7 Ciri-Ciri Tubuh Kekurangan Protein Meski Makan Tiga Kali Sehari

Belinda Safitri | Beautynesia
Senin, 27 Jul 2026 15:15 WIB
4. Rambut, Kulit dan Kuku Mudah Bermasalah
Masalah rambut/ Foto: Magnific.com/magnific

Banyak orang mengira rasa kenyang setelah makan berarti seluruh kebutuhan nutrisi tubuh sudah tercukupi. Padahal, kualitas makanan sama pentingnya dengan frekuensi makan. Jika sebagian besar menu harian hanya terdiri dari nasi, mi, atau makanan tinggi karbohidrat tanpa diimbangi protein yang cukup, tubuh tetap berisiko mengalami kekurangan protein.

Faktanya, protein memiliki peran vital dalam membangun dan memperbaiki jaringan tubuh, membentuk enzim, hormon, antibodi, hingga menjaga massa otot. Ketika asupannya tidak mencukupi, tubuh akan memberikan berbagai sinyal yang sering kali dianggap sebagai masalah kesehatan biasa. Melansir WebMD, yuk kenali ciri-ciri tubuh kekurangan protein yang perlu diwaspadai, Beauties! 

1. Mudah Lapar Meski Sudah Makan

Mudah lapar/ Foto: Magnific.com/benzoix

Jika kamu sering merasa lapar hanya satu atau dua jam setelah makan, penyebabnya mungkin bukan karena porsi makan yang kurang, melainkan kandungan proteinnya yang terlalu sedikit. Protein membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna sehingga membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil dan membuat rasa kenyang bertahan lebih lama.

Sebaliknya, makanan yang didominasi karbohidrat olahan lebih cepat dicerna sehingga energi juga lebih cepat habis. Menambahkan sumber protein seperti telur, ikan, ayam, tahu, tempe, kacang-kacangan, atau yogurt ke dalam menu harian dapat membantu mengendalikan nafsu makan sekaligus memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh. 

2. Tubuh Mengalami Pembengkakan

Pembengkakan/ Foto: Magnific.com/magnific

Salah satu protein penting dalam darah adalah albumin, yang berfungsi menjaga cairan tetap berada di dalam pembuluh darah. Ketika kadar albumin menurun akibat kekurangan protein, cairan lebih mudah keluar ke jaringan sehingga memicu pembengkakan atau edema.

Meski demikian, pembengkakan juga dapat disebabkan oleh penyakit ginjal, hati, atau jantung. Karena itu, apabila pembengkakan muncul terus-menerus atau semakin berat, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga medis untuk mengetahui penyebab pastinya.

3. Suasana Hati Mudah Berubah

Suasana hati mudah berubah/ Foto: Magnific.com/cookie_studio

Protein menyediakan asam amino yang dibutuhkan tubuh untuk membentuk neurotransmiter, seperti dopamin dan serotonin. Kedua senyawa tersebut berperan penting dalam mengatur suasana hati, motivasi, hingga kemampuan berkonsentrasi.

Saat produksi neurotransmiter terganggu, seseorang bisa menjadi lebih mudah marah, sulit fokus, merasa lesu, atau mengalami perubahan suasana hati yang tidak biasa. Karena itu, memastikan asupan protein yang cukup juga penting untuk menjaga fungsi otak dan mental tetap optimal.

4. Rambut, Kulit dan Kuku Mudah Bermasalah

Masalah rambut/ Foto: Magnific.com/magnific

Keratin, kolagen, dan elastin merupakan protein yang berperan menjaga kekuatan rambut, elastisitas kulit, serta kesehatan kuku. Jika tubuh kekurangan bahan baku untuk memproduksi protein-protein tersebut, kualitas jaringan pun akan menurun.

Akibatnya, rambut menjadi mudah rontok atau menipis, kulit terasa lebih kering dan kusam, sementara kuku tampak rapuh atau muncul garis-garis pada permukaannya. Walaupun kondisi ini dapat dipicu faktor lain, kekurangan protein juga menjadi salah satu penyebab yang patut dipertimbangkan.

5. Tubuh Mudah Lelah dan Otot Lemah

Tubuh dan otot lemah/ Foto: Magnific.com/8photo

Protein berfungsi mempertahankan jaringan otot agar tetap kuat, Beauties. Jika kebutuhan protein tidak terpenuhi dalam waktu lama, tubuh mulai memecah otot sebagai sumber energi sehingga massa otot berkurang secara bertahap.

Selain membuat tubuh terasa lemas, kondisi ini juga dapat mengganggu keseimbangan, memperlambat metabolisme, hingga meningkatkan risiko anemia karena proses pembentukan sel darah merah ikut terganggu. Dampaknya, kamu mungkin akan merasa cepat lelah meski aktivitas tidak terlalu berat.

6. Luka Lebih Lama Sembuh

Luka lama sembuh/ Foto: Magnific.com/stockking

Saat mengalami luka, tubuh akan memproduksi kolagen dan berbagai protein lain untuk mempercepat proses regenerasi jaringan. Apabila pasokan protein kurang, proses tersebut menjadi lebih lambat sehingga luka membutuhkan waktu lebih lama untuk menutup.

Tak hanya luka akibat tergores, pemulihan setelah cedera olahraga, keseleo, maupun tindakan medis juga dapat berlangsung lebih lama jika kebutuhan protein harian tidak tercukupi.

7. Mudah Sakit dan Sulit Pulih

Mudah sakit/ Foto: Magnific.com/benzoix

Antibodi yang bertugas melawan virus, bakteri, dan berbagai kuman penyebab penyakit dibentuk dari asam amino yang berasal dari protein. Ketika asupan protein kurang, produksi antibodi dapat menurun sehingga daya tahan tubuh ikut melemah.

Selain itu, protein juga membantu penyerapan berbagai nutrisi penting lain yang mendukung sistem imun. Alhasil, seseorang yang kekurangan protein mungkin lebih mudah terserang infeksi atau membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih setelah sakit.

Jadi, itulah ciri-ciri tubuh kekurangan protein. Jika kamu kerap mengalami beberapa tanda di atas secara bersamaan, tak ada salahnya untuk mengevaluasi asupan protein harian dan pastikan menu makanmu mengandung sumber protein berkualitas agar kebutuhan tubuh terpenuhi, Beauties! 

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE