Beberapa Fakta tentang Darah Ini Mungkin Belum Semua Kamu Ketahui, Cari Tahu Yuk!
WHO, AHA dan JNC 8
WHO merupakan singkatan dari World Health Organization, lembaga ini merupakan salah satu badan PBB yang bertindak sebagai koordinator kesehatan umum internasional dan bermarkas di Jenewa, Swiss. Sedangkan AHA adalah American Heart Association yang merupakan asosiasi kesehatan jantung ternama dari Amerika. JNC 8 merupakan produk dari NHLBI Amerika, atau The National Heart, Lung, and Blood Institute yang telah mempublikasikan hasil penelitian terkait hipertensi sejak tahun 1976. Jelas kan kalau ketiga aspek tersebut merupakan lembaga yang sangat tepat untuk menjadi pedoman untuk ukuran tekanan pada darah.
Foto: IstimewaDarah Normal
Tekanan darah terdiri dari dua jenis. Yaitu tekanan darah sistolik dan tekanan darah diastolik. Tekanan Sistolik merupakan tekanan yang dihasilkan saat jantung berkontraksi untuk mengalirkan darah ke seluruh tubuh melalui aorta. Sedangkan tekanan darah diastolik adalah tekanan darah yang terbaca disaat jantung dalam keadaan relaksasi atau saat menerima darah.
Darah Normal menurut WHO adalah 120/80 mmHg - 130/85 mmHg. Adapun tekanan darah yang optimal adalah 120/80 mmHg. Adapun cara membacanya adalah angka 120 menunjukkan tingkat tekanan jantung saat sedang memompa darah atau yang disebut dengan Sistolik.Sedangkan angka 80 merupakan tekanan diastolik dimana keadaan jantung sedang dalam istirahat. Sedangkan menurut AHA dan JNC 8, tekanan darah yang normal adalah tekanan yang kurang dari 120/80 mmHg.
Foto: IstimewaDarah Rendah
Tekanan darah rendah yang sering disebut Hipotensi biasanya memiliki tekanan 90/60 mmHg atau tekanan darah yang kurang dari 110/70 mmHg. Biasanya, penderita yang mengalami ini akan mengalami pusing, pandangan kabur, mual-mual, susah berkonsentrasi hingga pucat. Ada banyak hal yang menjadi faktor darah rendah. Misalnya berubahnya posisi anggota tubuh, sedang mengalami masa kehamilan, dehidrasi hingga masalah pada jantung. Tapi tang, tekanan darah rendah dapat dicegah dengan memperbanyak asupan zat besi serta natrium.
Foto: IstimewaDarah Tinggi
Hipertensi adalah kondisi di mana tekanan darah lebih tinggi dari 140/90 (mmHG).
Foto: IstimewaGolongan Darah
Darah memiliki penggolongan yang beraneka ragam. Pengklasifikasian darah tersebut berasal dari suatu kelompok berdasarkan zat antigen warisan yg terdapat dalam membran sel darah merah dalam tubuh. Golongan darah tersebut terdiri dari golongan darah A, B, AB dan O. Penggolongan tersebut didasarkan pada aglutinin dan aglutinogen yang terdapat dalam darah. Golongan darah yang paling banyak dimiliki manusia adalah golongan darah O. Sedangkan yang lebih dominan adalah Golongan A dan yang paling jarang adalah Golongan AB karena golongan ini memerlukan keberadaan antigen A dan B. Oh ya, banyak yang berpendapat bahwa golongan darah dapat menentukan kepribadian seseorang lho!
Foto: IstimewaRhesus Negatif
Selain penggolongan melalui antigen, darah juga diklasifikasikan sesuai dengan faktor rhesus. Dalam Rhesus (Rh) penggolongan darah dikategorikan oleh 2 macam. Yaitu positif dan negatif. Mereka yang memiliki faktor Rh pada permukaan sel darah merahnya disebut memiliki golongan darah Rh+. Sebaliknya bagi yang tidak mempunyai faktor Rh disebut rhesus negatif. Disebutkan hanya 15% orang di dunia yg memiliki Rh- , sedangkan di Indonesia hanya 1% penduduk yang memilikinya. Karena sedikitnya manusia yang memiliki golongan darah Rh negatif, saat ini banyak komunitas Rhesus negatif yang tersebar di Dunia. Di Indonesia sendiri, kita memiliki RNI atau Rhesus Negatif Indonesia. Rhesus Negatif bukanlah suatu kelainan melainkan hanya variasi golongan darah. Golongan darah dengan jumlah Rh- terbanyak adalah Golongan O negatif yang berkisar sekitar 6%.
Foto: IstimewaRhesus negatif lebih banyak dimiliki oleh orang Eropa ataupun US. Rhesus Negatif dapat membahayakan bagi wanita hamil jika pasangannya tidak memiliki Rhesus yang sama. Dikhawatirkan bahwa nantinya janin dan ibu memiliki rhesus yang berbeda, dimana hal ini dapat membahayakan janin dalam kandungannya. Karena nantinya zat anti rhesus dapat menganggap janin tersebut merupakan benda asing.