7 Penyebab Darah Haid Berbau, Apakah Aman?

Natasha Riyandani | Beautynesia
Sabtu, 11 Jul 2026 17:30 WIB
4. Kebersihan Area Kewanitaan Kurang Terjaga
Ilustrasi kebersihan area kewanitaan saat menstruasi/ Foto: Magnific.com/user18526052

Umumnya, setiap perempuan yang telah mengalami pubertas akan mengalami menstruasi setiap bulan. Meski sudah terbiasa dengan ‘tamu’ bulanan ini, terkadang kita tidak menyadari bahwa darah menstruasi yang keluar bisa mengeluarkan bau.

Menstruasi sendiri merupakan proses peluruhan dinding rahim yang tidak dibuahi bersama dengan campuran darah, jaringan rahim, dan bakteri alami di area vagina. Hal inilah yang membuat darah menstruasi berbau seperti bau anyir atau menyerupai logam.

Namun, bukan hanya itu saja, ada beberapa alasan lainnya kenapa darah haid cenderung berbau. Berikut rangkuman informasinya, seperti dilansir dari berbagai sumber.

1. Lama Darah yang Tersimpan

Ilustrasi darah menstruasi/ Foto: Magnific.com/atlascompany

Darah menstruasi bisa berbau cukup menyengat karena berada di dalam rahim terlalu lama sebelum akhirnya dikeluarkan. Apalagi, setiap orang memiliki volume menstruasi yang berbeda. Ada yang aliran darahnya langsung keluar dalam jumlah banyak, ada pula yang keluar sedikit-sedikit.

Darah yang tertinggal inilah yang biasanya tercampur dengan bakteri alami, akibatnya menimbulkan aroma darah haid yang khas.

2. Darah Tercampur dengan Beberapa Hal

Ilustrasi darah menstruasi/ Foto: Magnific.com/freepik

Beauties mungkin menyadari bahwa darah menstruasi kerap mengeluarkan bau yang khas, berbeda dari bau darah biasanya. Salah satu alasannya karena darah menstruasi tercampur dengan bakteri alami dan jaringan rahim yang mengelupas, sehingga menimbulkan bau.

Selain itu, bau pada darah haid juga bisa disebabkan oleh adanya zat besi berlebih dalam darah sehingga menghasilkan bau seperti logam atau besi. Namun, Beauties nggak perlu khawatir berlebih karena itu hal yang wajar.

Kondisi ini juga biasanya tidak bertahan lama, hanya sampai setelah siklus menstruasi berakhir.

3. Kelembapan Vagina Meningkat

Ilustrasi kelembapan vagina meningkat/ Foto: Magnific.com/freepik

Saat menstruasi, kelembapan pada area kewanitaan cenderung meningkat sehingga memicu darah berbau. Darah haid bersifat basa, sehingga secara alami bisa mengubah tingkat keasaman (pH) vagina.

Area yang lembap dan tertutup menjadi tempat ideal bagi bakteri untuk berkembang biak. Akibatnya, ketika darah haid bercampur dengan bakteri tersebut, aroma yang dihasilkan bisa berubah dari normal (sedikit amis atau bau logam) menjadi bau tidak sedap.

4. Kebersihan Area Kewanitaan Kurang Terjaga

Ilustrasi kebersihan area kewanitaan saat menstruasi/ Foto: Magnific.com/user18526052

Sudah seharusnya, kebersihan area kewanitaan dilakukan secara rutin dan teratur, terutama saat sedang menstruasi. Kebersihan yang tidak optimal dapat memicu pertumbuhan bakteri dan jamur.

Darah haid yang terpapar udara dan kulit untuk waktu lama bisa menjadi media bagi bakteri untuk berkembang biak, sehingga menimbulkan bau yang kurang sedap.

5. Penggantian Pembalut Tidak Teratur

Ilustrasi pembalut/ Foto: Magnific.com/freepik

Pembalut yang tidak rutin diganti dapat membuat darah menstruasi menumpuk, sehingga menciptakan area yang lembap dan hangat. Kondisi inilah yang bisa memicu bakteri berkembang biak dan mengurai bau darah tersebut, yang kemudian menimbulkan aroma yang menyengat.

Oleh karena itu, Beauties disarankan untuk mengganti pembalut sesering mungkin, idealnya setiap 4-6 jam sekali. Namun jika aliran darah sedang deras, Beauties perlu menggantinya lebih sering.

Selain itu, hindari penggunaan pembalut dengan wewangian tambahan (parfume) karena justru memicu reaksi kimia dengan darah menstruasi dan akan memperparah bau yang tidak sedap.

6. Darah Haid yang Berlebih

Ilustrasi darah menstruasi/ Foto: Magnific.com/freepik

Aliran darah menstruasi yang berlebih dan tidak diimbangi dengan penggantian pembalut secara berkala dapat menjadi tempat ideal bagi bakteri untuk berkembang biak sehingga menyebabkan aroma amis yang pekat.

Selain karena penumpukan bakteri, volume darah yang berlebih saat menstruasi juga dapat menjadi tanda adanya infeksi pada area reproduksi atau gangguan hormonal. Untuk itu, Beauties juga harus waspada dengan kondisi ini.

7. Pertumbuhan Bakteri Berlebihan

Ilustrasi pertumbuhan bakteri saat menstruasi/ Foto: Magnific.com/freepik

Pertumbuhan bakteri yang berlebih pada area vagina, seperti pada kondisi vaginosis bakterialis, merupakan salah satu penyebab utama darah haid menjadi berbau kurang sedap. Itu semua terjadi karena darah haid mengubah tingkat keasaman (pH) vagina dan bercampur dengan bakteri.

Jika Beauties mengalami bau darah menstruasi yang sangat menyengat, disertai dengan gejala lain seperti gatal, perih, dan perubahan warna keputihan, maka perlu waspada dan memeriksakan diri ke dokter.

Hindari menggunakan pembersih vagina (vaginal douche) untuk menghilangkan bau tersebut karena justru dapat mematikan bakteri baik dan memicu pertumbuhan bakteri jahat.

Beauties, itulah beberapa penyebab darah haid memiliki bau yang beragam. Semoga bermanfaat, ya!

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE