5 Makanan dan Minuman Yunani Kuno ala Film The Odyssey

Florence Febriani Susanto | Beautynesia
Rabu, 05 Aug 2026 08:30 WIB
Daging Domba Lebih Mudah Ditemukan
Daging Domba/Foto: Magnific

Makanan dan minuman Yunani Kuno menjadi salah satu elemen menarik yang muncul dalam film The Odyssey. Bukan hanya membuat cerita terasa lebih hidup, berbagai hidangan tersebut juga memperlihatkan bagaimana masyarakat pada masa itu memaknai jamuan, keramahan, hingga status sosial.

Beauties, meski kisah The Odyssey dipenuhi unsur mitologi, para ahli menilai banyak makanan yang disebutkan memang terinspirasi dari kehidupan masyarakat Yunani Kuno. Dr. Sean Corner, Associate Professor di McMaster University, dan arkeolog Dr. Shelby Brown menjelaskan bahwa meski karya Homer memadukan sejarah dan fiksi, kita tetap bisa memahami pola makan masyarakat pada masa tersebut melalui berbagai penelitian arkeologi.

Berikut beberapa makanan dan minuman Yunani Kuno dilansir dari Tasting Table!

Roti dan Bubur Jelai

Roti dan Bubur Jelai/Foto: Magnific

Kalau sekarang nasi menjadi makanan pokok di Indonesia, masyarakat Yunani kuno mengandalkan roti dan bubur dari jelai atau gandum. Menurut Dr. Shelby Brown, gandum einkorn dan emmer menjadi bahan utama pembuatan roti pada masa itu, sementara tepung gandum berkualitas tinggi hanya dinikmati kalangan berada.

Sementara itu, Dr. Sean Corner menjelaskan bahwa biji-bijian merupakan salah satu dari tiga komponen utama makanan masyarakat Yunani, bersama sayuran, ikan atau daging, serta anggur. Dalam The Odyssey, roti berkali-kali disajikan kepada Odysseus sebagai bentuk penghormatan dari tuan rumah yang menerimanya.

Anggur Selalu Dicampur dengan Air

Anggur yang Dicampur dengan Air/Foto: Magnific

Masyarakat Yunani kuno hampir tidak pernah meminum anggur secara murni. Mereka selalu mencampurnya dengan air agar kadar alkoholnya lebih ringan dan tidak memicu perilaku yang dianggap berlebihan.

Dr. Sean Corner menjelaskan bahwa masyarakat Yunani menganggap meminum anggur tanpa campuran air sebagai kebiasaan yang liar. Dalam The Odyssey, Odysseus justru memberikan anggur murni kepada Polyphemus sang Cyclops agar raksasa tersebut mabuk sehingga ia bisa melarikan diri.

Selain menjadi teman makan, di daerah tertentu, anggur juga menjadi simbol kemewahan bagi suatu kalangan.

Susu dan Keju

Susu dan Keju/Foto: Magnific

Tanpa teknologi pendingin seperti sekarang, susu segar hanya bisa dinikmati oleh peternak atau orang kaya yang mampu mendapatkannya dengan cepat. Dalam The Odyssey, Cyclops digambarkan memelihara domba dan meminum susu, yang menurut Sean Corner menjadi simbol kehidupan yang sederhana dan belum berbudaya.

Berbeda dengan susu, keju jauh lebih praktis karena dapat disimpan lebih lama. Dr. Shelby Brown menjelaskan bahwa masyarakat Yunani telah membuat keju sejak sekitar 3.000 SM, bahkan jauh sebelum kisah Odysseus berlangsung. Biasanya, keju disantap bersama roti sebagai makanan ringan atau dipadukan dengan madu dan buah setelah makan.

Daging Sapi Menjadi Hidangan Mewah

Daging Sapi/Foto: Magnific

Jika melihat film The Odyssey, kamu mungkin mengira masyarakat Yunani kuno sering menikmati pesta daging sapi. Faktanya, menurut Dr. Sean Corner, daging justru jarang dikonsumsi karena ternak memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi.

Sapi lebih sering digunakan untuk membajak lahan dibandingkan disembelih sebagai santapan. Oleh sebab itu, kemunculan tumpukan daging sapi dalam kisah Homer lebih dimaksudkan untuk menggambarkan dunia para pahlawan yang penuh kemegahan daripada kondisi nyata kehidupan masyarakat saat itu.

Daging Domba Lebih Mudah Ditemukan

Daging Domba/Foto: Magnific

Dibandingkan sapi, domba dan kambing jauh lebih mudah dipelihara sehingga lebih sering dijadikan hewan kurban maupun sumber pangan. Dr. Shelby Brown mengatakan bahwa kedua hewan tersebut merupakan jenis daging yang paling banyak dikonsumsi masyarakat Yunani pada masa itu.

Dalam The Odyssey, domba tidak hanya menjadi makanan, tetapi juga berperan penting saat Odysseus meloloskan diri dari gua Polyphemus dengan bergelantungan di bawah tubuh domba. Meski daging anak domba dianggap lebih empuk, masyarakat saat itu lebih sering menyembelih domba yang sudah tua karena hewan muda masih dibutuhkan untuk menghasilkan susu dan wol.

Beauties, setelah mengenal makanan dan minuman Yunani Kuno, kamu pasti semakin menyadari bahwa setiap hidangan memiliki cerita dan makna tersendiri. Jadi, saat menonton film The Odyssey, kamu bisa menikmati petualangannya sekaligus memahami budaya kuliner yang melatarbelakanginya.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.