Bagian dari Sejarah dan Budaya, Ini Alasan Orang Jepang Gemar Makan Ikan Mentah

Natasha Riyandani | Beautynesia
Rabu, 14 Oct 2026 10:30 WIB
Manfaat Konsumsi Ikan Mentah
Sashimi/ Foto: Unsplash.com/Jongsun Lee

Ikan telah menjadi bagian dari sejarah panjang kuliner Jepang. Tak heran kalau olahannya mudah ditemukan dalam berbagai hidangan sehari-hari. Mulai dari ikan panggang, ikan berkuah, sushi, hingga sashimi yang disajikan mentah.

Dalam menyantap ikan mentah, orang Jepang punya kebiasaan mencelupkannya ke dalam kecap asin (shoyu) atau wasabi. Selain memperkaya cita rasanya, tetapi juga berfungsi sebagai antibakteri alami pada makanan mentah.

Lantas, apa alasan orang Jepang gemar memakan ikan mentah dibanding mengolahnya terlebih dahulu? Dilansir dari detikJabar, berikut rangkuman informasinya.

Sejarah Makan Ikan Mentah di Jepang

Sashimi/ Foto: Unsplash.com/Orkun Orcan

Budaya makan ikan mentah di Jepang memiliki akar sejarah yang panjang. Masyarakat Jepang telah mengonsumsi ikan mentah sejak zaman nenek moyang, sekitar 4.000 – 5.000 tahun yang lalu.

Pada zaman Jomon ini, masyarakat pesisir Jepang mulai menangkap ikan dengan peralatan tradisional dan memakan hasil tangkapan laut secara langsung.

Konsumsi ikan mentah semakin populer seiring berkembangnya zaman. Pada Zaman Edo, sekitar tahun 1603-1868, mulai ditemukan teknik penangkapan ikan yang lebih mudah, berniaga di pasar, serta penemuan bumbu fermentasi seperti kecap asin (shoyu), cuka, dan wasabi, yang memiliki sifat antibakteri alami.

Jumlah konsumsinya semakin meningkat saat masuknya tren salmon Norwegia lewat proyek pemasaran internasional. Hal ini pun mengubah kebiasaan masyarakat Jepang, yang tadinya hanya mengonsumsi salmon mentah lokal Pasifik, kini jadi memakan salmon mentah Atlantik.

Budaya Washoku

Nigiri sushi/ Foto: Unsplash.com/Frank Oh

Budaya makan ikan mentah di Jepang merupakan bagian dari Washoku, sebutan untuk makanan tradisional Jepang berbahan ikan segar mentah. Budaya ini telah resmi diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda UNESCO sejak Desember 2013.

Dalam konsep washoku, makanan mentah dipandang sebagai cara untuk menghormati alam dan musim. Memasaknya menggunakan api dianggap dapat merusak cita rasa asli dan nutrisi dalam makanan.

Oleh karena itu, menyajikan dan menyantap ikan mentah seperti sushi, sashimi, atau chirashizushi disebut sebagai seni tertinggi dalam menghargai kesegaran (shun) dan rasa murni dari makanan.

Letak Geografis

Kashiwajima, Jepang/ Foto: Unsplash.com/Terumi Tokino

Jepang merupakan negara kepulauan yang dikelilingi oleh lautan lepas. Ketersediaan ikan segar yang melimpah dan berkualitas tinggi, serta akses mudah di pasar tradisional, menjadikannya sumber makanan utama penduduknya.

Dengan banyaknya sumber daya laut yang tersedia, masyarakat Jepang memiliki akses mudah untuk memperoleh ikan segar terbaik untuk disajikan dan disantap dalam keadaan mentah.

Letak geografis inilah yang memungkinkan tradisi memakan ikan mentah terus berkembang dan bertahan di negeri ini.

Faktor Agama

Patung Buddha di Kamakura Daibutsu, Jepang/ Foto: Unsplash.com/Gene Hiew

Tradisi makan ikan mentah di Jepang juga tidak lepas dari pengaruh agama. Pada abad ke-7 hingga ke-10, penyebaran agama Buddha dan Shinto yang berkembang di Jepang melarang penduduk mengonsumsi daging hewan.

Ajaran Shinto menganggap darah dan daging hewan darat berkaki empat, seperti sapi atau kerbau sebagai hal yang najis. Sementara, dalam ajaran Buddha melarang penyembelihan hewan.

Larangan ini mendorong masyarakat Jepang untuk mengganti daging hewan dengan ikan sebagai sumber protein utama sekaligus menjadi bagian penting dari diet mereka.

Manfaat Konsumsi Ikan Mentah

Sashimi/ Foto: Unsplash.com/Jongsun Lee

Mengonsumsi ikan mentah memberikan manfaat utama berupa terjaganya kandungan nutrisi alami seperti asam lemak omega-3, protein utuh, dan vitamin yang tidak rusak akibat suhu panas saat mengolahnya.

Asam lemak omega-3 di dalam ikan dapat menjaga kesehatan jantung dengan menurunkan kadar trigserida dan mengurangi tekanan darah. Tak hanya itu, kandungan tersebut penting untuk meningkatkan daya ingat, konsentrasi, dan memelihara fungsi otak.

Sebaliknya, proses memasak dengan suhu tinggi berisiko merusak asam lemak omega-3 dan berpotensi membentuk senyawa karsinogenik seperti amina heterosiklik, yang terbentuk akibat pemanasan protein di atas api (dibakar, dipanggang, atau digoreng hingga gosong).

Beragam Olahan Ikan Mentah Khas Jepang

Chirasizushi/ Foto: Unsplash.com/Joshua Ang

Sajian ikan mentah khas Jepang bukan hanya sebatas sushi dan sashimi saja. Ada banyak olahan ikan mentah yang populer dengan cita rasa dan tekstur yang unik, beberapa bahkan hanya disajikan di momen tertentu.

1. Chirashizushi

Masakan Jepang ini menyajikan semangkuk nasi sushi yang ditata atau ditaburkan dengan aneka potongan ikan mentah dan makanan laut segar di atasnya, lengkap dengan telur ikan (ikura).

Kata “chirasi” dalam bahasa Jepang berarti “tersebar” atau “bertebaran” sehingga sering juga disebut sebagai scattered sushi (sushi yang bertebaran).

2. Kaisendon

Sesuai namanya, kaisendon menyajikan semangkuk nasi ala Jepang (donburi) yang disajikan dengan tumpukan berbagai macan irisan ikan mentah atau seafood segar di atasnya.

3. Fugusashi

Fugusashi juga dikenal dengan fugu sashimi. Hidangan ini menyajikan sashimi ikan fugu (ikan buntal) yang diiris sangat tipis dengan teknik usuzukuri. Penyajiannya pada piring makan terlihat seperti transparan atau tembus pandang, menambah keunikan hidangan ini.

Sashimi fugu ini biasanya dinikmati dengan saus cocolan ponzu, yaitu saus kedelai jeruk khas Jepang yang dicampur daun bawang, lobak parut, dan cabai (momiji oroshi).

Namun, hidangan ini nggak boleh disajikan sembarangan, hanya boleh disiapkan oleh koki profesional dan bersertifikat khusus karena ikan fugu mengandung racun yang mematikan jika tidak diolah dengan benar.

Bagi Beauties yang gemar mengonsumsi ikan mentah, pastikan ikan tersebut berstandar sashimi-grade atau telah melalui proses pembekuan cepat (flash-frozen). Tujuannya untuk membunuh parasit dan bakteri Salmonella yang kerap ada di dalam ikan mentah, yang berisiko menyebabkan keracunan makanan.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE