5 Mitos Populer Diabetes yang Harus Ditinggalkan Menurut Ahli

Narita Fuji Triani | Beautynesia
Selasa, 14 Apr 2026 06:00 WIB
4. BMI Normal, Tidak Berisiko Diabetes
BMI normal, tidak berisiko diabetes/Foto: freepik.com/freepik

Banyak orang yang masih terjebak dengan informasi keliru tentang diabetes. Mitos-mitos ini sering membuat orang salah paham dan bisa menghambat penanganan yang tepat.

Pemahaman yang benar tentang diabetes sangat penting bagi semua orang. Para ahli kesehatan menegaskan bahwa tidak semua mitos tentang diabetes bisa berbahaya. Untuk itu penting meluruskan kesalahpahaman dengan informasi yang tepat agar bisa lebih bijak. Yuk, cek faktanya yang dilansir dari EatingWell, Beauties!

1. Gula Penyebab Utama Diabetes

Ilustrasi/Foto: freepik.com/jcomp

Gula bukanlah penyebab utama diabetes/Foto: freepik.com/jcomp

Gula bukan jadi penyebab utama diabetes. Faktanya, diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2 punya penyebab dasar yang berbeda. Diabetes tipe 1 merupakan penyakit autoimun di mana sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel penghasil insulin di pankreas, sehingga menyebabkan produksi insulin sedikit bahkan tidak sama sekali.

Sementara itu, diabetes tipe 2 biasanya disebabkan oleh kombinasi faktor-faktor seperti genetika hingga kebiasaan gaya hidup seperti makan dan kurangnya aktivitas fisik.

"Diabetes tipe 2 tidak memiliki penyebab tunggal, terutama gula saja. Pola makan tinggi makanan ultra-olahan, yang seringkali mengandung tambahan gula, lemak, dan karbohidrat olahan, telah dikaitkan dengan resistensi insulin dan disregulasi glukosa," kata Ina Flores, MS, RD, CDCES.

2. Penderita Diabetes Hindari Konsumsi Karbohidrat

Penderita diabetes tidak wajib hindari konsumsi semua karbohidrat/Foto: freepik.com/8photo

Penderita diabetes tidak wajib hindari konsumsi semua karbohidrat/Foto: freepik.com/8photo

Kesalahpahaman umum lainnya yaitu bahwa penderita diabetes harus menghindari karbohidrat. Faktanya, semua karbohidrat bisa dikonsumsi dalam diet ramah diabetes dengan panduan yang tepat. Karbohidrat kaya serat, seperti kacang-kacangan, biji-bijian utuh, buah, dan sayuran jadi pilihan yang sangat baik. Karbohidrat tersebut mudah dicerna dan menyedia vitamin dan mineral yang penting untuk penderita diabetes.

Penderita diabetes penting untuk menggabungkan karbohidrat dengan protein, lemak, atau serat untuk membantu menjaga gula darah tetap stabil. Beberapa orang mungkin perlu untuk terus memantau asupan karbohidrat dengan ahli gizi atau dokter spesialis.

3. Menggunakan Insulin Berarti Gagal

Ilustrasi/Foto: freepik.com/jcomp

Menggunakan insulin berarti gagal/Foto: freepik.com/jcomp

Ada anggapan keliru bahwa menggunakan insulin jadi tanda bahwa gagal dalam mengelola diabetes. Namun fakta sebenarnya adalah kronis, kemampuan tubuh memproduksi insulin bisa menurun, meski sudah menjalani pola hidup sehat. 

Insulin merupakan terapi penting. Bagi penderita diabetes tipe 1, insulin jadi kebutuhan mutlak karena pankreas tidak lagi memproduksinya. Beberapa penderita tipe 2, insulin diperlukan saat tubuh tidak lagi cukup memproduksi hormon tersebut.

4. BMI Normal, Tidak Berisiko Diabetes

BMI normal, tidak berisiko diabetes/Foto: freepik.com/freepik

BMI normal, tidak berisiko diabetes/Foto: freepik.com/freepik

Body Mass Index (BMI) atau indeks massa tubuh sering digunakan sebagai indikator berat badan, tapi bukan berarti tidak berisiko diabetes. Faktor tersebut bisa dari genetika, usia, dan stres. Justru lemak di perut bisa lebih kuat memiliki risiko diabetes daripada BMI. Meskipun orang punya BMI normal tetap bisa berisiko tinggi. Jadi, penting untuk tidak mengabaikan risiko hanya karena berat badan terlihat ideal.

5. Diabetes Bisa Disembuhkan

Diabetes bisa disembuhkan/Foto: freepik.com/freepik

Diabetes bisa disembuhkan/Foto: freepik.com/freepik

Hingga saat ini belum ada obat untuk diabetes, baik tipe 1 ataupun tipe 2. Namun untuk diabetes tipe 2, beberapa orang bisa tidak memerlukan obat untuk menjaga kadar gula tetap normal dengan menjaga gaya hidup sehat dan mendapat pemantauan medis secara rutin. Namun, hal itu bukan penyembuhan secara keseluruhan. Perlu komitmen jangka panjang untuk mempertahankannya. 

Beauties, jangan biarkan mitos menyesatkanmu. Mulailah pola makan seimbang, gaya hidup sehat, dan konsultasi rutin dengan ahlinya!

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(dmh/dmh)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE