Sempat ramai teknik proning position yang dikaitkan dengan isu kelangkaan tabung oksigen, yang tengah terjadi di mana-mana. Penyebabnya tidak lain karena angka penderita covid-19 yang semakin naik setiap harinya.
Virus covid-19 yang menyerang organ pernapasan manusia membuat para penderitanya terpaksa harus menggunakan alat bantu pernapasan seperti tabung oksigen. Namun, karena meningkatnya penjualan, tidak sedikit orang yang tidak kebagian tabung oksigen dan mencari jalan alternatif dengan mengaplikasikan teknik proning pada pasien yang kadar oksigen atau saturasinya sedang turun.
Dikutip dari laman detikHealth, menurut Ketua Umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), dr Agus Dwi Susanto, SpP(K), FISR, FAPSR, proning position dapat membantu membuka area di sekitar paru-paru sehingga oksigenasi dapat berjalan lebih maksimal.
Berdasarkan sebaran informasi dari laman Ministry of Health & Family Welfare Government of India, terdapat beberapa hal yang perlu kamu perhatikan, ketika akan menerapkan posisi ini, di antaranya:
Jangan Panik dan Kendalikan Diri
Jangan panik agar dapat mengendalikan diri/freepik.com/cookie_studio |
Mengalami saturasi rendah memang jadi hal yang cukup menyiksa bagi penderitanya. Pasalnya para penderita atau pasien akan mengalami kesulitan bernapas karena menurunnya suplai oksigen dalam darah. Agar situasi dapat terkendali sebisa mungkin kendalikan dirimu agar tidak panik. Melakukan hal dalam keadaan panik justru hanya akan memperparah situasi.
Hindari Melakukan Proning Position Satu Jam Setelah Makan
Hindari makan sebelum melakukan prosisi proning/Freepik.com/jcomp |
Perlu diingat, melakukan proning position artinya menempatkan diri dalam berbaring salah satunya telungkup. Sebagaimana kamu tahu Beauties, tubuh juga membutuhkan waktu untuk mencerna makan. Jadi, sebisa mungkin jangan lakukan posisi ini jika kamu baru saja selesai makan. Karena jika kamu tetap melakukannya, perut akan tertekan, alhasil malah membuatmu tidak nyaman.