Ditemukan Vaksin Baru, Lee Mercker Berhasil Sembuh dari Kanker Payudara
Kanker payudara merupakan salah satu penyakit yang paling banyak merenggut nyawa perempuan. Menurut data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, jumlah perempuan yang mengidap kanker payudara di Indonesia adalah 42,1 per 100.000 penduduk dengan rata-rata kematian 17 per 100.000 penduduk. Bukan jumlah yang sedikit, kan?
Baru-baru ini, dilakukan percobaan pada vaksin baru yang ditemukan oleh Dr. Leisha Emens dari John Hopkins Kimmel Cancer Center pada Lee Mercker. Hasilnya, vaksin tersebut dapat membunuh sel kanker yang ada dalam tubuhnya. Simak selengkapnya di sini!
Foto: IstimewaLee Mercker, seorang perempuan dari Florida berhasil pulih dalam beberapa bulan setelah menjalani percobaan vaksin baru untuk kanker payudara yang dideritanya. Ia didiagnosis menderita DCIS stadium nol, atau kanker payudara yang masih dalam tahap paling awal.
Ia adalah perempuan pertama yang setuju untuk bergabung untuk menjalani serangkaian uji coba vaksin baru di Mayo Clinic. Sebagai subjek uji pertama, ia diberi vaksin beberapa kali dalam periode 12 minggu.
Percobaan tersebut tidak sia-sia. Vaksin bekerja dengan baik dan sel kanker tersebut menyusut. Sistem kekebalan tubuhnya juga membantu membunuh sel kanker. Lee juga menjalani mastectomy ganda untuk memastikan kankernya benar-benar hilang. Tujuh bulan dari diagnosis pertama, ia dinyatakan sembuh dari kanker payudara.
Foto: IstimewaPravin Kaumaya, PhD, peneliti vaksin kanker dari The Ohio State University Wexner Medical Center mengatakan jika cara kerja vaksin ini bernama immunotherapy.
Pada dasarnya, cara kerja vaksin ini adalah dengan menstimulasi daya imun tubuh untuk membunuh sel kanker. Pemberian vaksin pada penderita kanker payudara memungkinkan imun tubuh penderitanya mengenal sel abnormal yang ada dalam tubuh dan menghancurkannya.
Foto: IstimewaHingga saat ini, vaksin tersebut masih terus dikembangkan. Dr Kaumaya mengatakan jika vaksin rencananya akan digunakan sebagai tindakan preventive dan juga pengobatan (therapeutic). Pada pasien penderita kanker, vaksin akan bekerja membunuh sel. Pada orang tanpa kanker, vaksin akan mengaktifkan sel tertentu, membangun antibodi dan mencegah tumor untuk tumbuh.
Dr. Jacoub juga berharap jika nantinya vaksin kanker ini bisa tersedia bagi siapa saja yang membutuhkan. Serta, dapat dengan mudah didapatkan seperti tersedia di apotek dan praktik dokter.
Kini tim peneliti akan mencoba tes kembali pada dua pasien lainnya. Harapannya, akan memberikan hasil yang baik seperti pada Lee.