8 Dampak Pencemaran Sungai oleh Limbah Pestisida untuk Kesehatan dan Lingkungan

Justina Nur | Beautynesia
Jumat, 13 Feb 2026 07:30 WIB
Menimbulkan Reaksi Alergi
Pestisida dapat memicu reaksi alergi seperti iritasi kulit, asma, rhinitis, mata berair, gatal-gatal, dan bersin./ Foto: Freepik.com

Baru-baru ini, terjadi kasus dugaan pencemaran limbah pestisida di Sungai Cisadane, Beauties. Jadi sorotan publik, pencemaran sungai ini mengkhawatirkan masyarakat setempat.

Dilansir dari laman resmi Dinkes Kota Tangerang, diduga pencemaran zat kimia di Sungai Cisadane ini terjadi usai peristiwa kebakaran di gudang bahan pestisida di kawasan pergudangan Tangerang Selatan. Menurut laporan yang dikutip dari laman resmi Humas Polri, sejak gudang yang berlokasi di Setu, Tangerang Selatan tersebut terbakar, ditemukan ada banyak ikan yang ditemukan mati di aliran Sungai Cisadane. Ikan-ikan yang mati di permukaan air ini tentu dapat menimbulkan risiko kesehatan jika dikonsumsi.

Pihak Dinkes Kota Tangerang telah memberi imbauan kepada warga agar untuk sementara menghindari kontak langsung dengan air Sungai Cisadane, seperti mandi, mencuci, atau melakukan kegiatan lainnya yang melibatkan penggunaan air sungai, hingga kondisi dinyatakan aman oleh instansi berwenang.

Selain itu, pihak Dinkes Kota Tangerang juga menyatakan bahwa warga diimbau tidak mengonsumsi ikan atau biota air lainnya yang berasal dari aliran Sungai Cisadane. Hal tersebut disebabkan karena dikhawatirkan terdapat potensi zat kimia berbahaya yang dapat terbawa melalui aliran air.

Lebih lanjut, Dinkes Kota Tangerang mengingatkan warga agar tetap waspada terhadap gejala gangguan kesehatan akibat paparan air yang tercemar limbah pestisida. 

Lalu, apa saja potensi risiko tercemarnya aliran sungai akibat limbah pestisida? Simak penjelasan berikut ini.

Risiko Gangguan Saraf dan Penurunan Fungsi Kognitif

Paparan pestisida dapat meningkatkan gangguan pada sistem saraf dan menyebabkan Alzheimer serta Parkinson/ Foto: Freepik.com

Paparan pestisida jenis organoklorin dapat meningkatkan gangguan pada sistem saraf dan menyebabkan Alzheimer serta Parkinson/ Foto: Freepik.com

Studi tahun 2024 tentang dampak pestisida yang dipublikasikan di Jurnal Heliyon menyebutkan bahwa paparan pestisida seperti jenis organoklorin bisa meningkatkan risiko penyakit gangguan pada sistem saraf, seperti penyakit Alzheimer dan Parkinson. 

Pestisida jenis organoklorin juga dapat berpengaruh pada kerusakan sel otak, stres oksidatif, kerusakan DNA, menyebabkan kejang-kejang, dan gangguan neurologis lainnya.

Bukti ilmiah juga turut menunjukkan bahwa paparan pestisida dalam jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan otak dan mempercepat perkembangan Alzheimer. Selain itu, mereka yang terpapar pestisida juga lebih berisiko mengalami gangguan dalam berpikir dan daya ingat.

Risiko Terkena Kanker

Berbagai jenis pestisida dapat meningkatkan risiko kanker, seperti kanker payudara, kanker kandung kemih, hingga kanker hati../ Foto: Freepik.com/ DC Studio

Berbagai jenis pestisida dapat meningkatkan risiko kanker, seperti kanker payudara, kanker kandung kemih, hingga kanker hati../ Foto: Freepik.com/ DC Studio

Masih dari studi yang sama, paparan bahan kimia termasuk pestisida juga terkait dengan peningkatan risiko kanker payudara. Hal ini karena pestisida dapat memicu munculnya kanker dengan cara seperti mengganggu reseptor hormon estrogen, merusak DNA pada sel payudara, dan menyebabkan mutasi gen.

Selain itu, pestisida jenis herbisida seperti seperti imazaquin dan imazethapyr dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker kandung kemih. Paparan beberapa pestisida terutama yang termasuk dalam golongan karsinogen dalam jangka panjang juga dapat meningkatkan risiko kanker hati. 

Gangguan Hati

Paparan pestisida dalam jangka panjang apalagi yang karsinogen dapat menyebabkan perlemakan hati hingga kanker hati./Foto: Freepik.com/Jcomp

Paparan pestisida dalam jangka panjang apalagi yang karsinogen dapat menyebabkan perlemakan hati hingga kanker hati./Foto: Freepik.com/Jcomp

Jika terkena paparan pestisida dalam jangka panjang, terutama pestisida yang tergolong karsinogen, maka dapat menyebabkan penyakit perlemakan hati (fatty liver) dan kanker hati.

Hal itu dapat terjadi karena pestisida dapat memicu stres oksidatif, mengganggu metabolisme lemak di hati, merusak DNA sel hati, dan menyebabkan peradangan kronis.

Bahkan, residu pestisida yang masih tertinggal dalam makanan, terutama makanan berlemak, juga dapat meningkatkan risiko gangguan hati.

Gangguan Reproduksi

Perempuan yang sedang promil dan mengonsumsi makanan non-organik tingkat keberhasilan kehamilannya lebih rendah daripada perempuan yang mengonsusi produk organik. / Foto: Freepik.com/wirestock

Perempuan yang sedang promil dan mengonsumsi makanan non-organik tingkat keberhasilan kehamilannya lebih rendah daripada perempuan yang mengonsusi produk organik. / Foto: Freepik.com/wirestock

Dilansir dari Magazine of Harvard Medical School, sebuah studi tahun 2018 yang dipublikasikan di JAMA Internal Medicine menemukan bahwa perempuan yang sedang menjalani program kehamilan dan mengonsumsi buah serta sayuran non-organik memiliki tingkat keberhasilan kehamilan dan kelahiran hidup yang lebih rendah daripada perempuan yang mengonsumsi produk organik.

Studi tersebut juga menjelaskan bahwa sebelum pembuahan, pestisida dapat merusak kualitas sel telur dan sperma, serta mengganggu hormon yang mengatur proses dalam tubuh seperti siklus menstruasi dan kadar gula darah. Tidak hanya itu, paparan pestisida memengaruhi pembentukan sel reproduksi dan perkembangan janin.  

Gangguan Pernapasan

Pestisida dapat menyebabkan asma, sesak napas, batuk kronis, hingga kanker paru-paru/ Foto: Freepik.com/benzoix

Paparan pestisida dapat menyebabkan gangguan pernapasan seperti asma, sesak napas, batuk kronis, iritasi saluran pernapasan, dan kanker paru-paru./ Foto: Freepik.com/benzoix

Paparan pestisida jenis organofosfat, piretroid, paraquat, dan karbamat sangat berisiko menyebabkan gangguan pernapasan seperti asma, terutama pada anak-anak yang tinggal di area pertanian.

Selain itu, pestisida juga terkait dengan munculnya gangguan kesehatan seperti sesak napas, batuk kronis, iritasi saluran pernapasan, dan pada paparan jangka panjang dapat menyebabkan kanker paru-paru.

Menimbulkan Reaksi Alergi

Pestisida dapat memicu reaksi alergi seperti iritasi kulit, asma, rhinitis, mata berair, gatal-gatal, dan bersin./ Foto: Freepik.com

Pestisida dapat memicu reaksi alergi seperti iritasi kulit, asma, rhinitis, mata berair, gatal-gatal, dan bersin./ Foto: Freepik.com

Tubuh dapat mengembangkan respons penolakan usai pertama kali terpapar pestisida. Paparan berikutnya kemudian bisa memicu reaksi alergi.

Reaksi alergi yang muncul bisa beragam, mulai dari yang ringan sampai berat. Beberapa contoh reaksi alergi yang muncul yaitu syok berat hingga mengancam nyawa, asma, iritasi kulit seperti ruam dan melepuh, rhinitis, luka terbuka, dan iritasi pada hidung dan mata yang berupa mata berair, gatal, dan bersin-bersin.

Mengancam Ekosistem Perairan dan Menurunkan Keanekaragaman Hayati

Pencemaran pestisida di air tanah dapat mengganggu ekosistem dan makhluk hidup yang ada di dalamnya. Ekosistem yang rusak akan menurunkan keanekaragaman hayati./ Foto: Freepik.com/bearfotos

Pencemaran pestisida di air tanah dapat mengganggu ekosistem dan makhluk hidup yang ada di dalamnya. Ekosistem yang rusak akan menurunkan keanekaragaman hayati./ Foto: Freepik.com/bearfotos

Menurut studi tahun 2025 yang dipublikasikan di Discover Agriculture menyebutkan bahwa pencemaran pestisida yang terjadi di air tanah, kemudian mengalir atau dibuang ke sungai, danau, atau badan air lainnya, akan mengganggu ekosistem dan membahayakan makhluk hidup di dalamnya.

Tidak cukup sampai di situ, pestisida akan menumpuk di jaringan tubuh organisme air, yang akhirnya dapat mengganggu pertumbuhan, reproduksi, dan keseimbangan populasi mereka.

Paparan pestisida juga sangat berdampak dalam mengganggu rantai makanan di perairan. Misalnya, insektisida tidak hanya efektif untuk membunuh hama tertentu, tapi juga berdampak pada kehidupan serangga yang sebetulnya bermanfaat (terutama bagi manusia) seperti serangga yang berfungsi sebagai penyerbuk dan predator alami hama.

Gangguan inilah yang dapat menimbulkan efek berantai yang merusak proses ekosistem dan menurunkan keanekaragaman hayati.

Mengganggu Kehidupan Satwa Liar

Paparan pestisida dapat meracuni satwa liar dan menyebabkan kematian. Selain itu, hewan yang terpapar pestisida yang persisten dapat menyebabkan bioakumulasi dan biomagnifikasi yang sangat berbahaya bagi makhluk hidup yang ada di posisi tinggi dalam rantai makanan, seperti predator dan manusia./ Foto: Freepik.com/vladimircech

Paparan pestisida dapat meracuni satwa liar dan menyebabkan kematian. Selain itu, hewan yang terpapar pestisida yang persisten dapat menyebabkan bioakumulasi dan biomagnifikasi yang sangat berbahaya bagi makhluk hidup yang ada di posisi tinggi dalam rantai makanan, seperti predator dan manusia./ Foto: Freepik.com/vladimircech

Paparan pestisida dapat meracuni satwa liar secara langsung hingga menyebabkan kematian. Hewan-hewan seperti burung, mamalia, dan amfibi adalah kelompok yang rentan terhadap paparan pestisida.

Selain itu, jika hewan tersebut terpapar pestisida yang bersifat persisten, maka pestisida dapat menumpuk dalam tubuh organisme (bioakumulasi) dan akan semakin terkonsentrasi di sepanjang rantai makanan (biomagnifikasi).

Akibatnya, predator puncak, seperti burung pemangsa juga dapat terkena kadar pestisida yang sangat tinggi dalam tubuhnya yang akhirnya mengancam kelangsungan hidup mereka.

Manusia juga bisa terpapar pestisida lewat konsumsi daging hewan yang telah mengalami bioakumulasi dan biomagnifikasi tersebut. Karena semakin tinggi posisi makhluk hidup dalam rantai makanan, maka semakin tinggi konsentrasi zat pestisida.

Itu tadi Beauties, deretan dampak negatif yang bisa ditimbulkan air sungai yang tercemar akibat limbah pestisida, baik risiko yang akan dialami oleh manusia, hewan-hewan, tumbuhan, maupun lingkungan.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

 

(dmh/dmh)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.