8 Umbi-umbian Khas Indonesia, Ada Kimpul hingga Gembili

Natasha Riyandani | Beautynesia
Sabtu, 12 Sep 2026 09:00 WIB
2. Kimpul
Kimpul/Foto: Freepik.com

Indonesia terkenal kaya akan keanekaragaman hayati, termasuk berbagai jenis umbi-umbian yang bermanfaat sebagai sumber karbohidrat dan pangan alternatif bagi masyarakat sejak zaman dahulu.

Iklim tropis dan tanah yang subur memungkinkan beragam umbi tumbuh dengan baik di negeri ini. Dari ubi jalar, singkong, kentang, hingga kimpul dan gembili, yang termasuk umbil lokal namun sudah jarang ditemui.

Selain kimpul dan gembili, berikut 8 jenis umbi-umbian khas Indonesia yang masih jarang diketahui banyak orang. Simak!

1. Uwi

Ilustrasi Uwi/ Foto: Instagram.com/wiedharry

Ilustrasi Uwi/ Foto: Instagram.com/wiedharry

Meski namanya terdengar mirip, ubi dan uwi memiliki perbedaan yang cukup mencolok. Uwi, atau disebut juga ubi kelapa merupakan jenis umbi-umbian asli Indonesia dari keluarga tanaman Dioscorea.

Uwi dikenal memiliki cita rasa manis yang khas, dengan daging umbi berwarna putih gading atau ungu. Kandungan serat yang tinggi dan indeks glikemik yang rendah, menjadikannya sumber karbohidrat utama masyarakat di masa panceklik.

Selain kaya serat, uwi juga mengandung vitamin, potassium, mangan, zat besi, dan antioksidan yang dapat meningkatkan kesehatan otak, mengontrol gula darah, dan mengurangi inflamasi.

2. Kimpul

Ilustrasi pangan lokal “Kimpul”/ Foto: Freepik.com

Kimpul/Foto: Freepik.com

Salah satu pangan lokal yang sedang naik daun adalah kimpul. Kimpul (Xanthosoma sagittifolium), atau talas Belitung merupakan jenis umbi asli Indonesia dari keluarga talas-talasan (Araceae) yang sering dikonsumsi sebagai sumber karbohidrat alternatif masyarakat zaman dahulu.

Makanan sederhana ini diperkaya akan karbohidrat kompleks, serat, vitamin B6, serta mineral seperti kalsium dan fosfor. Indeks glikemik yang rendah membuatnya aman dikonsumsi untuk menjaga kadar gula darah dan mendukung diet.

Kimpul biasanya diolah dengan cara direbus, dikukus, dijadikan keripik, hingga beragam inovasi olahannya seperti di TikTok. Kimpul tidak disarankan dimakan mentah karena mengandung oksalat yang bisa menyebabkan gatal-gatal.

3. Gembili

Gembili/ Foto: Flickr.com/ Indra Riawan

Gembili (Dioscorea esculenta) dikenal sebagai salah satu umbi-umbian khas Indonesia dari keluarga gadung-gadungan (Dioscoreaceae) yang kaya akan nutrisi penting.

Biasanya, gembili dinikmati sebagai rebusan, bahan kolak, atau diolah menjadi tepung bebas gluten. Teksturnya yang empuk, kenyal, dan pulen saat digigit, membuatnya disukai banyak orang.

Kandungan serat dan karbohidrat kompleks di dalamnya membuat gembili mudah dicerna dan perut kenyang lebih lama.

4. Keladi

Keladi/talas / Foto: dok. detikFood/ istimewa

Keladi, talas, atau seratah (Colocasia esculenta) termasuk dalam famili talas-talasan (Araceae). Umbi ini sebenarnya banyak tumbuh di daratan Afrika, Amerika, dan Asia, termasuk Indonesia.

Namun, keladi sudah sangat lama beradaptasi, dibudidayakan, dan menjadi bagian dari pangan lokal di Indonesia. Kandungan pati dan serat yang tinggi sering dimanfaatkan masyarakat sebagai pengganti nasi.

Berbeda dari jenis umbi lainnya, keladi memiliki ciri khas berupa bentuk daun lebar, menyerupai bentuk hati, serta tangkai daun yang panjang, membuatnya cukup mudah dikenali.

5. Porang

Porang/ Foto: detikCom/ Sugeng Harianto

Porang (Amorphophallus muelleri) merupakan jenis umbi-umbian yang dapat dengan mudah ditemukan di Indonesia. Salah satu jenis umbi-umbian lokal ini, kini memiliki nilai ekspor yang tinggi.

Umbi porang mengandung zat glukomanan, yang baik untuk memberikan rasa kenyang lebih lama, melancarkan pencernaan, serta membantu mengontrol kadar gula darah dan kolesterol agar tetap stabil.

Biasanya, porang diolah menjadi tepung konjak untuk membuat mi shirataki, beras porang, hingga agar-agar, yang rendah kalori namun kaya nutrisi. Nggak heran jika umbi porang sering dikonsumsi sebagai sumber karbohidrat saat diet.

6. Umbi Garut

Umbi Garut/ Foto: Pinterest.com/alatpertanian.asia

Umbi garut (Maranta arundinacea Linn) merupakan jenis umbi-umbian lokal yang memiliki potensi besar untuk mendukung ketahanan pangan nasional, namun masih kuranng populer di masyarakat.

Sebagai umbi-umbian, garut memiliki pati dan kandungan nutrisi yang tinggi, yang terkenal ramah untuk pencernaan. Garut juga dikenal gluten-free sehingga aman dikonsumsi bagi orang yang alergi gluten atau penderita seliak.

Bentuknya sekilas mirip lengkuas, namun umbi garut memiliki rasa yang cenderung netral dan netral dengan sedikit sentuhan rasa manis alami. Teksturnya yang lembut, berair, dan agak berserat, membuatnya sering dikonsumsi oleh anak-anak, lansia, hingga orang yang dalam masa pemulihan sakit.

7. Suweg

Suweg (Amorphophallus paeoniifolius) merupakan salah satu tanaman asli Asia Tenggara. Umbi lokal ini kerap tumbuh liar di pekarangan, kebun, maupun pinggiran hutan, serta banyak ditemukan di wilayah Jawa dan Sumatra.

Namun, namanya masih terdengar asing bagi sebagian orang saat ini. Umbi suweg, dulunya, sering dimanfaatkan sebagai makanan pokok alternatif saat masa panceklik. Selain mengenyangkan, suweg juga menyimpan segudang manfaat yang baik untuk kesehatan.

Salah satu keunggulan umbi suweg adalah tingginya kandungan glukoman, yang bermanfaat untuk kesehatan pencernaan dan metabolisme tubuh. Sebagai sumber karbohidrat kompleks dan berglikemik rendah, suweg sering direkomendasikan bagi orang yang mengidap diabetes atau sedang menjalani diet.

8. Ganyong

Ganyong/ Foto: detikCom/ Dian Nugraha Ramdani

Ganyong (Canna edulis Ker.) merupakan tanaman umbi-umbian yang tumbuh subur di wilayah tropis, termasuk Indonesia. Rimpangnya (umbi batang) sering dimanfaatkan sebagai sumber pangan alternatif pengganti beras dan terigu.

Di Indonesia, umbi ganyong dikenal dengan dua jenis utama, yaitu ganyong merah dan ganyong putih. Keduanya kaya akan nutrisi penting seperti karbohidrat, pati, serat, vitamin, dan mineral, yang baik untuk kesehatan.

Ganyong biasanya diolah dengan cara dikukus, digoreng, dibakar, atau dijadikan tepung pati untuk berbagai hidangan tradisional. Daun ganyong yang masih muda juga bisa dimanfaatkan sebagai bungkus makanan, seperti buntil.

Nah, itulah beberapa jenis umbi-umbian khas Indonesia yang masih jarang diketahui banyak orang saat ini. Kandungan karbohidrat yang tinggi dan nutrisi penting berpotensi menjadikannya pangan alternatif, terutama saat harga beras naik.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE