sign up SIGN UP

5 Masalah Kesehatan yang Bisa Muncul karena Kebiasaan Overthinking

Budi Rahmah Panjaitan | Beautynesia
Kamis, 30 Dec 2021 09:45 WIB
5 Masalah Kesehatan yang Bisa Muncul karena Kebiasaan Overthinking
caption

Beauties, apakah kamu salah satu yang masuk dalam barisan overthinker? Jika ya, maka kamu perlu mengetahui bahwa hal tersebut tidak baik untuk diperlama-lama. Pasalnya, sebagaimana dikutip dari Healthside.com, overthinker bisa membuat pikiran terus menerus dalam keadaan fluks yang berlanjut pada lonjakan jumlah kortisol yang pada akhirnya berdampak pada kesehatan dalam jangka panjang.

Berikut akan dijelaskan beberapa masalah kesehatan yang bisa muncul karena overthinking. Simak selengkapnya di bawah ini.

Berdampak pada Otak

Ilustrasi otak/ Foto: Freepik.com
Ilustrasi otak/ Foto: Freepik.com

Tahukah kamu Beauties bahwa 'korban' paling jelas dari pemikiran yang stres akibat overthinking adalah otak. Stres cenderung memiliki efek mendalam pada organ. Sehingga berpotensi merusak dan membunuh sel-sel otak di hipokampus.

Terlalu banyak berpikir kronis juga bisa mengubah fungsi otak dengan mengubah struktur dan konektivitas nya. Lebih lanjut, para peneliti di University of California, Berkeley, juga mengungkapkan bahwa stres kronis dapat menyebabkan masalah mental seperti kecemasan dan gangguan mood.

Memengaruhi Sistem Pencernaan

Ilustrasi gangguan pencernaan/ Foto: Freepik.com
Ilustrasi gangguan pencernaan/ Foto: Freepik.com

Overthinking dapat menyebabkan stres yang pada gilirannya bisa memengaruhi sistem pencernaan. Adanya stres bisa menyebabkan masalah gastrointestinal seperti penyakit radang usus, sindrom iritasi usus, perubahan motilitas gastrointestinal dan sekresi lambung, peningkatan permeabilitas usus dan perubahan mikrobiota usus.

Memengaruhi Hati

Ilustrasi hati/ Foto: Freepik.com
Ilustrasi hati/ Foto: Freepik.com

Terlalu banyak berpikir dan khawatir secara kronis bisa membahayakan kesehatan kardiovaskuler, lho. Nyeri dada, pusing, takikardia dan lainnya adalah beberapa masalah yang bisa ditimbulkan oleh overthinking. Faktor risiko lainnya seperti depresi, penyalahgunaan zat dan kesulitan tidur juga masih terkait dengan kekhawatiran kronis yang dapat menambah masalah.

Masalah Kulit

Ilustrasi masalah kulit/ Foto: Freepik.com
Ilustrasi masalah kulit/ Foto: Freepik.com

Saat overthinking menimbulkan stres dan kecemasan, maka kulit juga bisa terpengaruh. Kekhawatiran dapat mempengaruhi dan bahkan memper buruk gangguan kulit seperti psoriasis, pruritus, dermatitis seboroik, areata, alopecia dan dermatitis atopik.

Selain itu, stres akibat overthinking juga bisa menyebabkan peradangan di dalam tubuh yang turut berpengaruh pada kulit. Pasalnya, sistem kulit saling berhubungan secara kompleks, di mana sistem endokrin dan sistem kekebalan tubuh dipengaruhi oleh stres kronis.

Dapat Menekan Sistem Kekebalan Tubuh

Ilustrasi sakit/ Foto: Freepik.com
Ilustrasi sakit/ Foto: Freepik.com

Pernahkah kamu merasa kalau kamu sering jatuh sakit ketika kamu mengalami stres dan kecemasan. Mengapa demikian? Jawabannya ialah karena stres dapat menyebabkan pelepasan kortisol dalam tubuh.

Pada gilirannya, kortisol ini akan melemahkan sistem kekebalan tubuh. Ketika pertahanan alami tubuh tertekan maka hal tersebut membuat kamu rentan terkena infeksi dan penyakit.

[Gambas:Youtube]

--------------

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(fip/fip)

Our Sister Site

mommyasia.id