6 Cara Mengolah Daging Kurban agar Tidak Picu Kolesterol tapi Tetap Nikmat
Cara mengolah daging kurban sering kali menentukan apakah hidangan Iduladha menjadi santapan sehat atau justru memicu masalah kolesterol. Apalagi saat perayaan berlangsung, menu seperti rendang, gulai, hingga sate biasanya hadir berturut-turut dan sulit ditolak karena rasanya begitu menggoda.
Menikmati daging sebenarnya sah-sah saja selama kamu tetap memperhatikan pola pengolahan dan jumlah konsumsinya. Bahkan menurut Dietisien Rumah Sakit Mohammad Hoesin Palembang, Jumiaty, SGZ, RD, risiko gangguan kesehatan bisa lebih rendah jika memilih bagian daging tanpa lemak dan mengolahnya dengan cara yang lebih sehat.
Dilansir dari detikcom, ini dia sejumlah cara mengolah daging kurban agar tetap nikmat dan tidak picu kolesterol!
Kurangi Penggunaan Santan Kental dalam Masakan
Kurangi pemakaian santan/Foto: Magnific
Menu seperti rendang atau gulai memang selalu jadi favorit saat Iduladha karena rasa gurihnya begitu khas dan menggugah selera. Namun, penggunaan santan kental berlebihan ternyata bisa meningkatkan risiko tekanan darah tinggi dan kadar kolesterol dalam tubuh.
Kalau kamu tetap ingin menikmati olahan daging kurban yang lezat, coba pilih menu alternatif yang lebih ringan seperti semur, sup, atau tongseng tanpa santan. Rasanya tetap nikmat, tetapi kandungan lemaknya jauh lebih rendah sehingga tubuh terasa lebih nyaman setelah makan.
Selain itu, kamu juga bisa mengurangi penggunaan minyak saat memasak agar kandungan lemak tidak semakin tinggi. Dengan perubahan sederhana seperti ini, hidangan Iduladha tetap terasa spesial tanpa membuat tubuh kewalahan.
Padukan Daging dengan Sayur dan Buah
Padukan dengan sayur dan buah/Foto: Magnific
Banyak orang fokus pada dagingnya saja, padahal tambahan sayur dan buah punya peran penting menjaga keseimbangan nutrisi saat Iduladha. Sayuran hijau membantu proses pencernaan dan membuat tubuh tidak terasa terlalu berat setelah makan.
Menurut Jumiaty, kombinasi sayur dengan daging merah dapat membantu mengurangi senyawa berbahaya yang muncul saat proses pencernaan. Kamu bisa menambahkan kol, tomat, daun kemangi, labu siam, atau bayam ke dalam masakan seperti soto, pindang, dan tongseng.
Buah seperti nanas juga sering digunakan karena dipercaya membantu membuat tekstur daging lebih empuk sekaligus memberi rasa segar pada masakan. Jadi, jangan hanya fokus pada lauknya saja, ya, Beauties, karena pelengkap sehat juga sangat penting.
Gunakan Rempah-rempah yang Baik untuk Tubuh
Gunakan rempah-rempah/Foto: Magnific
Indonesia terkenal kaya rempah, dan ternyata banyak di antaranya memiliki manfaat baik untuk kesehatan tubuh. Jadi, selain menambah cita rasa masakan, rempah-rempah juga bisa membantu mengurangi dampak buruk dari konsumsi daging berlebihan.
Bawang putih misalnya, dipercaya membantu menurunkan kadar LDL dan trigliserida dalam tubuh. Sementara jahe memiliki senyawa bioaktif yang membantu mengontrol kadar kolesterol sekaligus menjaga kesehatan jantung.
Tidak hanya itu, kunyit dengan kandungan kurkumin dikenal memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi yang baik untuk pembuluh darah. Kayu manis, lada hitam, hingga bawang merah juga sering digunakan karena membantu melancarkan aliran darah dan mendukung metabolisme tubuh lebih baik.
Pilih Bagian Daging Tanpa Lemak dan Teknik Masak Sehat
Pilih daging tanpa lemak/Foto: Magnific
Beauties, tidak semua bagian daging memiliki kandungan lemak yang sama. Karena itu, penting memilih bagian seperti tenderloin atau has dalam yang cenderung lebih rendah lemak dan cepat empuk saat dimasak.
Selain memilih bagian daging, teknik memasak juga sangat menentukan kandungan lemak dalam makanan. Dibandingkan menggoreng menggunakan banyak minyak, kamu bisa memilih metode panggang, kukus, bakar, atau tumis ringan agar kandungan minyak tetap terkontrol.
Biasakan Minum Teh Hijau Setelah Makan Daging
Biasakan minum teh hijau/Foto: Magnific
Setelah menyantap hidangan daging bersantan atau sate berlemak, banyak orang langsung memilih minuman manis dingin sebagai pelengkap. Padahal, minuman seperti teh hijau bisa menjadi pilihan yang lebih baik untuk tubuh setelah makan berat.
Menurut penjelasan Jumiaty yang mengutip para ahli, teh hijau mengandung flavonoid bernama katekin yang membantu mengurangi penyerapan kolesterol dalam tubuh. Selain itu, katekin juga mendukung proses pembuangan kolesterol melalui feses sehingga tubuh lebih mudah menjaga keseimbangannya.
Rasanya yang ringan dan hangat juga membantu tubuh terasa lebih nyaman setelah makan daging dalam jumlah cukup banyak. Jadi, sesekali coba ganti minuman manis dengan teh hijau, ya, Beauties.
Konsumsi Buah yang Membantu Menjaga Kolesterol
Konsumsi buah/Foto: Magnific
Buah seperti apel, alpukat, dan delima ternyata memiliki kandungan yang baik untuk membantu menjaga kadar kolesterol tetap stabil. Karena itu, buah-buahan ini cocok dijadikan camilan sehat setelah menyantap makanan berat saat Iduladha.
Apel mengandung pektin, yaitu serat larut yang membantu menurunkan kadar LDL atau kolesterol jahat dalam tubuh. Selain itu, apel juga kaya antioksidan polifenol yang membantu memperlambat proses oksidasi LDL dalam pembuluh darah.
Sementara alpukat mengandung lemak tak jenuh tunggal yang lebih baik untuk kesehatan jantung. Delima juga dipercaya membantu menghambat penyerapan kolesterol karena kandungan fitosterol di dalamnya.
Seperti yang diingatkan Jumiaty, pola makan gizi seimbang tetap menjadi kunci utama menjaga kesehatan tubuh setelah mengonsumsi daging kurban. Jadi, yuk, nikmati hidangan Iduladha secukupnya sambil tetap menjaga kesehatan bersama keluarga tercinta.
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!