6 Kebiasaan Sepele yang Diam-diam Merusak Attention Span, Bikin Susah Fokus!

Maura Valysha Carmelie | Beautynesia
Sabtu, 21 Mar 2026 18:00 WIB
6 Kebiasaan Sepele yang Diam-diam Merusak Attention Span, Bikin Susah Fokus!
Attention span yang menurun akibat distraksi digital, short-form content, dan kebiasaan yang merusak otak menjadi penyebab utama susah fokus dan sulit konsentrasi/Foto: freepik.com/rawpixel.com

Di era digital seperti saat ini, attention span atau rentang fokus manusia semakin pendek karena kebiasaan sehari-hari yang kita anggap normal. Faktanya, rata-rata attention span manusia diperkirakan menyusut drastis dibanding dua dekade lalu, dan gangguan konsentrasi ini seringkali dipicu oleh pola hidup serta efek digital yang tak kita sadari.

Penurunan attention span, yang dipicu oleh distraksi digital, multitasking, notifikasi nonstop, sampai kebiasaan scrolling, kini jadi isu besar dalam produktivitas dan kesehatan kognitif. Tanpa sadar, kebiasaan sepele yang kamu lakukan tiap hari justru jadi biang kerok rusaknya fokus. Yuk, cek satu per satu di bawah ini!

1. Terlalu Sering Scrolling Media Sosial

Kebiasaan scrolling media sosial tanpa batas diam-diam menurunkan attention span dan membuat otak sulit fokus dalam waktu lama, terutama saat kerja dan belajar/Foto: freepik.com/jcomp

Kebiasaan scroll media sosial tanpa kontrol, dari Reels sampai TikTok Shorts, ternyata bukan hanya buang waktu, tapi juga merusak attention span kamu. Algoritma dirancang untuk memberikan imbalan instan berupa konten baru sekilas yang memberi kejut kecil di otak, sehingga otak mulai terbiasa dengan stimulasi cepat dan pendek. Akibatnya, kemampuan untuk fokus lama pada tugas penting jadi turun dan membuat otak sering teralihkan.

2. Multitasking

Multitasking justru memperpendek attention span, meningkatkan gangguan fokus, dan menurunkan produktivitas karena otak sulit berkonsentrasi pada satu tugas utama/Foto: freepik.com/nensuria

Meski sering dianggap efisien, multitasking justru merusak kualitas attention span kamu. Ketika kamu berpindah dari tugas satu ke lain, otak nggak benar-benar fokus juga. Hal ini dikarenakan sisa perhatian dari tugas sebelumnya tertinggal dan memecah konsentrasi. Menurut work-management.org, ini yang disebut attention residue, yang membuat proses berpikir dan penyelesaian tugas jadi kurang efisien.

3. Terlalu Banyak Notifikasi

Notifikasi ponsel yang terus muncul menjadi penyebab utama susah fokus dan short attention span, membuat otak sulit kembali ke mode konsentrasi penuh/Foto: freepik.com/chuttersnap

Notifikasi terus-menerus dari aplikasi, pesan, sampai email sangat merusak fokus. Setiap bunyi atau pop-up bukan sekadar mengganggu, tapi melempar fokus kamu ke arah lain, dan menurut penelitian yang dilansir dari work-management.org, butuh puluhan menit untuk kembali fokus setelah terganggu. Ini bukan hanya gangguan kecil, ini mengubah cara otak mengalokasikan fokus dan membuat tugas yang membutuhkan deep focus makin sulit diselesaikan.

4. Konsumsi Konten Cepat (Short-Form Content)

Kebiasaan menonton konten cepat seperti video pendek dan short-form content membuat otak terbiasa stimulasi instan dan menurunkan kemampuan fokus mendalam/Foto: freepik.com/freepik

Popularitas video durasi pendek seperti Reels dan Shorts memang menghibur, tetapi justru secara ilmiah terbukti membuat otak terbiasa dengan rangsangan cepat dan instan sehingga makin intoleran pada hal yang butuh fokus mendalam. Akibatnya, kamu jadi merasa bosan lebih cepat saat membaca atau kerja panjang.

5. Bergantung pada Pencarian Instan

Terlalu sering mengandalkan pencarian instan di internet mengurangi kemampuan deep thinking dan secara perlahan merusak attention span jangka panjang/Foto: freepik.com/

Kebiasaan langsung mencari jawaban lewat search engine atau jawaban cepat membuat otak jarang latihan deep focus dan problem solving. Padahal, itu adalah momen ketika otak melatih kemampuan memerhatikan detail dan konsentrasi lama. Ketergantungan “jawaban instan” artinya kita sering melewatkan latihan berpikir mendalam yang penting untuk menjaga perhatian stabil dan produktivitas tinggi.

6. Kurang Tidur & Hidup Tak Teratur

Kurang tidur dan pola hidup tidak sehat terbukti menurunkan attention span, memperburuk konsentrasi, serta jadi penyebab susah fokus sepanjang hari/Foto: freepik.com/benzoix

Walau terlihat remeh, kurang tidur dan pola hidup tak konsisten bisa memengaruhi attention span lebih dari yang kita bayangkan. Menurut Healthline, kurang tidur buat kemampuan fokus dan pemrosesan informasi turun, dan tanpa energi mental yang cukup, otak mudah terganggu oleh hal kecil. Bahkan dehidrasi ringan pun bisa mengganggu konsentrasi dan memperburuk fokus jangka panjang.

Kebiasaan-kebiasaan kecil di atas secara signifikan merusak attention span dan kemampuan fokus kamu sehari-hari. Mulai dengan meminimalkan gangguan digital dan atur pola hidup bisa langsung bantu kamu meningkatkan fokus, produktivitas, dan kualitas kerja atau belajar. Yuk, ubah pola hidup, Beauties!

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(dmh/dmh)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.