Adakah Waktu Terbaik untuk Konsumsi Makanan Fermentasi bagi Pencernaan?
Berkat potensinya bagi kesehatan pencernaan, makanan fermentasi semakin populer. Beberapa studi telah mengklaim bahwa makanan fermentasi seperti yogurt, kefir, kimchi, dan sauerkraut mengandung mikroorganisme hidup yang dapat mendukung mikrobioma usus.
Jika merujuk pada manfaat makanan fermentasi terhadap kesehatan pencernaan, adakah waktu terbaik untuk mengonsumsinya? Misalnya, yogurt yang lebih baik disantap saat sarapan dan kimchi bebarengan waktu makan utama?
Ternyata, menurut ahli gizi, waktu konsumsi tidak begitu krusial. Ada faktor yang jauh lebih penting untuk mendapatkan manfaat optimal dari konsumsi makanan fermentasi.
Pakar: Tidak Ada Waktu Terbaik yang Spesifik untuk Mengonsumsi Makanan Fermentasi demi Kesehatan Pencernaan
Makanan fermentasi berupa kimchi/Foto: Pexels.com/Makafood
Menurut Gabrielle Palmeri, M.D.N., RD, LDN, CLT., pada EatingWell, sampai saat ini belum ada bukti kuat yang menunjukkan waktu paling baik untuk mengonsumsi makanan fermentasi.
Tinjauan penelitian 2022 justru lebih menitikberatkan pada jumlah dan seberapa sering orang mengonsumsi makanan tersebut demi mendapatkan manfaat. Konsisten mengonsumsinya dapat memengaruhi mikrobioma usus melalui senyawa bermanfaat yang dihasilkan selama proses fermentasi, seperti asam lemak rantai pendek.
“Makanan fermentasi mendukung kesehatan usus, terutama dengan meningkatkan keragaman mikrobioma usus serta mengurangi peradangan,” ujar Alex Prutting, M.S., RDN.
Pertama Kali Makan Makanan Fermentasi? Mulailah dari Porsi Kecil
Hidangan kimchi/Foto: Magnific.com/Jcomp
Yap, ini bukan tanpa alasan. Membiasakan diri menyantap makanan fermentasi dari porsi kecil dapat meminimalisir risiko pada sebagian orang.
Menukil Stanford Medicine, mengonsumsi terlalu banyak makanan fermentasi dalam waktu singkat dapat menyebabkan penumpukan gas, perut kembung, hingga iritasi pada lambung yang sensitif.
Makanan Fermentasi yang Direkomendasikan
Aneka makanan fermentasi/Foto: Magnific.com/Timolina
Makanan fermentasi yang direkomendasikan oleh pakar antara lain berlabel ‘contains live and active cultures' pada kemasan produk, mengandung kalsium, dan sedikit tambahan gula.
Tidak semua makanan fermentasi masih mengandung mikroorganisme hidup saat dikonsumsi. Menurut Jasmin Dieb, RDN., proses pengolahan seperti pemanasan atau pasteurisasi dapat mengurangi atau bahkan menghilangkan kultur bakteri hidup.
Label “fermentasi” pada suatu produk tidak otomatis menjamin adanya kandungan probiotik dalam jumlah yang signifikan.
Dieb menyarankan untuk memeriksa label pada kemasan produk dan cari keterangan yang menyatakan ‘mengandung kultur hidup dan aktif’ (contains live and active cultures).
Tips Menyantap Makanan Fermentasi agar Lebih Kaya Nutrisi
Hidangan kimchi/Foto: Magnific.com/Jcomp
Memadukan makanan fermentasi yang mengandung probiotik dengan serat prebiotik seperti oat, pisang, bawang bombay, atau kacang-kacangan adalah ide yang bagus, karena bakteri baik dapat berkembang optimal di usus.
Serat prebiotik adalah jenis serat pangan yang tidak dapat dicerna oleh tubuh, tetapi berfungsi sebagai sumber makanan bagi bakteri baik (probiotik) dalam usus.
Berikut tips menyantap aneka makanan fermentasi agar lebih kaya nutrisi:
- Yogurt: Santap langsung bersama buah dan kacang-kacangan, atau sebagai campuran smoothies.
- Kefir: Minum langsung, campurkan ke dalam smoothies, atau sebagai pengganti susu dalam berbagai resep masakan.
- Kimchi: Tambahkan ke dalam hidangan biji-bijian atau mi, telur, sandwich, hidangan berkuah, maupun olahan daging.
- Sauerkraut: Sajikan bersama hidangan daging, biji-bijian, sandwich, salad, atau sup.
Jadi, pada dasarnya memasukkan makanan fermentasi ke dalam pola makan secara rutin dan memadukannya bersama makanan sehat lainnya adalah cara terbaik untuk benar-benar merasakan manfaatnya.
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!