8 Kesalahan Memasak Daging yang Bikin Alot dan Kurang Enak

Belinda Safitri | Beautynesia
Rabu, 18 Mar 2026 10:30 WIB
4. Keliru Menentukan Waktu Pemberian Garam
Keliru menentukan waktu pemberian garam/ Foto: Freepik.com/bublikhaus

Hidangan berbahan dasar daging hampir selalu hadir di meja makan saat Hari Raya Idulfitri. Karena disajikan di momen istimewa, tentu kita ingin hasilnya empuk, juicy, dan penuh cita rasa. Sayangnya, teknik yang kurang tepat bisa membuat daging yang seharusnya lezat justru menjadi keras, kering, atau matang tidak merata. 

Nyatanya, kualitas bahan yang baik saja tidak cukup jika proses memasaknya keliru. Terkait itu, ada sejumlah kesalahan kecil yang sering tidak disadari, mulai dari cara menangani daging sebelum dimasak hingga teknik saat berada di atas api. Dirangkum dari Petit Chef dan Deliciously Savvy, berikut beberapa kesalahan memasak daging yang perlu dihindari agar sajian Ramadan tetap nikmat dan menggugah selera.

1. Memasak Daging Saat Masih Dingin dari Kulkas

Memasak daging saat masih dingin dari kulkas/ Foto: Freepik.com/freepik

Salah satu kesalahan paling umum adalah langsung memasak daging yang baru dikeluarkan dari kulkas. Suhu daging yang terlalu dingin membuat panas tidak menyebar secara merata saat proses memasak dimulai. Akibatnya, bagian luar cepat matang bahkan cenderung kering, sementara bagian dalam belum mencapai suhu yang ideal.

Solusinya, diamkan daging pada suhu ruang sekitar 30–60 menit sebelum dimasak, tergantung ketebalannya. Langkah sederhana ini membantu proses pemanasan berlangsung lebih seimbang sehingga tekstur tetap terjaga dan sari daging tidak mudah hilang.

2. Tidak Mengeringkan Permukaan Daging Sebelum Dimasak

Tidak mengeringkan permukaan daging/ Foto: Freepik.com/bublikhaus

Jika kamu ingin mendapatkan lapisan luar yang kecokelatan dan gurih, kelembaban adalah musuh utamanya. Air pada permukaan daging akan menghambat reaksi Maillard, yaitu proses kimia yang menghasilkan warna cokelat serta aroma khas saat daging dipanggang atau digoreng. Maka sebelum memasak, keringkan permukaan daging menggunakan tisu dapur. 

Dengan begitu, panas dapat langsung bekerja membentuk kerak luar yang renyah dan penuh rasa, bukan sekadar menguapkan air. Namun, jika ingin memasak hidangan berkuah seperti rendang atau semur, langkah ini bisa dilewati karena daging akan langsung dimasak bersama santan atau air dalam waktu lama.

3. Salah Memilih Potongan Daging untuk Teknik Memasak

Salah memilih potongan daging/ Foto: Freepik.com/stockking

Setiap potongan daging memiliki karakteristik berbeda. Potongan dengan banyak jaringan ikat seperti sandung lamur atau bahu lebih cocok dimasak perlahan agar seratnya melunak. Sebaliknya, potongan yang memiliki marbling baik seperti sirloin atau ribeye lebih ideal untuk dipanggang cepat dengan suhu tinggi.

Jika potongan keras dimasak cepat tanpa waktu yang cukup, hasilnya akan alot. Maka dari itu, memahami karakter potongan daging dapat membantu menentukan apakah perlu teknik panggang cepat, tumis singkat, atau slow cooking untuk hasil terbaik. 

4. Keliru Menentukan Waktu Pemberian Garam

Keliru menentukan waktu pemberian garam/ Foto: Freepik.com/bublikhaus

Memberi garam terlalu lama sebelum memasak dapat menarik cairan keluar dari daging, sementara memberi garam hanya di akhir membuat bagian dalam terasa hambar. Kesalahan kecil ini sering membuat rasa daging tidak merata.

Idealnya, taburkan garam tepat sebelum daging dimasak. Untuk potongan yang tebal, garam bisa diberikan sekitar 30 menit sebelumnya agar meresap ke permukaan. Pastikan juga bumbu tersebar merata untuk menghasilkan rasa yang seimbang.

5. Melewatkan Proses Marinasi atau Pelunakan

Melewatkan proses marinasi/ Foto: Freepik.com/jcomp

Marinasi bukan sekadar menambah rasa, tetapi juga membantu memecah serat otot yang keras, terutama pada potongan ekonomis. Bumbu rendam dengan asam ringan seperti jeruk nipis atau yogurt dapat membantu proses pelunakan secara alami.

Selain marinasi, teknik memukul daging atau menggunakan pelunak enzim juga efektif untuk melembutkan tekstur. Mengabaikan langkah ini sering kali membuat hasil akhir terasa kenyal dan kurang nikmat.

6. Pengaturan Suhu Api yang Tidak Stabil

Pengaturan suhu api tidak stabil/ Foto: Freepik.com/KamranAydinov

Mengatur suhu turut menjadi kunci penting dalam memasak daging. Api yang terlalu besar memang cepat membentuk warna, tetapi berisiko membuat bagian dalam belum matang sempurna. Sebaliknya, suhu terlalu rendah membuat daging kehilangan kesempatan membentuk lapisan luar yang gurih.

Teknik yang tepat adalah memulai dengan suhu tinggi untuk menyegel permukaan, lalu menurunkannya agar bagian dalam matang perlahan. Penyesuaian ini membantu menjaga keseimbangan antara tekstur luar dan dalam.

7. Terlalu Sering Membalik, Menekan atau Menusuk Daging

Terlalu sering membalik atau menusuk daging/ Foto: Freepik.com/freepik

Banyak orang tergoda untuk terus membalik atau bahkan menekan daging saat dimasak. Padahal, tindakan ini membuat sari daging keluar dan mengurangi kelembaban alaminya.

Biarkan daging matang tanpa diganggu hingga bagian bawahnya terbentuk kerak yang baik dan terlepas secara alami dari wajan. Balik hanya sekali atau seperlunya, dan hindari menusuk dengan garpu agar cairannya tetap terjaga.

8. Langsung Memotong Daging Tanpa Diistirahatkan

Memotong daging tanpa diistirahatkan/ Foto: Freepik.com/bublikhaus

Setelah matang, daging sebaiknya tidak langsung dipotong. Saat proses memasak, sari daging bergerak ke bagian tengah karena panas. Jika langsung dipotong, cairan tersebut akan keluar dan membuat teksturnya kering.

Olehnya itu, untuk menu seperti steak atau roast beef, istirahatkan daging selama 5–10 menit, tergantung ukurannya, sebelum disajikan. Waktu istirahat ini memungkinkan sari tersebar kembali secara merata sehingga setiap gigitan terasa lebih lezat. Akan tetapi, untuk menu primadona Lebaran seperti rendang, konsep istirahat ini sedikit berbeda. Rendang akan terasa jauh lebih empuk dan bumbunya meresap sempurna jika didiamkan beberapa jam atau dimasak sehari sebelumnya sebelum dipanaskan kembali untuk disajikan.

Jadi, itulah beberapa kesalahan memasak daging. Dengan menghindari kesalahan tersebut, hasil masakan daging bisa jauh lebih empuk dan nikmat. 

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE