9 Makanan Khas Berbuka Puasa di Luar Negeri yang Mirip Makanan Indonesia

Natasha Riyandani | Beautynesia
Rabu, 04 Mar 2026 13:30 WIB
3. Shish Kebab – Sate
Yakitori dan sate/ Foto: Instagram.com/drmacmeat/tinrinrayner_athome

Saat Ramadan, buka puasa menjadi momen yang sangat dinanti-nantikan oleh banyak orang. Berbagai jenis hidangan, mulai dari takjil, makanan berat, makanan penutup, hingga es manis yang menyegarkan kerap tersaji di meja makan, menggoda siapa pun yang melihatnya.

Umat Islam yang tersebar di seluruh dunia membuat hidangan yang disajikan sangat beragam. Tak jarang kita menemukan kuliner luar negeri yang mirip dengan makanan Indonesia, tentunya dengan keunikan rasa dan kelezatan yang berbeda.

Lantas, apa saja makanan khas berbuka puasa di luar negeri yang mirip dengan makanan Indonesia? Dilansir dari berbagai sumber, berikut informasi lengkapnya. Simak!

1. Samosa – Pastel

Samosa dan perkedel/ Foto: Instagram.com/thekitchengirlofficial/bakingpemula

Siapa yang tak mengenal pastel? Pastel biasanya berisi bihun, wortel, telur, dan suwiran ayam, dengan bentuk setengah lingkaran yang khas. Namun, tahukah kamu kalau di India dan Timur Tengah juga ada hidangan serupa bernama samosa?

Samosa sering diisi dengan kentang berbumbu kari, kacang polong, serta daging cincang, sehingga rasanya cenderung lebih berempah. Perbedaan kedua camilan ini ada pada bentuknya, di mana samosa memakai kulit pastry, sementara pastel menggunakan adonan tepung.

Di Asia Selatan dan Timur Tengah, samosa sering dihidangkan sebagai kudapan berbuka puasa yang disajikan dengan saus chutney, yaitu saus asam manis atau pedas. Sementara di Indonesia, pastel dimakan dengan cabai rawit.

2. Bubur Lambuk – Bubur Ayam

Bubur lambuk dan bubur ayam/ Foto: Instagram.com/babe_kl/novianbarfi

Sekilas, tak ada yang berbeda antara bubur lambuk khas Malaysia dan bubur ayam yang ada di Indonesia. Apalagi, keduanya terbuat dari beras yang dimasak hingga lunak mencapai tekstur bubur, dengan rasa gurih dan taburan topping melimpah.

Bubur lambuk umumnya menggunakan rempah-rempah yang lebih kaya seperti kayu manis, bunga lawang, kapulaga, jinten, dan lada hitam, serta tambahan santan untuk memberikan tekstur yang lebih creamy dan kental.

Sementara bubur ayam khas Indonesia lebih menonjolkan rasa dari kuah kaldu kuning, dengan topping khasnya seperti cakwe, kacang kedelai goreng, ayam suwir, dan bawang goreng.

Di Indonesia sendiri, bubur ayam biasanya disantap sebagai menu sarapan sehari-hari. Sedangkan, bubur lambuk sangat identik dengan takjil buka puasa di Malaysia dan Kepulauan Riau.

3. Shish Kebab – Sate

Yakitori dan sate/ Foto: Instagram.com/drmacmeat/tinrinrayner_athome

Salah satu makanan populer khas Indonesia, sate, ternyata memiliki kembaran dengan kuliner berbuka puasa di luar negeri, yaitu shish kebab yang berasal dari Turkiye. Keduanya sama-sama menyajikan potongan daging yang ditusuk dan dibakar.

Perbedaannya terletak pada jenis daging, bumbu, dan cara penyajiannya. Shish kebab umumnya menggunakan daging domba, sapi, atau ayam, serta menyertakan potongan sayuran di antara daging.

Sementara, sate khas Indonesia biasanya menggunakan potongan daging ayam, kambing, atau sapi, dengan siraman bumbu kacang atau bumbu kecap serta potongan cabai, tomat, dan bawang merah.

Sebagai pelengkapnya, shish kebab sering disajikan dengan sumac, bawang, atau yogurt, serta nikmat disantap bersama nasi atau roti. Menu ini kerap menjadi pilihan hidangan berbuka yang istimewa.

4. Pakora – Bakwan

Pakora dan bakwan/ Foto: Instagram.com/dinasfoodstory/ipink_nicole

Serupa tapi tak sama, menjadi kalimat yang tepat untuk menggambarkan kedua makanan khas berbuka puasa ini. Pakora sering disebut sebagai “bakwan”-nya orang India karena kemiripannya dalam bentuk dan cara pembuatannya.

Bakwan terbuat dari irisan sayuran seperti wortel, kubis, dan tauge yang dicampur ke dalam adonan tepung terigu, lalu digoreng hingga renyah.

Sedangkan pakora tradisional menggunakan tepung besan, atau tepung kacang arab/chickpea flour, yang memberikan aroma dan tekstur khas. Dengan campuran aneka sayuran seperti kentang, wortel, kubis, dan bawang bombai.

Di Asia Selatan, pakora sering disajikan sebagai camilan berbuka puasa yang nikmat, sekaligus teman minum teh.

5. Nasi Jollof – Nasi Goreng

Nasi jollof dan nasi goreng/ Foto: Instagram.com/mazzideno/simplyhobbies

Beauties tentu sudah tidak asing dengan sajian lezat yang satu ini. Nasi goreng dikenal akan cita rasanya yang gurih, dengan aroma harum nan smoky yang mampu menggoyang lidah. Penyajiannya sering diberi beragam topping, seperti ayam, bakso, sosis, telur, dan sayuran, yang dimasak bersamaan dengan nasi.

Sementara di Afrika Barat, terdapat hidangan berbuka puasa yang terlihat mirip, dikenal dengan nasi Jollof. Hidangan ini diolah dalam satu panci (one-pot), di mana beras dimasak langsung bersama saus tomat, kaldu, dan rempah-rempah hingga cairannya meresap semua.

Lantaran dikukus dalam saus, Jollof memiliki tekstur yang lebih lembut dengan rasa umami dari kaldu daging. Hidangan ini sering disajikan dengan ayam panggang atau ayam goreng.

6. Falooda – Ce Hun Tiau

Falooda dan ce hun tiau/ Foto: Instagram.com/desiliciousrd/filipusverdi

Berbuka puasa emang paling enak minum yang segar dan manis, ya, Beauties? Falooda dikenal sebagai hidangan penutup yang populer di Asia Selatan dan Timur Tengah. Minuman manis ini kerap disajikan sebagai hidangan berbuka puasa istimewa nan menyegarkan dahaga.

Ciri khasnya menggunakan vermicelli atau disebut “bihun ”, dengan sensasi kenyal saat dimakan. Rasanya semakin kompleks dengan campuran susu, sirup mawar, dan seringkali ditambahkan es krim.

Sementara itu di Indonesia, tepatnya di Pontianak, ada hidangan penutup serupa yang bernama Ce Hun Tiau. Hanya saja, dessert ini menggunakan tepung sagu untuk isian berbentuk bihun putih panjang. 

Ce Hun Tiau populer dengan rasanya yang gurih dari santan, serta manis legit dari gula merah cair. Selain itu, dilengkapi juga dengan beragam topping seperti kacang merah, ketan hitam, cincau, dan bongko, yaitu kue tepung beras pandan khas Pontianak.

7. Bolani – Martabak Telur

Bolani dan martabak telur/ Foto: Instagram.com/ifican.change/makanmana

Jika melihat “bolani”, sekilas mengingatkan kita pada martabak telur yang ada di Indonesia. Yap, salah satu makanan berbuka puasa khas Afghanistan ini sering disebut mirip dengan martabak.

Bedanya, bolani berisi sayuran seperti kentang tumbuk, daun bawang, labu parut, dan lentil merah. Tekturnya cenderung lebih tipis dan chewy, dengan isiannya yang padat dan lembut. Bolani biasanya disajikan dengan chutney atau yogurt sebagai saus pendamping.

Sementara, martabak telur khas Indonesia umumnya terbuat dari campuran telur ayam atau bebek, irisan daun bawang, dan potongan daging ayam atau daging sapi cincang. Bahan-bahan tersebut kemudian dituang di atas kulit martabak, kemudian dibungkus dan digoreng sampai matang.

Martabak disantap bersama dengan acar timun dan saus cuka cabai, yang memberikan kombinasi rasa segar sekaligus pedas-manis yang nikmat.

8. Thareed – Semur

Thareed dan semur/ Foto: Instagram.com/amirafoods.bh/dhilasina

Hidangan ‘rumahan’ satu ini sekilas memang terlihat mirip. Keduanya sama-sama menggunakan daging dan sayuran sebagai bahan utamanya. Baik thareed dan semur, keduanya dimasak dengan cara di stew hingga dagingnya empuk dan bumbunya meresap sempurna.

Thareed, atau tsarid, umumnya menggunakan daging domba, kambing, atau sapi, dengan tambahan sayuran seperti wortel, kentang, dan labu, yang dimasak dalam kuah kaldu kaya rempah. Kuahnya sendiri cenderung lebih kental, dengan rasa dominan pedas. Kebanyakan orang memakannya bersama potongan roti pipih (khobuz raqaq).

Thareed sendiri merupakan hidangan tradisional Arab yang populer saat Ramadan. Menariknya, sajian ini dianggap sebagai salah satu makanan favorit Nabi Muhammad saw.

9. Shami Kebab – Perkedel

Shami kebab dan perkedel/ Foto: Instagram.com/fusiondelightfd/rifinarina

Shami kebab dan perkedel merupakan dua makanan yang berbeda, tetapi punya banyak kesamaan dalam bentuk dan cara mengolahnya. Keduanya berbentuk bulat pipih, dimasak dengan sedikit minyak hingga berwarna cokelat keemasan.

Namun, yang membedakan kedua makanan ini adalah bahan utama yang digunakan. Shami kebab terbuat dari daging cincang, biasanya domba, sapi, atau ayam, yang dicampur chana dal atau kacang lentil.

Sedangkan perkedel yang biasa kita santap berbahan dasar kentang, dengan daging cincang atau kornet sebagai campurannya. Rasanya pun cenderung lebih gurih dibandingkan shami kebab yang kaya rempah.

Kebab ini sering disajikan sebagai camilan atau makanan pembuka saat bulan Ramadan. Sebagai pelengkap, orang-orang biasa menyantapnya dengan chutney mint, chutney bawang, atau sebagai isian sandwich.

Nah, itulah sembilan makanan khas berbuka puasa di luar negeri yang mirip dengan makanan yang ada di Indonesia. Ada makanan favoritmu nggak, Beauties?

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE