STATIC BANNER
160x600
STATIC BANNER
160x600

Bisa Pengaruhi Otak, Ahli Ungkap Hubungan Covid-19 dengan Ancaman Demensia

Fina Prichilia | Beautynesia
Rabu, 22 Sep 2021 18:00 WIB
Bisa Pengaruhi Otak, Ahli Ungkap Hubungan Covid-19 dengan Ancaman Demensia

Penyakit covid-19 yang disebabkan oleh virus SARS-COV-2 dikabarkan dalam studi, dapat memengaruhi fungsi otak. Tepatnya, karena virus ini bisa merusak pembuluh darah ke otak, Beauties.

Sementara demensia, merupakan kondisi menurunnya kemampuan otak dalam melakukan fungsi dasar. Di antaranya kemampuan berpikir, mengingat, juga berbicara serta membuat keputusan.

Istilah demensia itu sendiri biasanya juga sering dikaitkan dengan 'kepikunan' di usia tua. Ada beberapa macam demensia, salah satunya adalah demensia pada penyakit Alzheimer.

Alzheimer's Disease International (ADI) mengungkap bahwa demensia di dunia bisa akan meningkat, prediksinya sampai 55-78 juta kasus di tahun 2030. Dengan begitu, ADI mengimbau agar otoritas dunia menaruh perhatian dan mulai menyiapkan sumber daya dan langkah-langkah, supaya tidak kewalahan.

"Kami perlu orang menyadari hubungan yang memungkinkan antara COVID berkepanjangan dengan demensia, sehingga mereka dapat memantau diri sendiri untuk melihat gejala dan memberikan penanganan yang sesuai. Kami menyerukan pada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan pemerintah untuk segera melaksanakan penelitian mengenai hal ini," kata Ketua CEO ADI, Paola Barbarino, dalam siaran pers via detikcom, Rabu (22/9).

Pasien Covid-19 Tunjukkan Tanda-tanda Penurunan Fungsi Otak

Portrait of girl covering her eyes with her handIlustrasi mudah lupa usai terinfeksi covid-19./ Foto: Getty Images/detikcom

Menurut Dr Alireza Atri, selaku ketua tim peneliti dari ADI, gejala yang dialami para pasien covid-19 telah menunjukkan tanda-tanda penurunan fungsi otak, beberapa di antaranya pun dikabarkan mengaku kesulitan untuk konsentrasi, mengingat, juga berbicara usai dinyatakan sembuh dari covid-19.

Dampaknya, akan semakin rentan terhadap penyakit Alzheimer yang mana membuat sel-sel otak mengalami degenerasi sampai akhirnya mati.

"Dengan rusaknya jembatan antara sirkulasi darah dan otak, benteng otak kita rusak," kata Dr Atri.

Otak Jadi Lemot Usai Kena Covid-19, Coba Periksakan Diri

Confused woman and question marks high quality studio shotIlustrasi linglung./ Foto: Thinkstock/detikcom

Bila pernah terinfeksi covid-19, dokter menyarankan agar orang yang sudah sembuh tersebut untuk pemeriksaan kesehatan, termasuk pemantauan risiko otak.

Terlebih bila kamu merasa labil emosi, linglung, lupa, lemot (pikiran melamban), serta logika berpikir menurun. Ini disingkat menjadi gejala: LALILULELO.

"Terdapat gejala dini pikun atau demensia yang disingkat LALILULELO. Bila menemukan 1 dari 5 gejala ini, segera lakukan pemeriksaan ke dokter," ujar dr Pukovisa Prawirohardjo, SpS(K) dalam siaran pers RSUI, dikutip dari Antara, via detikHealth.

---------------------

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE