7 Takhayul tentang Makanan di Asia yang Masih Dipercaya Sampai Sekarang

Retno Anggraini | Beautynesia
Senin, 20 Apr 2026 11:30 WIB
7 Takhayul tentang Makanan di Asia yang Masih Dipercaya Sampai Sekarang
Takhayul tentang makanan di Asia yang masih dipercaya sampai sekarang/Foto: Freepik.com/Freepik

Jalan-jalan ke berbagai negara di Asia rasanya kurang lengkap kalau hanya membahas soal rasa makanannya saja. Di balik kelezatan bumbu rempah dan teknik memasak yang legendaris, ternyata Asia menyimpan berbagai takhayul tentang makanan yang akarnya sudah tertanam sangat dalam di budaya masyarakatnya.

Mulai dari cara menata alat makan sampai jenis buah yang boleh atau tidak boleh dikonsumsi dalam kondisi tertentu, semuanya punya filosofi yang menarik untuk dikulik. Melansir Tatler Asia, yuk simak 7 takhayul tentang makanan di Asia yang masih dipercaya sampai sekarang!

1. Memberi Pir sebagai Hadiah dan Camilan Gurita Sebelum Ujian di Jepang

Di Jepang, takhayul tentang makanan mencakup larangan memberi pir dan kebiasaan makan camilan gurita sebelum ujian sebagai simbol keberuntungan.
Pir dan camilan gurita, takhayul tentang makanan di Jepang/Foto: Unsplash.com/Laårk Boshoff

Di Jepang, dilarang keras memberikan pir sebagai hadiah untuk orang yang sedang sakit atau pasangan kekasih. Hal ini dikarenakan dalam bahasa Jepang, kata untuk pir adalah nashi (梨), yang bunyinya sama persis dengan kata nashi (無) yang berarti tiada atau kehancuran. Memberi pir dianggap mendoakan hubungan tersebut berakhir atau kondisi kesehatan seseorang tidak akan kembali.

Di sisi lain, ada juga takhayul tentang makanan yang berhubungan dengan perjuangan akademis di Negeri Sakura. Para siswa sering mengonsumsi camilan gurita (tako) sebelum menghadapi ujian penting. Kata tako sering dikaitkan dengan kata taku yang berarti mencengkeram atau melekat. Sebelum menghadapi ujian yang berat, banyak siswa yang menyantap camilan gurita dengan harapan agar semua ilmu dan materi pelajaran yang sudah dipelajari bisa melekat kuat di ingatan.

2. Larangan Memotong Mi dan Menancapkan Sumpit di China

Larangan memotong mi, takhayul tentang makanan di Tiongkok/Foto: Unsplash.com/Christian Dala

China adalah gudangnya takhayul tentang makanan yang sangat memperhatikan simbolisme. Salah satu yang paling populer adalah larangan memotong mi saat sedang makan, terutama di acara ulang tahun atau perayaan tahun baru.

Mi yang panjang melambangkan umur yang panjang, sehingga memotongnya dianggap sebagai tindakan yang bisa memperpendek usia seseorang secara simbolis. Jadi, meskipun mi tersebut sangat panjang, kamu harus menyeruputnya sampai habis memotongnya.

Selain soal mi, jangan pernah sekali-kali kamu menancapkan sumpit secara vertikal di tengah mangkuk nasi. Posisi sumpit yang berdiri tegak sangat mirip dengan dupa yang dibakar saat upacara kematian untuk arwah leluhur. Melakukan hal ini di meja makan dianggap sangat tidak sopan karena seolah-olah kamu sedang menyajikan makanan untuk orang mati atau mengundang kesialan masuk ke dalam rumah.

3. Jimat Pelindung Lemon dan Cabai dari India

Takhayul tentang makanan di India menggunakan lemon dan cabai sebagai jimat untuk menangkal energi negatif.
Jimat lemon dan cabai, takhayul tentang makanan di India/Foto: Freepik.com/jcomp

Takhayul tentang makanan di Asia selanjutnya berasal dari India. Jangan heran kalau kamu akan sering melihat rangkaian tujuh cabai hijau dan satu lemon yang digantung dengan benang di depan pintu rumah, toko, bahkan di kendaraan saat berkunjung ke India. Jimat ini dipercaya ampuh untuk menangkal Bura Nazar atau Mata Jahat, yaitu energi negatif yang muncul dari rasa iri atau dengki orang lain yang bisa mendatangkan kesialan bagi penghuni bangunan tersebut.

Masyarakat India percaya bahwa dewi nasib buruk, Alakshmi, sangat menyukai rasa masam dan pedas, sehingga ia akan tertahan di luar untuk menyantap jimat tersebut dan tidak jadi masuk ke dalam rumah. Tradisi ini masih sangat mudah ditemui di kota-kota besar maupun pedesaan di India hingga saat ini.

