6 Makanan yang Tidak Boleh Dipanaskan di Microwave, Bisa Berisiko untuk Kesehatan

Retno Anggraini | Beautynesia
Senin, 29 Jun 2026 11:30 WIB
2. Ayam
Ayam masuk daftar makanan yang tidak boleh dipanaskan di microwave/Foto: Pexels.com/Macedo Fotografo

Microwave menjadi salah satu peralatan dapur yang paling praktis untuk menghangatkan makanan dalam hitungan menit. Saat sedang sibuk atau tidak punya banyak waktu, alat ini memang terasa sangat membantu karena mampu membuat makanan kembali hangat tanpa perlu menyalakan kompor. Namun, ternyata ada beberapa makanan yang justru tidak boleh dipanaskan di microwave

Alasannya, makanan-makanan ini dapat mengalami perubahan tekstur, kehilangan nutrisi penting, hingga meningkatkan risiko pertumbuhan bakteri jika proses pemanasannya tidak tepat. Melansir dari The Queen Zone, berikut 6 makanan yang sebaiknya tidak dipanaskan ulang menggunakan microwave agar kualitas dan keamanannya tetap terjaga.

1. Daging Olahan

Daging olahan termasuk makanan yang tidak boleh dipanaskan di microwave karena kandungan pengawet dan lemaknya dapat mengalami perubahan saat terkena panas tinggi.
Daging olahan termasuk makanan yang tidak boleh dipanaskan di microwave/Foto: Pexels.com/AS Photography

Salah satu makanan yang tidak boleh dipanaskan di microwave adalah daging olahan seperti sosis, nugget, ham, hingga smoked beef. Menurut sejumlah penelitian, pemanasan ulang daging olahan dalam microwave dapat memicu perubahan pada senyawa kimia tertentu yang terkandung di dalamnya. Kandungan pengawet dan lemak pada daging olahan berpotensi mengalami oksidasi ketika terkena panas tinggi.

Sebuah studi PubMed Central pada tahun 2015 menemukan bahwa sosis yang dipanaskan menggunakan microwave menghasilkan kadar cholesterol oxidation products (COPs) paling tinggi dibandingkan metode memasak lainnya. Senyawa ini telah dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung koroner, peradangan, serta penumpukan plak pada pembuluh arteri.

2. Ayam

Ayam masuk daftar makanan yang tidak boleh dipanaskan di microwave/Foto: Pexels.com/Macedo Fotografo

Ayam merupakan sumber protein yang sangat populer dan sering disimpan untuk dikonsumsi kembali keesokan harinya. Sayangnya, banyak orang hanya menghangatkan ayam beberapa menit di microwave lalu langsung memakannya.

Masalah utama dari microwave adalah distribusi panas yang tidak selalu merata. Akibatnya, beberapa bagian ayam bisa tetap berada pada suhu yang memungkinkan bakteri bertahan hidup.

Selain itu, pemanasan ulang berulang kali juga dapat memengaruhi struktur protein pada ayam sehingga kualitas rasa dan teksturnya menurun. Jika ingin menghangatkan ayam, menggunakan kompor atau oven sering dianggap lebih aman karena panasnya lebih merata.

3. Nasi Sisa

Nasi sisa termasuk makanan yang tidak boleh dipanaskan di microwave jika sebelumnya tidak disimpan dengan benar karena berisiko menjadi tempat berkembangnya bakteri.
Nasi sisa masuk daftar makanan yang tidak boleh dipanaskan di microwave/Foto: Pexels.com/Jubair Bin Iqbal

Nasi sering kali menjadi makanan yang paling sering dipanaskan ulang menggunakan microwave. Praktis dan cepat, nasi hangat bisa kembali siap disantap hanya dalam beberapa menit. Namun, ada hal penting yang sering diabaikan terkait penyimpanan nasi sebelum dipanaskan ulang.

Jika nasi dibiarkan terlalu lama pada suhu ruang sebelum disimpan, bakteri seperti Bacillus cereus dapat berkembang dan menghasilkan racun yang sulit hilang meskipun nasi dipanaskan kembali. Microwave juga tidak selalu mampu memanaskan seluruh bagian nasi secara merata. Oleh karena itu, nasi sebaiknya segera didinginkan setelah matang dan disimpan di lemari pendingin sebelum dipanaskan kembali.

4. Sayuran Berdaun Hijau

Sayuran berdaun hijau termasuk makanan yang tidak boleh dipanaskan di microwave karena kandungan nitratnya berpotensi mengalami perubahan saat dipanaskan ulang.
Sayuran berdaun hijau masuk daftar makanan yang tidak boleh dipanaskan di microwave/Foto: Pexels.com/aaronk

Beberapa sayuran berdaun hijau seperti bayam, kangkung, dan sawi mengandung nitrat alami. Pada dasarnya, nitrat tidak berbahaya bagi tubuh. Namun, paparan panas yang tinggi saat proses pemanasan ulang dapat mengubah nitrat menjadi nitrit.

Menurut penelitian dari PubMed Central, nitrit berpotensi membentuk nitrosamin, yaitu senyawa yang dalam sejumlah penelitian dikaitkan dengan sifat karsinogenik atau dapat meningkatkan risiko kanker.

Selain perubahan kimiawi tersebut, tekstur sayuran hijau juga akan rusak seketika saat terpapar panas tinggi dari microwave. Sebaiknya, sayuran hijau segera dikonsumsi setelah dimasak untuk menjaga kualitas dan kandungan gizinya.

5. Kentang

Kentang termasuk makanan yang tidak boleh dipanaskan di microwave/Foto: Pexels.com/Nikita Krasnov

Kentang rebus, kentang panggang, atau mashed potato sering disimpan sebagai stok makanan karena cukup mengenyangkan dan mudah diolah kembali. Banyak orang menghangatkannya menggunakan microwave sebelum disantap.

Namun, kentang yang telah dimasak dan kemudian dibiarkan terlalu lama pada suhu ruang dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri Clostridium botulinum yang dapat menghasilkan racun botulinum dan menyebabkan kelumpuhan otot.

Saat dipanaskan ulang menggunakan microwave, tidak semua bagian kentang mungkin mencapai suhu yang cukup untuk mengurangi risiko tersebut. Selain masalah keamanan pangan, tekstur kentang juga bisa berubah menjadi lebih kering atau kurang nikmat setelah dipanaskan berulang kali.

6. ASI dan Susu Formula

ASI dan susu formula termasuk makanan yang tidak boleh dipanaskan di microwave karena panas yang tidak merata dapat membahayakan bayi.
ASI dan susu formula termasuk makanan yang tidak boleh dipanaskan di microwave/Foto: Pexels.com/Towfiqu barbhuiya

Bagi orang tua yang sedang merawat bayi, microwave terkadang dianggap sebagai cara tercepat untuk menghangatkan ASI atau susu formula. Padahal, metode ini justru tidak direkomendasikan oleh banyak ahli kesehatan.

Microwave dapat menghasilkan titik panas atau hot spots yang tidak terlihat. Meskipun botol terasa hangat secara keseluruhan, beberapa bagian cairan di dalamnya bisa memiliki suhu yang jauh lebih tinggi. Kondisi ini berisiko menyebabkan luka pada mulut atau tenggorokan bayi.

Selain itu, panas yang terlalu tinggi dapat merusak nutrisi penting serta antibodi yang berperan dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh pada ASI. Mengacu pada penelitian yang dilakukan oleh Sharron Bransburg-Zabary, ASI sebaiknya tidak dipanaskan hingga melebihi suhu 40°C agar kualitasnya tetap terjaga.

Microwave memang menawarkan kemudahan yang sulit ditolak, terutama ketika kita ingin menghangatkan makanan dalam waktu singkat. Namun, kenyamanan tersebut tetap perlu diimbangi dengan pemahaman mengenai jenis makanan yang aman dan tidak aman untuk dipanaskan ulang menggunakan alat ini.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE