6 Aktivitas Sederhana Agar Tidak Cepat Demensia

Belinda Safitri | Beautynesia
Senin, 19 Oct 2026 12:00 WIB
6. Olahraga Ringan
Olahraga/ Foto: Magnific.com/tirachardz

Seiring bertambahnya usia, kemampuan mengingat nama, mengingat kejadian tertentu, atau mempelajari hal baru dapat mengalami perubahan. Meski sebagian perubahan tersebut merupakan bagian dari proses penuaan, penurunan daya ingat yang semakin mengganggu aktivitas sehari-hari perlu mendapat perhatian karena bisa berkaitan dengan masalah kesehatan tertentu.

Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah membiasakan diri menjalani aktivitas yang mendukung kesehatan otak sejak dini. Demensia sendiri bukan bagian normal dari penuaan, melainkan sekumpulan gejala akibat penurunan fungsi kognitif yang cukup berat hingga mengganggu kehidupan sehari-hari. 

Walaupun tidak ada aktivitas yang bisa menjamin seseorang terbebas dari demensia, beberapa kebiasaan dapat membantu menjaga kemampuan berpikir sekaligus mendukung kualitas hidup. Melansir Mental Health Commission, yuk kenali sejumlah aktivitas sederhana agar tak cepat demensia! 

1. Membaca

Membaca/ Foto: Magnific.com/pressphoto

Ketika membaca buku, otak bekerja memahami kata-kata, menghubungkan informasi, mengikuti alur cerita, hingga mengingat detail yang sudah dibaca. Aktivitas ini melibatkan sejumlah kemampuan kognitif sekaligus, sehingga dapat menjadi latihan mental yang menyenangkan. 

Beberapa penelitian menemukan bahwa orang yang rutin melakukan aktivitas yang merangsang pikiran cenderung memiliki risiko penurunan kognitif yang lebih rendah. Beauties bisa memulainya dengan membaca novel, biografi, buku pengetahuan, atau artikel yang menarik perhatian. 

Tidak perlu langsung menargetkan puluhan halaman setiap hari, coba luangkan saja sekitar 10–15 menit dan tingkatkan durasinya sesuai kenyamanan. Jika dilakukan bersama orang lain, kegiatan membaca juga bisa dilanjutkan dengan berdiskusi tentang isi bacaan. Cara ini memberi kesempatan untuk melatih ingatan, menyampaikan pendapat, sekaligus menjaga hubungan sosial.

2. Mengisi Teka-teki Silang

Mengisi teka-teki silang/ Foto: Magnific.com/magnific

Mencari kata yang tepat berdasarkan petunjuk teka-teki silang membutuhkan kombinasi ingatan, penalaran, dan konsentrasi. Ketika satu jawaban berhasil ditemukan, Beauties juga perlu menghubungkannya dengan huruf yang sudah terisi pada bagian lain. 

Proses tersebut membuat permainan ini menjadi latihan yang menyenangkan, terutama bagi yang ingin tetap aktif secara kognitif tanpa harus mengikuti kegiatan yang terlalu rumit. Supaya tidak terasa monoton, kamu bisa mencoba variasi permainan seperti sudoku, mencari kata, kuis pengetahuan umum, atau permainan strategi. 

Mulailah dari tingkat kesulitan yang sesuai agar tetap menantang tanpa membuat frustrasi. Jika sudah terbiasa, tingkatkan tantangannya secara bertahap atau ajak teman dan keluarga bermain bersama. Hal terpenting bukan menyelesaikan sebanyak mungkin soal, melainkan menjadikan aktivitas tersebut sebagai kebiasaan yang menyenangkan dan konsisten. 

3. Melakukan Aktivitas Seni dan Kerajinan Tangan

Melakukan aktivitas seni/ Foto: Magnific.com/magnific

Melukis, menggambar, merajut, memainkan musik, atau mengambil foto bukan sekadar kegiatan seni untuk mengisi waktu luang. Saat melakukan aktivitas tersebut, otak perlu mengolah rangsangan visual atau suara, mengoordinasikan gerakan, serta membuat keputusan. 