4. Chapssal-Tteok Sebelum Ujian di Korea Selatan

Chapssal-tteok untuk keberuntungan ujian, takhayul tentang makanan di Korea Selatan/Foto: Freepik.com/topntp26

Salah satu takhayul makanan yang paling ikonik di Korea Selatan adalah tradisi memberikan chapssal-tteok atau kue beras ketan yang lengket kepada siswa sebelum ujian. Tekstur ketan yang sangat lengket secara simbolis diharapkan membuat materi pelajaran menempel di otak siswa.

Kebalikan dari tradisi tersebut, ada juga takhayul yang melarang konsumsi makanan licin seperti sup rumput laut (miyeok-guk) sebelum ujian. Karena teksturnya yang licin, masyarakat Korea Selatan percaya bahwa ilmu yang sudah dipelajari bisa terpeleset keluar dari otak jika mengonsumsi sup ini.

5. Membuang Sebutir Beras Dianggap Sial di Filipina

Di Filipina, ada takhayul tentang makanan yang melarang membuang beras karena dianggap membawa kesialan dan mengajarkan rasa syukur.
Larangan membuang beras, takhayul tentang makanan di Filipina/Foto: Freepik.com/jcomp

Bagi masyarakat Filipina, nasi adalah kehidupan sehingga masyarakatnya sangat menekankan pada cara menghargai makanan pokok ini. Ada kepercayaan kuat bahwa membuang sebutir beras dengan sengaja atau menyisakan nasi di piring adalah perbuatan yang mendatangkan nasib buruk.

Konon, setiap butir beras yang terbuang melambangkan tetesan keringat petani yang sia-sia, dan pelakunya akan mengalami masa sulit atau kelaparan di masa depan sebagai bentuk balasan dari alam.

Selain itu, orang yang sering menyisakan makanan akan sulit mendapatkan pasangan yang setia atau hidupnya akan selalu merasa kurang. Budaya ini mendidik anak-anak sejak kecil untuk mengambil porsi secukupnya dan memastikan piring bersih setelah makan.

6. Minum Air Kelapa Manis Sebelum Ujian di Thailand

Air kelapa untuk ujian, takhayul tentang makanan di Thailand/Foto: Unsplash.com/Towfiqu barbhuiya

Banyak pelajar dan masyarakat Thailand meminum air kelapa manis sebelum berangkat ujian atau wawancara kerja. Air kelapa dianggap sebagai air paling murni di bumi karena terlindungi oleh tempurung yang keras, sehingga meminumnya dipercaya bisa menjernihkan pikiran dan memberikan ketenangan batin agar segala urusan berjalan lancar.

Filosofi di balik takhayul tentang makanan ini juga berhubungan dengan ritual keagamaan, di mana air kelapa sering digunakan untuk membasuh wajah patung dewa atau orang yang sedang menjalani upacara penyucian. Tradisi ini membuat air kelapa menjadi minuman wajib bagi siapa pun yang sedang mencari restu dari alam semesta.

7. Pantangan Makan Buah Nanas bagi Ibu Hamil di Indonesia

Di Indonesia, ada takhayul tentang makanan yang melarang ibu hamil makan nanas karena dianggap berisiko bagi kandungan.
Larangan makan nanas untuk ibu hamil, takhayul tentang makanan di Indonesia/Foto: Freepik.com/senivpetro

Salah satu takhayul tentang makanan di Asia yang paling legendaris dan masih sangat dipercaya sampai sekarang adalah larangan makan nanas bagi ibu hamil. Banyak masyarakat di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, percaya bahwa mengonsumsi nanas, terutama nanas muda, bisa menyebabkan keguguran atau kelahiran prematur karena sifat buahnya yang dianggap tajam dan panas.

Keyakinan ini begitu kuat sehingga biasanya keluarga besar akan langsung menyingkirkan nanas dari menu harian segera setelah seorang perempuan dinyatakan positif hamil. Secara budaya, takhayul tentang makanan ini berakar dari kekhawatiran akan kandungan enzim bromelain pada nanas yang dianggap bisa melunakkan leher rahim. Hingga saat ini, belum ada bukti ilmiah yang menyatakan kalau nanas dapat membahayakan kehamilan.

Di balik keberagaman kuliner Asia, tersimpan berbagai kepercayaan yang unik dan penuh makna. Meskipun beberapa terdengar tidak masuk akal di tengah kemajuan teknologi, nilai-nilai kesopanan dan penghormatan yang terkandung di dalamnya tetap relevan untuk dihargai. Dari ketujuh poin di atas, mana yang menurut kamu paling unik atau bahkan pernah kamu lakukan tanpa sengaja?

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.