seperti ini sering terasa menenangkan, apalagi ketika pikiran sedang penuh.

Namun, kalau kebiasaan tersebut berubah menjadi menarik rambut hingga sulit dihentikan, kondisinya bisa berkaitan dengan trikotilomania atau gangguan menarik rambut. Dalam kondisi seperti ini, sebaiknya konsultasikan dengan tenaga kesehatan mental agar mendapat penanganan yang tepat.

Bolak-Balik ke Kamar Mandi

Sering ke Kamar Mandi/Foto: Magnific

Kalau sebelum wawancara kerja atau presentasi kamu merasa ingin ke toilet berkali-kali, ternyata kamu tidak sendirian. Rasa cemas memang bisa mempengaruhi tubuh, termasuk membuat keinginan buang air kecil terasa lebih sering.

Sebuah tinjauan penelitian tahun 2021 yang dipublikasikan di PubMed Central menemukan bahwa stres psikologis kronis dapat berkaitan dengan meningkatnya frekuensi dan dorongan untuk buang air kecil. Jadi, yang bereaksi bukan hanya pikiran, tetapi tubuh juga ikut merespons.

Membaca Ulang Chat Berkali-kali Sebelum Mengirim

Membaca Ulang Chat Sebelum Dikirim/Foto: Magnific

Ada orang yang bisa langsung menekan tombol kirim, ada juga yang membaca ulang pesannya tiga, lima, bahkan sepuluh kali. Kadang, satu kata diganti berkali-kali hanya karena takut terdengar salah.

Kebiasaan orang ketika cemas seperti ini sering berkaitan dengan keinginan agar semuanya terasa sempurna atau kekhawatiran terhadap penilaian orang lain. Padahal, belum tentu penerima pesan memperhatikan detail yang sama seperti yang kita pikirkan.

Selalu Mengucapkan Kalimat yang Sama Saat Berpisah

Mengucapkan Kalimat yang Sama Ketika Berpisah/Foto: Magnific

Pernah bertemu seseorang yang selalu mengatakan “hati-hati, ya”, “aku sayang kamu”, atau “semoga lancar” setiap kali menutup telepon? Buat sebagian orang, mengulang kalimat tersebut bukan sekadar kebiasaan.

Saat rasa cemas muncul, mengucapkan kalimat yang sama bisa memberikan rasa lega karena merasa tidak ada hal penting yang tertinggal. Seolah-olah, dengan mengatakan itu, semuanya akan baik-baik saja.

Mengecek Hal yang Sama Berulang Kali

Mengecek Hal yang Sama Berulang Kali/Foto: Magnific

“Pintu sudah dikunci belum, ya?”

Lima langkah berjalan, balik lagi. Sudah sampai lift, balik lagi. Sampai akhirnya mengecek pintu untuk ketiga kalinya. Kebiasaan saat cemas seperti ini biasanya muncul karena otak terus mencari kepastian bahwa semuanya benar-benar aman.

Menariknya, sebuah penelitian yang dipublikasikan di ScienceDirect menemukan bahwa mengecek kompor berulang kali justru bisa membuat seseorang semakin tidak percaya pada ingatannya sendiri, meski sebenarnya ingatan tersebut tetap akurat. Kalau kebiasaan ini mulai terasa sulit dihentikan atau mengganggu aktivitas sehari-hari, ada baiknya membicarakannya dengan profesional kesehatan mental.

Kalau kebiasaan yang dilakukan orang saat cemas mulai terasa mengganggu pekerjaan, hubungan, atau kehidupan sehari-hari, mencari bantuan dari profesional kesehatan mental bisa menjadi langkah yang baik. Mengenali sinyalnya sejak awal juga merupakan bentuk perhatian pada diri sendiri.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE