5 Oleh-Oleh Khas Jogja yang Tahan Lama, Cocok Dibagikan Usai Libur Lebaran!

Yemima Prasetya Christiana Putri | Beautynesia
Senin, 23 Mar 2026 11:00 WIB
5. Geplak
Geplak/Foto: instagram.com/jastipcakekekinianjogja

Yogyakarta merupakan salah satu destinasi wisata populer di Indonesia yang tidak hanya dikenal karena kekayaan budaya dan sejarahnya, tetapi juga karena ragam kuliner khasnya yang menarik. Saat libur Lebaran, banyak wisatawan yang berkunjung ke kota ini untuk menikmati berbagai makanan tradisional, sekaligus membeli oleh-oleh sebagai kenang-kenangan setelah pulang dari perjalanan.

Namun, tidak semua jenis makanan cocok dijadikan oleh-oleh karena sebagian memiliki masa simpan yang cukup singkat. Oleh karena itu, sebaiknya kita memilih oleh-oleh yang memiliki daya tahan lebih lama agar tetap aman dikonsumsi, meskipun harus disimpan beberapa waktu sebelum diberikan kepada orang lain.

Inilah berbagai makanan khas Jogja yang menjadi pilihan populer, karena tahan lama dan praktis dijadikan buah tangan.

1. Gudeg Kaleng

Gudeg Kaleng/Foto: instagram.com/gudegyudjum

Gudeg kaleng merupakan inovasi modern dari makanan tradisional Jogja, yaitu gudeg. Makanan ini dibuat dari nangka muda yang dimasak lama dengan santan dan gula aren, hingga menghasilkan rasa manis gurih yang khas.

Dalam kemasan kaleng, gudeg biasanya dilengkapi dengan lauk seperti ayam, telur, dan sambal krecek. Proses pengalengan pun dilakukan secara steril sehingga makanan bisa tetap aman dan tahan lama tanpa bahan pengawet tambahan.

Keunggulan gudeg kaleng adalah daya tahannya yang sangat lama, bahkan bisa mencapai sekitar satu tahun jika kemasan masih tertutup rapat. Hal ini membuatnya sangat cocok sebagai oleh-oleh bagi wisatawan yang harus menempuh perjalanan jauh. Selain praktis, gudeg kaleng juga mudah disajikan, karena cukup dipanaskan sebelum dimakan, dan cita rasa khas Jogja tetap bisa dinikmati kapan saja.

2. Yangko

Yangko/Foto: instagram.com/bajubranded_matahari

Yangko adalah jajanan tradisional Jogja yang memiliki tekstur kenyal mirip mochi. Makanan ini dibuat dari tepung ketan yang diolah dengan gula, dan diisi dengan kacang tanah manis yang telah dihaluskan. Biasanya yangko berbentuk kotak kecil dengan taburan tepung di bagian luar agar tidak lengket, serta dikemas dalam kotak berisi beberapa potong sehingga mudah dibagikan.

Sebagai oleh-oleh, yangko cukup populer karena daya simpannya lebih lama dibandingkan banyak kue tradisional lainnya. Jika disimpan dalam kemasan tertutup dengan baik, yangko bisa bertahan sekitar tiga minggu hingga satu bulan. Rasanya yang manis dan teksturnya yang lembut membuat camilan ini cocok untuk semua usia, baik anak-anak maupun orang dewasa.

3. Bakpia Pathok (Bakpia Kering)

Bakpia Pathok/Foto: instagram.com/bakpiapathok731

Bakpia Pathok merupakan salah satu ikon oleh-oleh dari Jogja yang paling terkenal. Kue kecil berbentuk bulat ini memiliki kulit tipis dengan berbagai isian, seperti kacang hijau, cokelat, keju, hingga varian rasa modern lainnya. Nama “Pathok” berasal dari kawasan Pathok di Jogja yang sejak lama dikenal sebagai pusat produksi bakpia.

Untuk oleh-oleh yang lebih tahan lama, wisatawan biasanya memilih varian bakpia yang lebih kering dibandingkan bakpia basah. Bakpia kering dapat bertahan sekitar tujuh hingga sepuluh hari jika disimpan dalam kemasan tertutup. Ukurannya yang kecil dan jumlahnya yang banyak dalam satu kotak membuat bakpia sangat praktis dibagikan kepada keluarga, teman, atau rekan kerja setelah kembali usai libur Lebaran.

4. Keripik Belut

Keripik Belut/Foto: instagram.com/ocamilan.mlg

Keripik belut adalah camilan gurih yang cukup unik dari daerah sekitar Jogja, terutama wilayah persawahan di sekitar Bantul dan Sleman. Makanan ini dibuat dari belut yang dibersihkan, dibumbui dengan rempah, kemudian digoreng hingga kering dan renyah. Hasilnya adalah camilan dengan rasa gurih yang khas, serta tekstur yang sangat renyah.

Karena digoreng hingga benar-benar kering, keripik belut memiliki daya tahan yang cukup lama jika disimpan dalam wadah tertutup. Camilan ini bisa bertahan hingga beberapa bulan tanpa kehilangan kerenyahannya. Selain itu, rasanya yang gurih membuatnya berbeda dari kebanyakan oleh-oleh manis, sehingga cocok bagi orang yang lebih menyukai camilan asin atau gurih.

5. Geplak

Geplak/Foto: instagram.com/jastipcakekekinianjogja

Geplak merupakan jajanan tradisional yang terbuat dari kelapa parut yang dicampur dengan gula, kemudian dimasak hingga mengeras dan dibentuk menjadi bulatan kecil. Ciri khas geplak adalah warnanya yang cerah dan beragam, seperti merah muda, kuning, hijau, dan putih. Warna-warna tersebut membuat tampilannya menarik dan mudah dikenali sebagai oleh-oleh khas Jogja.

Rasa geplak didominasi oleh manis dari gula yang dipadukan dengan aroma kelapa yang kuat. Karena kadar gulanya tinggi dan teksturnya cukup padat, makanan ini dapat bertahan sekitar satu hingga dua minggu jika disimpan dengan baik. Geplak sering dibeli sebagai oleh-oleh karena bentuknya kecil, mudah dibagi, dan memiliki tampilan yang khas sehingga mencerminkan kekayaan kuliner tradisional Jogja.

Berbagai oleh-oleh khas dari Yogyakarta menawarkan keunikan rasa, sekaligus nilai tradisi yang mencerminkan kekayaan kuliner daerah tersebut. Makanan di atas tidak hanya memiliki cita rasa khas, tetapi juga memiliki daya tahan yang relatif lama. Dengan memilih oleh-oleh yang tahan lama, wisatawan dapat memastikan bahwa makanan tersebut tetap aman dibawa pulang setelah libur Lebaran. Selain menjadi tanda perhatian kepada orang lain, oleh-oleh juga menjadi cara untuk memperkenalkan kekayaan kuliner tradisional Jogja kepada lebih banyak orang.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE