Membantu Meningkatkan Kesuburan Wanita
Dilansir dari Times of India, studi dari Journal AACE Clinical Case Reports yang diterbitkan pada Oktober 2018 mengungkapkan manfaat diet keto dalam meningkatkan kesuburan wanita. Studi tersebut dilakukan terhadap empat wanita yang kelebihan berat badan dan sedang berusaha untuk hamil dengan mengikuti diet ketogenik.
Hasilnya, dalam waktu enam bulan, keempat wanita tersebut mengalami penurunan berat badan dan kembali menstruasi secara teratur. Kemudian, dua dari empat wanita tersebut hamil tanpa memerlukan induksi ovulasi.
Mengurangi Risiko Terkena Gangguan Sistem Saraf
Diet Keto juga dipercaya memiliki manfaat untuk membantu menangani gangguan sistem saraf seperti alzheimer, gangguan tidur, dan penyakit Parkinson. Hal ini diduga akibat keton yang dihasilkan tubuh menguraikan lemak menjadi energi, sehingga mampu melindungi sel otak dari kerusakan.
Mengurangi Risiko Penyakit Jantung
Diet keto yang dijalankan dengan memperbanyak konsumsi lemak sehat kemungkinan mampu mengurangi risiko menderita penyakit jantung. Hal ini diduga karena diet keto menurunkan kadar insulin sehingga produksi kolesterol dalam tubuh juga ikut menurun. Kondisi tersebut akan mengurangi risiko penyakit jantung maupun tekanan darah tinggi.
Mengontrol Gula Darah Pada Penderita Diabetes Tipe 2
Bagi penderita diabetes tipe 2, diet keto adalah diet yang direkomendasikan selama lemak yang dikonsumsi merupakan lemak sehat. Misalnya lemak yang berasal dari ikan salmon, kacang-kacangan dan alpukat. Asupan karbohidrat dalam jumlah yang rendah dianggap efektif menurunkan kadar gula darah.
Guna memantau keamanan diet keto pada penderita diabetes, disarankan agar penderita rutin memeriksakan kadar gula darah setiap hari. Jangan sampai kadar gula darah terlalu rendah. Pengujian tingkat keton juga perlu dilakukan untuk menghindari ketoasidosis.
| Baca Juga : 5 Makanan Pencegah Kanker Getah Bening |
Meringankan Gejala Epilepsi pada Anak
Seorang ahli gizi mengungkap bahwa diet keto mampu meringankan gejala epilepsi pada anak. Diet ini sangat efektif, khususnya untuk anak dengan gejala epilepsi yang sulit ditangani dengan pengobatan biasa. Sebuah penelitian yang diuji pada 150 anak dengan epilepsi menunjukkan pasca menjalani diet keto selama satu tahun, setengah dari anak-anak mengalami penurunan frekuensi kejang sebanyak 50%.