Alasan Anak Muda Gen Z Banyak yang Alami Diabetes

Pratitis Nur Kanariyati | Beautynesia
Jumat, 03 Jul 2026 09:00 WIB
Selain Fast Food, Gen Z Juga Doyan Minuman Manis
Alasan orang mengidap diabetes/Foto: Magnific.com/KamranAydinov

Data penyandang diabetes di Indonesia pada tahun 2024 ada di angka 20,4 juta jiwa untuk kategori orang dewasa 20-79 tahun, menurut laporan International Diabetes Federation. Dengan ini, Indonesia menduduki peringkat 5 penyandang diabetes terbanyak di dunia dan peringkat 1 terbanyak di Asia Tenggara.

Tingginya angka pengidap diabetes di Indonesia menjadi PR penting bagi kita semua. Apalagi, kasus diabetes belakangan ini mengalami pergeseran tren dan semakin banyak menyerang usia muda dan remaja.

Associate Profesor Dr. Do Dinh Tung, direktur Duc Giang General Hospital di Hanoi, Vietnam sepakat dengan hal tersebut. Diabetes kini tidak lagi didominasi oleh pasien berusia di atas 40 tahun.

“Diabetes semakin banyak ditemukan pada kelompok usia yang lebih muda. Saat ini penyakit tersebut sering didiagnosis pada usia 20-30 tahun, bahkan remaja,” ujarnya, dikutip dari VNnews.

Segelintir Anak Muda Suka Makanan Cepat Saji

Alasan orang mengidap diabetes/Foto: Magnific.com/Jcomp

Tingkat konsumsi makanan cepat saji di kalangan Gen Z terbilang cukup tinggi. Mi instan, berbagai franchise burger, kentang goreng, dan fried chicken termasuk salah satu contohnya.

Fast food seperti hamburger dan kentang goreng tidak hanya tinggi kalori dan lemak, tetapi juga tinggi gula dan karbohidrat olahan, yang berpotensi menyebabkan lonjakan kadar gula darah. Beberapa burger mengandung kadar gula yang setara dengan satu cokelat batangan.

Roti lapis, lapisan tepung pada daging, saus pelengkap, dan kentang goreng umumnya mengandung kadar gula serta karbohidrat olahan yang sangat tinggi. Jadi, membatasi konsumsi makanan tersebut dinilai lebih baik bagi kesehatan.

Selain Fast Food, Gen Z Juga Doyan Minuman Manis

Alasan orang mengidap diabetes/Foto: Magnific.com/KamranAydinov

Berdasarkan hasil survei Jakpat, sekitar 67% gen Z mengaku suka mengonsumsi kopi, 65% konsumsi teh, 47% konsumsi jus, dan 30% konsumsi soda dalam enam bulan terakhir sejak survei dilakukan pada April, 2026.

“Sangat sulit untuk mengontrol kadar gula darah jika mengonsumsi minuman manis,” ujar Rasa Kazlauskaite, profesor madya di bidang endokrinologi, diabetes, dan metabolisme di Rush University Medical Center, Chicago, pada Everyday Health.

Ia menjelaskan bahwa selain mengandung gula yang tinggi, minuman seperti soda, es teh manis, dan bahkan jus buah hampir tidak mengandung protein, lemak, atau serat sama sekali. Terlebih lagi, minuman ini tidak benar-benar memberikan rasa kenyang.

Pilihan terbaik saat haus adalah tetap minum air putih. Namun, jika merasa sulit menikmati air putih tanpa rasa, Kazlauskaite menyarankan untuk menambahkan potongan buah segar ke dalam minuman.

Benarkah Gula Penyebab Utama Diabetes?

Alasan orang mengidap diabetes/Foto: Magnific.com/Jcomp

Konsumsi makanan manis pada kalangan anak muda memang kian merajalela. Namun, apakah iya, penyebab utama orang terkena diabetes adalah konsumsi gula?

Gula yang kerap disebut sebagai penyebab utama diabetes tidak sepenuhnya benar, karena banyak faktor lain yang memengaruhi. Diabetes terjadi karena multifaktorial, meliputi:

  • Genetik,
  • Pola hidup, seperti kurang gerak dan pola makan kurang sehat,
  • Kurangnya kualitas tidur dan istirahat, serta
  • Stres yang berkepanjangan. Stres tinggi dapat meningkatkan kadar hormon kortisol.

Konsumsi gula berlebih bisa menjadi pemicu tambahan. Jika kurang olahraga, kurang tidur, stres tinggi, maka risiko resistensi insulin semakin besar dan bisa berkembang menjadi diabetes. Jadi, konsumsi gula adalah bagian dari efek yang lainnya.

Makanan Tidak Harus Terasa Manis untuk Memicu Lonjakan Kadar Gula Darah

Alasan orang mengidap diabetes/Foto: Magnific.com/Jcomp

Jika selama ini orang mengira bahwa lonjakan gula darah hanya terjadi ketika mengonsumsi makanan manis itu tidak sepenuhnya benar. Makanan tidak harus terasa manis untuk memicu lonjakan kadar gula darah.

“Banyak orang tidak menyadari bahwa makanan berpati, yang sering kali sama sekali tidak terasa manis justru dapat meningkatkan kadar glukosa darah secara lebih signifikan dibanding makanan manis,” ujar Stephen Devries, MD., ahli kardiologi preventif, seperti dikutip dari American Medical Association.

Makanan yang diklasifikasikan sebagai sumber pati antara lain ubi jalar, jagung, kacang polong, dan kentang.

Meski begitu, bukan berarti kita harus menghilangkan sayuran bertepung sepenuhnya dari pola makan. Saat mengonsumsi makanan berpati padukan mereka dengan makanan yang kaya lemak sehat, serat, dan protein tanpa lemak guna meminimalkan fluktuasi kadar gula darah.

Beauties, itu dia sederet alasan mengapa anak muda banyak yang mengalami diabetes. Oleh karena itu, tetap jaga kesehatanmu, ya!

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE