Cara Mengatur Jadwal Tidur di Bulan Ramadan
Selama bulan Ramadan, aktivitas harian cenderung mengalami perubahan mulai dari waktu makan bahkan waktu tidur. Makan sahur dan ibadah salat tarawih membuat jadwal tidur dan istirahat berkurang dan mengalami sedikit berantakan.
Mengatur jadwal tidur dengan baik selama Ramadan sangat penting agar tubuh tetap bugar dan fokus menjalani ibadah puasa dengan optimal. Untuk itu, berikut cara mengatur jadwal  tidur di bulan Ramadan agar tetap produktif dan puasa berjalan lancar. Yuk, simak!
1. Tidur Lebih Awal
Tidur lebih awal/ Foto: freepik.com
Cara paling efektif untuk menjaga stabilitas tidur dan istirahat selama bulan Ramadan adalah dengan tidur lebih awal. Waktu terbaik adalah sekitar jam 21.00/22.00 untuk tetap mendapatkan durasi tidur yang ideal, karena waktu lebih maju waktu sahur juga lebih awal.
Dengan menggeser jam tidur lebih awal, tubuh memiliki kesempatan lebih besar untuk mendapatkan waktu tidur yang dibutuhkan meskipun harus bangun sebelum subuh.
Secara ilmiah, tidur lebih awal membantu menjaga kestabilan ritme sirkadian, yaitu jam biologis tubuh yang mengatur siklus tidur dan bangun yang penting untuk konsentrasi serta daya tahan tubuh, Beauties.
2. Luangkan Waktu Tidur Siang
Luangkan waktu tidur siang/ Foto: freepik.com
Tidur siang dapat menjadi solusi efektif untuk menjaga stamina selama bulan Ramadan, terutama ketika waktu tidur malam berkurang. Menyempatkan tidur siang dalam durasi singkat membantu tubuh memulihkan energi tanpa harus mengganggu pola tidur utama di malam hari lho Beauties.
Secara ilmiah, tidur siang singkat atau power nap terbukti dapat meningkatkan konsentrasi, suasana hati, dan kewaspadaan. Durasi tidur siang yang disarankan berkisar antara 15 hingga 30 menit agar manfaatnya optimal dan tidak menimbulkan rasa pusing atau sulit tidur di malam hari.
3. Hindari Oversleep
Ilustrasi tidur di bulan ramadhan/foto: freepik.com
Saat berpuasa tidur memang penting namun jika terlalu lama, terutama di siang hari dapat membuat tubuh terasa lesu dan justru mengganggu jadwal tidur malam.
Oversleep juga bisa menyebabkan sakit kepala, tubuh terasa berat dan sulit berkonsentrasi alhasil dapat membuat waktu beribadah dan aktivitas kurang optimal.
Dengan durasi tidur yang cukup dan seimbang, tubuh akan lebih mudah beradaptasi dengan perubahan jadwal puasa. Pastikan juga tetap aktif di siang hari dan paparkan tubuh pada cahaya alami agar jam biologis tetap seimbang dengan menghindari oversleep, pola tidur akan lebih teratur dan tubuh tetap bugar.
4. Konsisten dengan Jam Tidur dan Bangun
Konsisten dengan jam tidur dan bangun/ Foto: Freepik.com
Menjaga konsistensi waktu tidur dan bangun setiap hari sangat penting untuk membantu tubuh beradaptasi dengan perubahan jadwal selama bulan Ramadan.
Ketika jam tidur dan bangun tidak teratur, tubuh akan kesulitan menyesuaikan ritme biologisnya, sehingga mudah merasa lelah, mengantuk di siang hari, dan sulit tidur di malam hari.
Usahakan untuk tidur dan bangun pada waktu yang relatif sama setiap hari, termasuk saat akhir pekan. Kebiasaan ini membantu tubuh mengenali pola istirahat yang stabil, sehingga kualitas tidur menjadi lebih baik meskipun durasinya terbagi antara malam dan setelah sahur.
---
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!