Gejala serangan jantung sering kali tidak selalu datang dengan sesuatu yang dramatis sehingga banyak tanda awalnya kerap dianggap sepele. Beberapa di antaranya justru muncul dalam bentuk keluhan ringan yang sering disalahartikan sebagai tanda sakit biasa sehingga tidak sedikit orang yang terlambat menyadari kondisi serius yang sedang terjadi.
Memahami 5 tanda serangan jantung yang sering dianggap sepele menjadi langkah penting untuk meningkatkan kewaspadaan dan mencegah risiko yang lebih fatal. Oleh karena itu, penting bagi setiap orang untuk mengenali ciri-ciri serangan jantung seperti yang dilansir dari Fodmap Everyday ini sejak dini dan segera mencari pertolongan medis jika mengalaminya.
Nyeri Pada Rahang, Leher, atau Punggung
|
Gejala serangan jantung dapat muncul sebagai nyeri pada rahang, leher, atau punggung tanpa penyebab yang jelas/Foto: Freepik/jcomp |
Jangan langsung berasumsi bahwa nyeri rahang yang baru muncul disebabkan oleh kebiasaan menggemeretakkan gigi, atau nyeri punggung berasal dari kursi kerjamu. Berdasarkan laporan CDC tahun 2017, hanya sekitar 50,2 persen orang dewasa di Amerika Serikat yang mampu mengenali seluruh gejala utama serangan jantung, termasuk nyeri di area-area tersebut. Kondisi ini terjadi karena adanya “referred pain”, yaitu ketika saraf jantung dan saraf rahang, leher, serta punggung mengirimkan sinyal ke pusat nyeri yang sama di otak sehingga otak keliru menafsirkan sumber rasa sakit.
Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Clinical and Experimental Dentistry pada 2017 juga menunjukkan bahwa pasien dengan penyakit jantung iskemik dapat mengalami nyeri kraniofasial, paling sering di leher bagian belakang dan kepala. Oleh karena itu, setiap nyeri baru pada tubuh bagian atas yang tidak jelas penyebabnya, terlebih jika memburuk saat beraktivitas, perlu diperlakukan sebagai tanda bahaya yang patut diwaspadai.