Berdasarkan penelitian, terapi seni telah terbukti membantu mencegah penurunan kognitif yang cepat pada lansia. Kegiatan seni juga dapat membantu seseorang mengekspresikan perasaan ketika sulit mengungkapkannya melalui kata-kata. 

Beauties tidak harus memiliki bakat khusus untuk memulainya. Kamu bisa mencoba mewarnai gambar, membuat kerajinan sederhana, bernyanyi mengikuti lagu favorit, atau belajar memainkan alat musik. Pilih kegiatan yang membuatmu nyaman dan tidak terlalu berfokus pada hasil akhir. 

4. Memasak

Memasak/ Foto: Magnific.com/senivpetro

Memasak adalah salah satu aktivitas yang dapat memicu ingatan bagi pasien Alzheimer. Nyatanya, menyiapkan makanan membutuhkan beberapa kemampuan sekaligus, mulai dari menentukan menu, mengingat bahan yang diperlukan, mengikuti urutan resep, hingga memperkirakan waktu memasak.

Penelitian selama rehabilitasi pengaktifan otak untuk lansia menunjukkan bahwa memasak tidak hanya dapat membantu mereka mempertahankan fungsi eksekutif tetapi juga mengurangi gejala penyakit demensia. Tak perlu yang ribet, aktivitas seperti membuat sup, menyiapkan sarapan, atau mengolah sayuran dapat menjadi cara untuk tetap aktif dalam rutinitas sehari-hari. 

Agar lebih menantang, Beauties bisa mencoba resep baru yang sederhana atau mengajak anggota keluarga menyiapkan makanan bersama. Jika memasak dilakukan oleh lansia yang mengalami penurunan daya ingat, pilih resep yang sudah familier dan minim risiko. 

 

5. Yoga

Yoga/ Foto: Magnific.com/yanalya

Saat melakukan yoga, seseorang perlu memperhatikan posisi tubuh, mengatur pernapasan, dan mengikuti urutan gerakan. Kombinasi tersebut dapat melatih keseimbangan, kelenturan, serta konsentrasi. 

Selain kesehatan mental dan fisik, yoga turut dipercaya dapat mengurangi penurunan fungsi kognitif jangka panjang pada penderita demensia. Namun, studi tentang hal tersebut hingga kini masih terus dikaji sehingga yoga sebaiknya dipandang sebagai salah satu bagian dari pola hidup sehat, bukan satu-satunya upaya menjaga daya ingat.

Beauties bisa memulai dengan gerakan ringan untuk pemula atau yoga di kursi jika sulit melakukan pose di lantai. Lakukan gerakan secara perlahan dan hindari memaksakan posisi yang menimbulkan rasa sakit atau pusing. Jika memungkinkan, berlatih bersama teman atau menyewa instruktur juga dapat menjadi pilihan. 

 

6. Olahraga Ringan

Olahraga/ Foto: Magnific.com/tirachardz

Olahraga seperti berjalan kaki, bersepeda, berenang, menari, atau berlari sesuai kemampuan dapat membantu menjaga kebugaran jantung dan pembuluh darah. Hal ini penting karena tekanan darah tinggi, diabetes, dan gangguan pembuluh darah merupakan sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko demensia. 

Aktivitas fisik juga dapat mendukung kualitas tidur dan kesehatan suasana hati. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang aktif secara fisik cenderung memiliki kesehatan kognitif yang lebih baik, meski tetap dipengaruhi oleh banyak faktor lain, termasuk usia, kondisi kesehatan, dan kebiasaan hidup.

Kabar baiknya, Beauties tidak harus langsung olahraga berat untuk mulai bergerak. Cobalah berjalan kaki selama 10–15 menit, menggunakan tangga jika memungkinkan, atau melakukan senam ringan di rumah. Durasi dan intensitasnya dapat ditingkatkan secara bertahap sesuai kemampuan. Jika memiliki penyakit kronis atau sudah lama tidak berolahraga, konsultasikan dengan tenaga kesehatan untuk menentukan aktivitas yang aman.

Jadi, itulah sejumlah aktivitas sederhana agar tak cepat demensia. Kamu sudah siap mulai terapkan aktivitas tersebut, Beauties? 

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE