Efeknya Bagi Ginjal Jika Terlalu Banyak Minum

Pratitis Nur Kanariyati | Beautynesia
Sabtu, 19 Sep 2026 17:30 WIB
Waktu yang Tepat untuk Minum Air Lebih Banyak
Waktu yang tepat untuk minum air lebih banyak/Foto: Magnific.com/Drazen zigic

Menjaga tubuh tetap hidrasi memang penting, tetapi apa jadinya jika overhidrasi? Orang yang terlalu banyak minum secara konsisten dapat menimbulkan masalah nyata pada kesehatannya, termasuk fungsi ginjal.

Bagaimana kebiasaan terlalu banyak minum dan fungsi ginjal saling berkaitan? Merujuk Cleveland Clinic, salah satu fungsi ginjal adalah mengatur keseimbangan kadar cairan dan elektrolit di dalam tubuh. Kelebihan asupan cairan dapat memengaruhi fungsi tersebut.

Terlalu Banyak Minum Mengganggu Keseimbangan Cairan dan Elektrolit

Efek terlalu banyak minum bagi ginjal/Foto: Magnific.com/Diana.grytsku

Risiko ini muncul ketika seseorang minum air dalam jumlah sangat banyak dalam waktu singkat, terutama jika jumlahnya melebihi kemampuan ginjal untuk mengeluarkannya.

Menurut Whitney Stuart, M.S., RDN., asupan cairan yang terlalu banyak dapat memengaruhi kadar elektrolit dalam darah. Efeknya membuat tubuh terasa lemas, kram otot, hingga gangguan irama jantung.

“Minum terlalu banyak cairan secara konsisten akan mengencerkan natrium dalam darah, suatu kondisi yang disebut hiponatremia,” ujar Stuart, seperti dikutip dari Eatingwell.

Air yang masuk ke dalam tubuh lebih cepat daripada kemampuan ginjal untuk merespons, menyebabkan keseimbangan cairan dan elektrolit terganggu. Imbasnya, ginjal kesulitan mempertahankan kadar zat-zat tersebut pada tingkat yang seharusnya.

Kebanyakan Minum Juga Membuat Ginjal Bekerja Lebih Keras

Efek terlalu banyak minum bagi ginjal/Foto: Magnific.com/Drazen zigic

Lebih sering buang air kecil adalah salah satu tanda seseorang kebanyakan cairan. Cairan yang terlalu banyak di dalam tubuh akan membuat ginjal bekerja lebih ekstra untuk membuangnya. Umumnya ginjal akan mengatasinya dengan meningkatkan produksi urine.

Ahli gizi Stuart dan Elizabeth Shaw, M.S. RDN., sepakat bahwa minum air secara berlebihan dapat membebani kemampuan ginjal untuk mengeluarkannya. Bahkan, Shaw mengimbau untuk memperhatikan kembali asupan cairan yang masuk.

“Ketika asupan cairan secara konsisten melebihi kemampuan ginjal untuk membuangnya, cairan berlebih itu dapat mulai menyebabkan masalah serius pada individu tertentu,” ungkap Shaw.

Orang dengan fungsi ginjal normal, kemungkinan kecil mengalami overhidrasi. Namun lain halnya orang dengan kondisi medis tertentu yang mengganggu fungsi ginjal, seperti penyakit ginjal dan gagal jantung.

Waktu yang Tepat untuk Minum Air Lebih Banyak

Waktu yang tepat untuk minum air lebih banyak/Foto: Magnific.com/Drazen zigic

Agar tubuh tetap terhidrasi tanpa berlebihan, seseorang perlu mengerti kondisi tubuhnya. Kebutuhan cairan setiap orang berbeda. Semua tergantung pada tingkat aktivitas, berat badan, kondisi lingkungan serta kesehatan.

Aktivitas yang berat, lingkungan dengan suhu sangat panas, dan tubuh alami demam, diare, serta muntah membutuhkan asupan cairan yang lebih banyak untuk proses pemulihan.

Dalam situasi tersebut, tubuh mengeluarkan banyak cairan dan elektrolit seperti natrium dan kalium. Oleh karena itu, strategi pemulihan cairan harus dilakukan dengan tepat agar tubuh tidak mengalami dehidrasi.

Itulah beberapa fakta kesehatan tentang kebiasaan terlalu banyak minum air. Umumnya, minum 2 hingga 3 liter per hari dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan cairan orang dewasa sehat.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE