5 Makanan yang Sangat Berbahaya Jika Dibiarkan Terlalu Lama di Suhu Ruang

Belinda Safitri | Beautynesia
Senin, 12 Oct 2026 15:15 WIB
1. Pizza
Pizza/ Foto: Magnific.com/suksao

Beauties, pernahkah kamu sengaja meninggalkan makanan di meja karena berencana memakannya lagi nanti? Kebiasaan seperti ini memang terlihat sepele, apalagi jika makanan masih tampak normal. Namun, kondisi makanan tidak selalu bisa dinilai hanya dari penampakan luarnya.

Nyatanya, beberapa jenis makanan justru dapat menjadi tempat yang ideal bagi bakteri untuk berkembang ketika terlalu lama berada pada suhu ruang. Risiko tersebut semakin perlu diperhatikan pada makanan yang mengandung banyak air, produk hewani, atau sudah melalui proses pemotongan dan pengolahan.

Dilansir dari Eating Well, ketahui beberapa makanan yang sangat berbahaya jika dibiarkan terlalu lama di suhu ruang! 

1. Pizza

Pizza/ Foto: Magnific.com/suksao

Pizza memang sering menjadi makanan andalan saat berkumpul atau mengadakan pesta. Karena ukurannya yang cukup besar, tidak sedikit orang yang membiarkan kotaknya tetap berada di meja selama acara berlangsung. Padahal, pizza mengandung keju serta berbagai topping seperti daging dan sayuran matang yang membuatnya perlu mendapat perhatian dalam hal keamanan pangan.

Vanessa Coffman, Ph.D., ahli kesehatan masyarakat dan epidemiologi lingkungan, menjelaskan bahwa bakteri dapat berkembang dengan cepat ketika makanan berada di zona suhu yang memungkinkan pertumbuhan bakteri selama lebih dari dua jam. Jika masih ingin menikmati sisa pizza, sebaiknya pindahkan ke wadah dan masukkan ke lemari es. Saat akan disantap kembali, panaskan hingga suhu internal mencapai sekitar 74 derajat Celsius.

2. Kentang Panggang yang Dibungkus Aluminium Foil

Kentang panggang yang dibungkus aluminium foil/ Foto: Magnific.com/magnific

Kentang panggang memang praktis dibuat dan bisa diberi berbagai macam topping. Namun, cara penyimpanannya tidak boleh disepelekan, terutama jika kentang masih terbungkus rapat dalam aluminium foil. Kentang memiliki kadar air tinggi dan tingkat keasaman yang rendah, sementara bungkus foil yang rapat dapat menciptakan lingkungan rendah oksigen.

Seorang profesional keamanan pangan, Ashley Miller, MPH, CP-FS, REHS/RS, menjelaskan kondisi tersebut dapat memungkinkan spora Clostridium botulinum tumbuh dan menghasilkan toksin penyebab botulisme. Untuk mengurangi risikonya, kentang panggang sebaiknya tetap dijaga panas sampai disajikan atau segera didinginkan setelah matang dengan melonggarkan bungkus aluminium foil. 

3. Sayuran dan Buah Potong

Sayuran dan buah potong/ Foto: Magnific.com/KamranAydinov

Apel, semangka, wortel, mentimun, atau buah dan sayuran lainnya mungkin biasa kamu lihat tersimpan di luar lemari es. Namun, ketika sudah dipotong, bagian dalamnya menjadi terbuka dan lebih mudah bersentuhan dengan tangan, alat masak, maupun permukaan lain.

Vanessa Coffman menyebut buah dan sayuran yang sudah dipotong sebaiknya didinginkan dalam waktu dua jam, termasuk yang diletakkan di atas nampan atau yang sudah disiapkan sebagai bagian dari menu makanan. Setelah lapisan pelindung alaminya rusak, permukaan yang terbuka menjadi lebih rentan terhadap kontaminasi dan pertumbuhan bakteri. Karena itu, jangan menganggap buah potong yang terlihat masih segar pasti aman hanya karena belum menunjukkan perubahan warna atau aroma.

4. Daging Olahan

Daging olahan/ Foto: Magnific.com/stockking

Daging olahan memang praktis menjadi bekal karena bisa langsung digunakan sebagai isian sandwich untuk menu makan praktis. Masalahnya muncul ketika bekal tersebut berada di dalam tas tanpa pendingin selama berjam-jam. Suhu ruang dapat memberikan kesempatan bagi bakteri untuk berkembang, terutama jika makanan tidak segera dikonsumsi.

Ahli gizi, Mary Angela Miller, MS, RDN, LD, menyarankan agar makanan seperti ini tetap berada dalam kondisi dingin jika belum akan langsung dimakan. Jika membawa bekal dari rumah, kamu bisa menggunakan setidaknya dua sumber pendingin, misalnya dua kantong gel beku atau satu gel beku bersama botol air yang dibekukan.

Letakkan makanan di antara sumber pendingin tersebut agar suhunya tetap terjaga. Kalau tersedia kulkas di tempat kerja atau sekolah, menyimpannya di sana menjadi pilihan yang lebih praktis, Beauties. 

5. Nasi yang Sudah Dimasak

Nasi/ Foto: Magnific.com/jcomp

Memasak nasi dalam jumlah banyak memang memudahkan persiapan makan. Namun, kebiasaan membiarkan nasi matang di meja makan atau dalam rice cooker yang sudah dimatikan perlu diperhatikan. Vanessa Coffman menjelaskan bahwa nasi dapat mengandung spora Bacillus cereus yang mampu bertahan selama proses memasak.

Ketika nasi yang sudah matang dibiarkan pada suhu ruang, spora tersebut dapat berkembang dan menghasilkan racun. Jika tetap ingin memasak banyak nasi sekaligus untuk stok beberapa hari tanpa risiko, segera dinginkan nasi setelah selesai dimasak dengan membaginya ke dalam beberapa wadah atau porsi kecil. Mary Angela Miller juga menyarankan mempercepat proses pendinginan dengan menempatkan wadah nasi ke dalam rendaman air es, mengaduknya selama beberapa menit, lalu langsung memasukkannya ke dalam kulkas.

Jadi, itulah beberapa makanan yang sangat berbahaya jika dibiarkan terlalu lama di suhu ruang. Ingat bahwa makanan yang tampak baik belum tentu bebas dari bakteri penyebab penyakit, sehingga sebaiknya langsung amankan di lemari es untuk mencegah potensi kontaminasi, Beauties. 

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE