5 Kuliner Legendaris yang Masih Bisa Dinikmati hingga Kini

Pratitis Nur Kanariyati | Beautynesia
Minggu, 09 Aug 2026 13:00 WIB
3. Kerak Telor
Kerak telor/Foto: Instagram.com/keraktelor

Indonesia nggak cuma kaya akan adat istiadat dan tradisi lokalnya. Lebih dari itu, Indonesia ternyata menyimpan banyak sekali kuliner tradisional dari berbagai bahan dasar. Sebagian dari mereka mungkin sudah sulit untuk dijumpai.

Berikut lima kuliner legendaris yang masih eksis dan bisa dinikmati hingga saat ini. Pastinya dengan harga yang ramah kantong.

Penasaran? Yuk intip apa saja kuliner itu dan di mana kita bisa menemukannya. Beberapa di antaranya konon sudah dikenal luas sejak zaman kolonial Belanda, loh.

1. Doclang

Doclang/Foto: Instagram.com/budayabogor

Warga Bogor dan sekitarnya pasti familiar dengan kuliner autentik satu ini. Yap, doclang. Doclang merupakan makanan yang berisi potongan ketupat, tahu, kentang, dan telur rebus, lalu diberi siraman sambal kacang dengan tambahan terakhir, kerupuk.

Menariknya dari doclang, ketupat yang disajikan di dalamnya ternyata dibungkus oleh daun patat, bukan janur atau lontar. Konon, daun dengan nama latin Phrynium capitatum ini sudah sejak lama dimanfaatkan oleh masyarakat Bogor sebagai bahan pembungkus makanan.

Jika ingin menikmati seporsi doclang, Beauties bisa mampir ke Doclang 405. Jarak tempuhnya sekitar 5-10 menit dari stasiun Bogor. Doclang 405 memiliki tiga cabang:

  • Doclang 405 Jl. Gunung Batu atau cabang Jembatan Merah. Tempat ini buka 24 jam nonstop.
  • Doclang 405 depan pasar Devris.
  • Doclang 405 depan toko Terang. Buka dari pukul 18.00 WIB sampai dagangan habis.

2. Gudeg

Gudeg/Foto: Instagram.com/gudegyudjum

Penikmat kuliner Nusantara pasti tidak pernah melewatkan makanan ini saat berkunjung ke Yogyakarta. Apalagi kalau bukan gudeg.

Makanan khas Jogja ini terkenal dengan cita rasanya yang manis, berwarna coklat tua, dan santan yang kental. Sebenarnya, terbuat dari apa sih gudeg itu?

Gudeg terbuat dari nangka muda yang dimasak dengan santan kental dalam waktu lama. Lalu, disajikan bersama lauk seperti ayam, telur, atau tempe yang direbus dengan bumbu khas, serta sambal goreng krecek.

Salah satu penjual gudeg legendaris yang terkenal adalah Gudeg Yu Djum. Melalui Instagramnya, @gudegyudjum, Gudeg Yu Djum punya empat cabang. Tiga cabang di Yogyakarta, salah satunya di Jl. Mayjen Sutoyo No. 60. Sementara satu cabang sisanya ada di di Pasar Nusantara, Sarinah Plaza Jakarta.

Fyi, merujuk laman Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta, gudeg diperkirakan telah dikenal sejak abad ke-16 atau 17, jauh sebelum berdirinya Kesultanan Yogyakarta berdasarkan kisah dalam Serat Centhini.

Pada masa itu, gudeg dijadikan sebagai sajian untuk menjamu tamu di pedesaan Jawa dan dijajakan dalam pertunjukkan wayang.

3. Kerak Telor

Kerak telor/Foto: Instagram.com/keraktelor

Kerak telor, salah satu makanan khas Betawi yang sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda, yakni sekitar tahun 1920-an. Makanan ini terbuat dari beras ketan, telur ayam atau bebek, ebi, dan kelapa parut yang disangrai.

Pada masa kolonial Belanda, kerak telor termasuk makanan bergengsi yang mahal dan hanya bisa disantap oleh masyarakat kalangan atas. Namun, seiring bergulirnya waktu, kerak kelor mulai dapat dinikmati oleh semua kalangan dengan harga terjangkau.

Hanya bermodal mulai Rp20 ribuan saja, Beauties sudah bisa menyantap satu porsi kerak telor. Penjual kerak telor dapat dijumpai di sekitar Monumen Nasional, Kawasan Kota Tua, dan Setu Babakan.

4. Kue Pancong

Kue pancong/Foto: Instagram.com/masakjajan

Selanjutnya, ada kue pancong yang berasal dari Betawi. Lantaran berbentuk setengah lingkaran, kue pancong sering disalahpahami sebagai kue pukis. Padahal, keduanya sangat berbeda dari segi bahan dasar dan rasa.

Kue pancong khas Betawi umumnya terbuat dari tepung beras, santan, dan gula, dengan cita rasa gurih serta asin. Untuk teksturnya cenderung lebih padat dan garing di bagian luar.

Namun, kini penyajian kue pancong telah bergeser. Kue pancong zaman sekarang cenderung dimasak setengah matang sehingga teksturnya lebih lembut dan lumer, serta diberi aneka topping.

Salah satu rekomendasi tempat kue pancong kekinian yang wajib Beauties kunjungi adalah Pancong Boga Rasa Bulungan yang ada di lobby utara Blok M Plaza, Jakarta Selatan. Harga per porsi bisa berbeda-beda tergantung topping yang dipilih.

5. Papeda

Papeda/Foto: Instagram.com/ilhamarch

Makanan Indonesia satu ini, papeda, cukup membumi dan kental di masyarakat Papua. Papeda merupakan makanan yang memiliki tekstur kental berwarna putih dengan rasa tawar. Bentuknya mirip bubur, tetapi teksturnya lebih kental dan lengket.

Kuliner Papua ini berbahan dasar sagu, disantap dengan menggunakan garpu atau sumpit. Papeda semakin lezat ketika disajikan bersama menu pendamping, seperti ikan kuah kuning, sayur ganemo, ikan goreng, dan kuah lalapan.

Beberapa tempat makan papeda yang populer di Jakarta antara lain:

  • Waroeng Papeda khas Papua di Mall Atrium Senen, Jakarta Pusat.
  • Alenia Papua Coffee & Kitchen di Jl. Kemang Raya No. 66B (Sebelah Ranch Market Kemang).
  • Sagolicious Cafe & Resto di Kelapa Gading, Jakarta Utara.
  • Yougwa Danau Sentani di Senayan Park dan QBIG BSD City.

Itulah beberapa kuliner khas Nusantara yang sampai sekarang masih eksis di pasaran, meskipun usianya sudah lebih dari seabad.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE