1. Kenali Tanda-tanda Sejak Dini
Meninggalnya selebgram Desy Nurhakiki membuktikan bahwa perempuan di usia produktif juga berisiko terkena penyakit jantung. Penyakit jantung koroner tidak terjadi secara tiba-tiba melainkan melewati proses. Sayangnya, tidak semua orang mampu mengenali proses yang menjadi cikal bakal penyakit berbahaya tersebut. Karena itulah penting untuk menekan risiko gangguan jantung sejak dini dengan mengenali penyakit yang biasa menyertainya seperti diabetes, hipertensi dan kolesterol.
2. Cegah Obesitas
Dilansir dari Health.detik.com, obesitas atau berat badan terlebih bukan hanya masalah kegemukan biasa. Efek dari berat tubuh yang terus meningkat drastis adalah sempitnya pembuluh darah akibat tertekan lemak yang lama kelamaan membentuk plak.
Pembuluh darah yang sempit akan menyebabkan kerja jantung semakin keras dan efek buruknya adalah serangan jantung yang mematikan. Maka agar tidak terkena penyakit itu di usia muda, hindari makanan dan kebiasaan yang bisa menyebabkan obesitas.
3. Hindari Rokok dan Alkohol
Sebuah fakta mengatakan bahwa perokok dan peminum alkohol memiliki peluang lebih besar terkena penyakit jantung bahkan di usia muda. Lagi-lagi zat berbahaya dalam rokok dan alkohol bisa mengganggu fungsi pembuluh darah yang bisa berakibat pada kinerja jantung.
Pembuluh darah yang tidak bisa berfungsi normal akan memaksa jantung berdetak lebih cepat. Inilah gejala penyakit jantung koroner. Demi menjaga kesehatan, hindari rokok jenis apa saja termasuk vape alias rokok elektrik.
4. Makan Makanan Sehat dan Rajin Olahraga
Usaha paling nyata untuk mencegah penyakit jantung adalah dengan memilih konsumsi makanan sehat. Sayur dan buah lebih disarankan daripada makanan berminyak, makanan instan dan makanan cepat saji. Untuk menyempurnakan gaya hidup sehat, lakukan olahraga secara rutin minimal jalan kaki setiap hari. Makanan sehat dan olahraga teratur akan membuat tubu lebih bugar dan tidak gampang terserang penyakit.
5. Lakukan Pemeriksaan Rutin
Menjaga pola makan dan gaya hidup sehat yang bisa dilakukan sendiri memang bisa menghindarkan diri dari serangan jantung. Namun untuk memastikan bahwa tubuh selalu dalam kondisi prima, disarankan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.
Pemeriksaan sebaiknya dimulai dari usia 20 tahun dengan jangka waktu minimal sekali salam setahun. Pemeriksaan kesehatan ini berguna untuk mengetahui kondisi semua organ tubuh termasuk jantung. Sehingga dapat menjaga agar tidak terkena serangan jantung di usia muda.
Sumber: https://health.detik.com/