7 Jenis Makanan dan Minuman yang Perlu Kamu Hindari saat Buka Puasa dan Sahur

Gayuh Tri Pinjungwati | Beautynesia
Senin, 02 Mar 2026 18:00 WIB
4. Makanan Manis
Makanan Manis/Foto: pexels.com/ RDNE Stock project

Ramadan bukan cuma soal menahan lapar dan haus, tapi juga tentang belajar lebih bijak memilih apa yang kita konsumsi. Setelah seharian berpuasa, wajar kalau rasanya ingin balas dendam saat berbuka. Semua makanan dan minuman mungkin terlihat menggoda.

Tapi, buat kamu yang ingin tetap sehat, bertenaga, dan nggak gampang lemas selama Ramadan, ada beberapa makanan dan minuman yang sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan atau bahkan dihindari. Melansir dari beberapa sumber, berikut beberapa jenis makanan dan minuman yang perlu kamu kurangi selama menjalankan puasa. Yuk, simak selengkapnya di bawah ini.

1. Karbohidrat Sederhana atau Olahan

Karbohidrat Sederhana atau Olahan/Foto: Pexels.com/ Fernanda da Silva Lopes

Melansir dari Healthline, salah satu yang perlu diperhatikan adalah konsumsi karbohidrat berlebihan, terutama karbohidrat sederhana. Nasi putih dalam porsi besar, roti manis, kue-kue, atau minuman tinggi gula memang terasa mengenyangkan dan cepat mengembalikan energi. Tapi efeknya sering bikin gula darah naik drastis lalu turun cepat juga. Akibatnya, tubuh terasa lemas, mengantuk, bahkan jadi cepat lapar lagi.

Bukan berarti kamu harus menghindari karbohidrat sepenuhnya. Tubuh tetap butuh energi, hanya saja, pilihlah karbohidrat kompleks seperti nasi merah, kentang rebus, atau oatmeal saat sahur supaya energi bertahan lebih lama. Saat berbuka, ambil porsi secukupnya dan imbangi dengan sayur serta protein.

2. Gorengan dan Makanan Berlemak

Gorengan dan Makanan Berlemak/Foto: Pexels.com/ Riki Risnandar

Seperti yang telah dilansir dari Okadoc, setelah hampir seharian perut kosong, sistem pencernaan kita berada dalam kondisi yang lebih sensitif. Makanan yang terlalu berminyak bisa membuat perut terasa kaget. Alih-alih merasa segar setelah berbuka, kamu justru bisa merasa begah, mual, atau bahkan mengantuk berlebihan. Lemak yang tinggi juga memperlambat proses pencernaan, sehingga tubuh terasa berat dan kurang nyaman untuk beraktivitas, termasuk saat salat tarawih.

Gorengan memang terasa praktis dan murah, apalagi banyak dijual menjelang buka puasa. Tapi minyak yang digunakan sering kali dipakai berulang kali. Ini bisa meningkatkan kandungan lemak jenuh dan zat yang kurang baik bagi tubuh. Jika dikonsumsi terlalu sering, bukan cuma berat badan yang bisa naik, tapi juga risiko gangguan kesehatan jangka panjang.

3. Makanan yang Tinggi Natrium

Makanan yang Tinggi Natrium/Foto: Pexels.com/ Asad Photo Maldives

Seperti yang dilansir dari Action on Sugar, makanan dengan kandungan garam tinggi bisa membuat tubuh lebih cepat merasa haus. Saat sahur misalnya, mengonsumsi mi instan, makanan kalengan, frozen food, atau camilan asin memang terasa praktis dan mengenyangkan. Tapi kandungan natriumnya cukup tinggi. Akibatnya, di siang hari kamu bisa merasa tenggorokan kering lebih cepat dan haus berlebihan.

Beberapa contoh makanan tinggi natrium yang sering tanpa sadar kita konsumsi adalah keripik, makanan cepat saji, sosis, nugget, ikan asin, hingga aneka saus kemasan. Rasanya memang gurih dan bikin nagih. Tapi kalau disantap terus-menerus selama Ramadan, efeknya bisa membuat puasa terasa lebih berat.

4. Makanan Manis

Makanan Manis/Foto: pexels.com/ RDNE Stock project

Seperti yang dilansir dari Times of India, saat perut kosong seharian, tubuh memang butuh energi cepat. Gula bisa memberikan efek itu. Masalahnya, kalau dikonsumsi berlebihan, kadar gula darah akan naik drastis lalu turun dengan cepat juga. Hasilnya? Badan terasa lemas, mengantuk, bahkan bisa bikin mood naik turun. Bukannya segar, kamu justru jadi kurang berenergi untuk lanjut aktivitas atau ibadah malam.

Makanan manis seperti kue, donat, atau dessert juga perlu dibatasi. Bukan berarti tidak boleh sama sekali, tapi porsinya perlu diperhatikan. Terlalu sering berbuka dengan gula berlebih bisa membuat berat badan naik tanpa terasa selama Ramadan.

Selain itu, konsumsi gula tinggi juga bisa membuat rasa haus lebih cepat muncul keesokan harinya. Gula memengaruhi keseimbangan cairan dalam tubuh. Jadi kalau saat sahur kamu mengonsumsi minuman atau makanan manis berlebihan, kemungkinan besar siang harinya akan terasa lebih berat.

5. Cokelat dan Kafein

Cokelat dan Kafein/Foto: Pexels.com/ Pixabay

Melansir dari Okadoc, saat Ramadan, godaan minum kopi setelah berbuka atau saat sahur juga cukup besar. Tapi konsumsi kafein berlebihan bisa memicu dehidrasi karena sifatnya yang meningkatkan produksi urin.

Akibatnya, tubuh bisa terasa lebih cepat haus di siang hari. Selain itu, kafein juga bisa meningkatkan asam lambung pada beberapa orang. Kalau kamu punya riwayat maag atau lambung sensitif, minum kopi saat perut kosong setelah puasa bisa memicu rasa tidak nyaman.

Bukan berarti kamu harus sepenuhnya berhenti menikmati cokelat atau kopi. Kuncinya tetap di porsi dan waktu konsumsi. Kalau ingin makan cokelat, pilih dark chocolate dengan kadar gula lebih rendah dan batasi jumlahnya. Untuk kopi, usahakan tidak diminum saat perut benar-benar kosong, dan imbangi dengan air putih yang cukup.

6. Minuman Berkarbonasi

Minuman Berkarbonasi/Foto: Pexels.com/ Towfiqu barbhuiya

Minuman berkarbonasi atau mengandung soda tidak baik untuk kesehatan. Saat buka puasa, ada baiknya untuk menghindari minum-minuman olahan dan minuman berkarbonasi. Minumlah air putih, biasa untuk menghilangkan rasa haus.

Minuman berkarbonasi dapat membuat perut kembung. Setelah hampir 13 jam kosong, lambung lebih sensitif. Gas dari minuman bersoda bisa memicu rasa tidak nyaman, begah, bahkan nyeri ringan pada sebagian orang. Bukannya merasa segar, kamu justru bisa merasa penuh dan malas bergerak.

Buat kamu yang punya masalah asam lambung atau maag, minuman karbonasi juga bisa memperparah kondisi tersebut. Kandungan gas dan asam di dalamnya berpotensi meningkatkan produksi asam lambung. Kalau sudah begitu, puasa keesokan harinya bisa terasa lebih berat karena lambung belum benar-benar pulih.

7. Makanan Pedas

Makanan Pedas/Foto: Pexels.com/ Ela Haney

Saat perut kosong hampir seharian, kondisi lambung cenderung lebih sensitif. Makanan pedas bisa merangsang produksi asam lambung lebih banyak. Kalau dikonsumsi langsung dalam porsi besar saat berbuka, efeknya bisa berupa perut perih, kembung, atau bahkan mulas. Bukannya menikmati momen buka puasa dengan tenang, kamu justru sibuk menahan rasa tidak nyaman, seperti yang telah dilansir dari Times of India. 

Selain itu, makanan pedas juga bisa memicu gangguan pencernaan pada sebagian orang. Rasa panas dari cabai dapat mempercepat kerja usus, sehingga tidak jarang menyebabkan diare. Bayangkan kalau itu terjadi di malam hari atau bahkan menjelang sahur, tentu bikin tubuh makin lelah.

Jadi sebelum mengambil porsi besar makanan favorit saat berbuka, coba berhenti sejenak dan tanyakan, apakah ini benar-benar dibutuhkan, atau hanya lapar mata? Dengan pilihan yang lebih bijak, Ramadan bisa dijalani dengan tubuh yang lebih ringan, energi lebih stabil, dan hati yang lebih tenang. 

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE