Alergi Parfum: Kenali Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Anggita Kusmadewi | Beautynesia
Kamis, 10 Sep 2026 13:15 WIB
Penyebab Alergi Parfum
Ilustrasi berbagai produk yang mengandung bahan pewangi/Foto: Magnific/magnific

Alergi parfum bisa terjadi ketika tubuh bereaksi terhadap bahan tertentu dalam parfum. Namun, rasa tidak nyaman setelah memakai atau mencium parfum belum tentu disebabkan oleh alergi.

Ada juga sensitivitas terhadap wewangian yang biasanya muncul setelah terpapar aroma yang kuat atau dalam jumlah banyak. Jadi, kalau Beauties pernah mengalami reaksi setelah menggunakan parfum tertentu, penting untuk mengetahui apakah itu alergi atau sensitivitas.

Lalu, seperti apa sebenarnya alergi parfum dan apa yang membedakannya dari sensitivitas wewangian? Yuk, kenali juga gejala, penyebab, dan cara mengatasi alergi parfum berikut ini!

Alergi Parfum dan Sensitivitas Wewangian, Apa Bedanya?

Cara membuat parfum jadi tahan lama saat cuaca panas bisa dilakukan dengan langkah sederhana. Mulai dari memilih jenis parfum hingga cara menyimpannya.

Ilustrasi/Foto: Magnific/Lifestylememory

Sebelum membahas gejalanya, ada satu hal yang perlu diketahui. Reaksi setelah memakai atau mencium parfum tidak selalu berarti kamu mengalami alergi.

Melansir Everyday Health, Beth A. Miller, MD, direktur University of Kentucky’s Asthma, Allergy and Sinus Clinics sekaligus kepala divisi alergi dan imunologi, mengatakan bahwa istilah “alergi” memang sering digunakan untuk menyebut berbagai jenis reaksi. Padahal, tubuh bisa saja bereaksi terhadap wewangian karena sensitif terhadap bahan tertentu, bukan karena sistem imun sedang melawan alergen.

Pada alergi, sistem imun bereaksi terhadap bahan tertentu dalam parfum. Sementara itu, sensitivitas atau intoleransi wewangian lebih berkaitan dengan tubuh yang tidak tahan terhadap paparan bahan tertentu.

Jumlah paparannya pun bisa berbeda. Tania Elliott, MD, ahli alergi dan juru bicara American College of Allergy, Asthma & Immunology, menjelaskan bahwa sensitivitas biasanya muncul setelah terpapar wewangian yang kuat atau dalam jumlah banyak, sedangkan alergi bisa terjadi meski hanya terkena sedikit bahan pemicu.

Itu sebabnya, reaksi yang muncul setelah terpapar parfum bisa berbeda-beda. Ada yang langsung bersin atau merasa pusing ketika mencium aromanya, sedangkan yang lain mengalami gatal dan ruam ketika parfum mengenai kulit.

Gejala Alergi Parfum

Ilustrasi kulit ruam merah karena alergi parfum/Foto: Magnific/magnific

Gejala alergi parfum bisa berbeda tergantung pada jenis reaksinya dan bagian tubuh yang terkena. Berikut beberapa gejala yang perlu dikenali, mulai dari reaksi pada kulit hingga kondisi yang lebih serius.

  1. Kulit Gatal dan Kemerahan
    Salah satu gejala alergi parfum yang bisa muncul adalah kulit terasa gatal. Kulit juga bisa menjadi kemerahan, kering, bersisik, terasa seperti terbakar, hingga muncul ruam.
    Pada alergi kontak, ruam terkadang disertai pembengkakan atau lepuhan, terutama di area yang terkena parfum secara langsung. Jika keluhan muncul berulang setelah menggunakan parfum atau produk beraroma tertentu, kemungkinan ada bahan yang tidak cocok dengan kulit.
  2. Pembengkakan pada Mulut, Bibir, atau Lidah
    Reaksi alergi juga bisa menyebabkan mulut, bibir, atau lidah membengkak. Akibatnya, kamu mungkin kesulitan makan, berbicara, atau bernapas.
    Jika pembengkakan mulai mengganggu pernapasan, segera cari pertolongan medis agar bisa ditangani dengan cepat.
  3. Anafilaksis
    Melansir laman Healthline, anafilaksis merupakan reaksi alergi berat yang terjadi ketika tubuh melepaskan banyak antibodi IgE (Imunoglobulin E). Kondisi ini bisa membuat saluran napas meradang dan menyempit sehingga seseorang bisa kesulitan bernapas.
    Anafilaksis bisa berkembang dengan cepat dan menjadi kondisi yang serius. Jika hal ini terjadi setelah terpapar parfum, segera cari bantuan medis darurat.

Penyebab Alergi Parfum

Ilustrasi berbagai produk yang mengandung bahan pewangi/Foto: Magnific/magnific

Alergi parfum bisa muncul karena bahan pewangi tertentu yang ada di dalam parfum. Karena setiap produk punya kandungan yang berbeda, reaksi yang muncul pada setiap orang juga bisa berbeda.

Bahan pewangi juga ternyata tidak hanya ada di parfum. Deodoran, lotion, sampo, detergen, produk pembersih, pengharum ruangan, hingga lilin aromaterapi juga bisa mengandung bahan serupa.

Jadi, kalau reaksi masih muncul meski sudah berhenti memakai parfum, coba Beauties perhatikan produk lain yang digunakan sehari-hari. Cek juga daftar bahan pada kemasan untuk membantu menemukan produk yang mungkin menjadi pemicunya.

Cara Mengatasi Alergi Parfum

Ilustrasi perempuan sedang memilih produk bebas pewangi /Foto: Pexels/Anna Tarazevich

Cara mengatasi alergi parfum yang paling utama adalah menghindari pemicunya. Jika sudah tahu parfum atau bahan pewangi yang membuat tubuh bereaksi, sebaiknya hentikan penggunaannya.

Perhatikan juga produk lain yang dipakai sehari-hari karena pewangi bisa ditemukan dalam lotion, sampo, hingga pengharum ruangan. Jika perlu, pilih produk tanpa pewangi untuk membantu mengurangi paparan.

Kalau kamu tinggal atau bekerja dengan orang yang sering memakai parfum, jangan ragu untuk memberi tahu mereka, ya. Melansir Everyday Health, Susan P. Raschal, DO seorang ahli alergi dari Family Allergy & Asthma di Tennessee, menyarankan penggunaan air purifier dengan filter HEPA untuk membantu mengurangi bahan kimia dan alergen di udara.

Kalau reaksi terus muncul atau mulai mengganggu aktivitas, sebaiknya periksakan diri ke dokter agar penyebabnya bisa diketahui. Apalagi jika reaksinya sampai menyebabkan bibir, mulut, atau lidah membengkak dan membuat sulit bernapas, karena kondisi seperti ini membutuhkan penanganan segera.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.