5 Mitos Kanker Payudara yang Masih Banyak Dipercaya

Florence Febriani Susanto | Beautynesia
Rabu, 14 Oct 2026 10:00 WIB
5 Mitos Kanker Payudara yang Masih Banyak Dipercaya
Mitos tentang Kanker Payudara/Foto: Magnific

Mitos kanker payudara masih cukup sering beredar dan dipercaya, bahkan ketika informasi medis tentang penyakit ini terus berkembang. Di tengah World Breast Cancer Awareness Month yang diperingati setiap Oktober, mengenali informasi yang benar menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan kesadaran tentang kesehatan payudara.

Supaya tidak semakin bingung, yuk, cek beberapa mitos yang masih banyak dipercaya tentang kanker payudara berikut ini dilansir dari Breast Cancer Research Foundation!

Kanker Payudara Biasanya Disebabkan Faktor Keturunan

Dipercaya Menurun Lewat Genetik/Foto: Magnific

Memang benar bahwa mutasi tertentu dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami kanker payudara. Begitu pula dengan riwayat kanker payudara pada kerabat tingkat pertama maupun kedua yang dapat menjadi salah satu faktor risiko.

Namun, bukan berarti sebagian besar pasien kanker payudara memiliki riwayat keluarga yang kuat atau mutasi gen bawaan. Banyak perempuan yang didiagnosis kanker payudara tidak memiliki mutasi gen yang diketahui maupun riwayat keluarga yang signifikan.

Jadi, tidak punya anggota keluarga dengan kanker payudara bukan berarti seseorang otomatis terbebas dari risiko, Beauties.

Kanker Payudara Hanya Bisa Dialami Perempuan

Dipercaya Hanya Dialami Perempuan/Foto: Magnific

Pria memiliki jaringan payudara, sehingga sel-sel di jaringan tersebut juga dapat mengalami perubahan yang menyebabkan kanker. Pada 2026, diperkirakan sekitar 2.670 pria di Amerika Serikat akan didiagnosis kanker payudara dan sekitar 530 meninggal akibat penyakit tersebut.

Penelitian tentang kanker payudara pada pria juga menunjukkan bahwa karakteristik molekuler tumor dapat berbeda dengan yang ditemukan pada perempuan. Selain itu, pria cenderung kurang mendapatkan pengobatan yang optimal, yang dapat berkontribusi terhadap hasil yang lebih buruk.

Kanker Payudara Hanya Menyerang Orang yang Sudah Tua

Dipercaya Hanya Menyerang Orang Tua/Foto: Magnific

Risiko kanker payudara memang meningkat seiring bertambahnya usia dan sebagian besar diagnosis terjadi pada perempuan berusia di atas 50 tahun. Namun, perempuan yang lebih muda tetap bisa didiagnosis.

Bahkan, diagnosis kanker payudara pada perempuan berusia di bawah 50 tahun dilaporkan meningkat lebih dari 1 persen setiap tahun sejak 2012.

Kondisi ini menjadi perhatian karena perempuan yang lebih muda dapat mengalami diagnosis pada stadium yang lebih lanjut dan bentuk kanker yang lebih agresif. Karena itu, jangan menganggap perubahan pada payudara sebagai sesuatu yang otomatis tidak berbahaya hanya karena usia masih muda.

Mengenali kondisi tubuh sendiri tetap penting, Beauties. Jika menemukan perubahan yang tidak biasa, jangan ragu membicarakannya dengan tenaga kesehatan.

Mammogram Tidak Efektif untuk Mendeteksi Kanker Payudara

Dipercaya Sulit Dideteksi/Foto: Magnific

Mammogram dan metode skrining kanker payudara lainnya berperan penting dalam menemukan kanker sedini mungkin, termasuk ketika kanker belum dapat dirasakan melalui pemeriksaan fisik.

Deteksi pada tahap lebih awal dapat memberikan lebih banyak pilihan penanganan. Ketika kanker ditemukan lebih dini, peluang mendapatkan hasil pengobatan yang baik juga cenderung lebih besar.

Teknologi skrining pun terus berkembang. Penelitian saat ini mencakup berbagai teknologi baru, termasuk contrast-enhanced spectral mammography dan penggunaan kecerdasan buatan untuk membantu menganalisis hasil pemeriksaan.

Jadi, menganggap mammogram tidak berguna justru bisa membuat seseorang melewatkan salah satu metode penting dalam deteksi dini. Meski begitu, jenis dan jadwal skrining tetap perlu disesuaikan dengan usia, faktor risiko, serta rekomendasi tenaga kesehatan.

Semua Kanker Payudara Itu Sama

Dipercaya Hanya Ada Satu Jenis/Foto: Magnific

Ada berbagai subtipe kanker payudara yang memiliki pemicu pertumbuhan, prognosis, dan respons terhadap pengobatan berbeda. Bahkan, penelitian terus menemukan bahwa subtipe utama tersebut masih dapat dibagi lagi menjadi kelompok yang lebih spesifik.

Inilah alasan mengapa pengobatan kanker payudara tidak bisa disamaratakan untuk setiap pasien. Dokter dapat mempertimbangkan karakteristik kanker yang dimiliki seseorang untuk menentukan pendekatan pengobatan yang paling sesuai.

Perkembangan penelitian kanker payudara juga terus mendorong pendekatan personalized medicine, yaitu menyesuaikan penanganan dengan karakteristik penyakit masing-masing pasien.

Beauties, dari lima mitos tadi, mana yang paling sering kamu dengar di lingkungan sekitar? Jangan lupa, informasi yang benar bisa menjadi langkah kecil untuk membuat kita lebih sadar dan peduli terhadap kesehatan payudara.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.